Assalamualaikum Wr Wb.
MESIN!
BERSYUKUR BERSYUKUR BERSYUKUR!
Perkenalkan nama saya Orlean Timothy Sihombing dengan NPM 2306215305, mahasiswa dari kelas Metode Numerik 01. Dalam laporan ini, saya akan mengulas penerapan Finite Element Method (FEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi dampak vortex generator terhadap aliran udara yang melintasi objek yang diuji. Dalam ranah teknik, khususnya pada rancangan aerodinamis, pemahaman mendalam tentang interaksi antara aliran udara dan objek yang bergerak sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja objek tersebut. FEM memungkinkan kita untuk menguraikan geometri yang rumit menjadi elemen-elemen kecil yang lebih sederhana untuk dianalisis, sementara CFD digunakan untuk memodelkan dan memvisualisasikan dinamika fluida secara terperinci.
Tujuan utama simulasi ini adalah untuk mengkaji bagaimana vortex generator dapat mengurangi hambatan (drag) dan meningkatkan efisiensi aliran udara. Vortex generator bekerja dengan menciptakan turbulensi yang menjaga aliran udara tetap melekat pada permukaan objek, sehingga mencegah pemisahan aliran yang umumnya memicu peningkatan drag. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang peran vortex generator dalam mengoptimalkan desain aerodinamis dan menekan konsumsi energi.
Deep Awareness of I
Untuk memahami pengaruh FEM dalam simulasi aliran udara, kita perlu conscious mengetahui cara kerja proses numerik ini dalam menghitung variabel-variabel aliran yang kompleks, seperti kecepatan, tekanan, dan hambatan (drag). Dalam simulasi ini, FEM dimanfaatkan untuk mendiskritisasi geometri objek menjadi elemen-elemen kecil (mesh), yang memungkinkan penyelesaian persamaan-persamaan aliran yang menggambarkan interaksi udara dengan permukaan objek.
FEM memecah geometri besar dan rumit menjadi elemen-elemen kecil, di mana setiap elemen dianalisis secara numerik untuk menentukan distribusi variabel di dalamnya. CFD kemudian menggunakan hasil dari FEM untuk memvisualisasikan aliran udara yang melewati objek tersebut. Dengan menambahkan vortex generator pada objek, kita dapat mengkaji bagaimana turbulensi yang dihasilkan oleh vortex generator memengaruhi aliran udara dan berkontribusi pada pengurangan drag.
Intention
Tujuan utama simulasi ini adalah untuk meminimalkan drag yang ditimbulkan oleh aliran udara pada objek yang diuji. Drag merupakan hambatan yang muncul saat objek bergerak melalui fluida, dalam hal ini udara. Pengurangan drag membawa banyak manfaat, terutama dalam transportasi udara, karena dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi operasional.
Vortex generator bekerja dengan menjaga aliran udara tetap melekat pada permukaan objek, sehingga mencegah pemisahan aliran yang biasanya menyebabkan peningkatan drag. Dalam simulasi ini, FEM dimanfaatkan untuk menganalisis distribusi tekanan dan kecepatan di sepanjang permukaan objek, sedangkan CFD digunakan untuk memvisualisasikan dampak vortex generator terhadap dinamika aliran udara.
Initial Thinking
Pada tahap ini, kita memahami bahwa aliran udara pada objek aerodinamis dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti geometri objek, kecepatan aliran, dan sifat turbulensi yang terjadi. Untuk mengkaji permasalahan ini, kita memulai dengan menerapkan persamaan Navier-Stokes, yang menggambarkan perilaku aliran fluida dalam kondisi dinamis.
Persamaan Kontinuitas (Continuity Equation):
Menggambarkanย konservasi massaย dalam aliran fluida, menyatakan bahwa aliran fluida tidak dapat tercipta atau hilang.

Di mana :
ฯ = densitas fluida (kg/mยณ)
t = waktu (s)
v = vektor kecepatan fluida (m/s)
โยท(ฯv) = divergensi dari fluks massa.
Persamaan Navier-Stokes (Momentum)
Menggambarkan prinsip konservasi momentum, yang menjelaskan bagaimana gaya-gaya yang bekerja pada fluida, seperti tekanan, viskositas, dan gaya eksternal, memengaruhi kecepatan serta arah aliran fluida.

Di mana:
Persamaan momentum dalam dinamika fluida menggambarkan konservasi momentum berdasarkan hukum kedua Newton, yang menyatakan bahwa perubahan momentum suatu elemen fluida sama dengan resultan gaya yang bekerja padanya. Persamaan ini berasal dari persamaan Navier-Stokes untuk fluida dan biasanya ditulis dalam bentuk diferensial.
Untuk fluida, persamaan momentum dalam bentuk vektor adalah:
ฯ (โv/โt + vยทโv) = -โp + ฯg + โยทฯ + F
Di mana:
- ฯ = densitas fluida (kg/mยณ)
- v = vektor kecepatan fluida (m/s)
- t = waktu (s)
- p = tekanan (Pa)
- g = percepatan gravitasi (m/sยฒ)
- ฯ = tensor tegangan viskos (terkait viskositas fluida)
- F = gaya eksternal per satuan volume (N/mยณ)
- โp = gradien tekanan
- vยทโv = komponen konvektif (akselerasi akibat perubahan aliran)
- โv/โt = akselerasi lokal (perubahan kecepatan terhadap waktu)
Model Turbulensi k-ฮต:
Digunakan untuk menghitungย energi kinetik turbulen (k)ย danย laju disipasi turbulen (ฮต), yang menggambarkan fluktuasi aliran yang dihasilkan oleh vortex generator:
Persamaan untuk energi kinetik turbulen (k):

Di mana:

Persamaan untuk laju disipasi turbulen (ฮต):

Di mana:

Idealization
Pada tahap ini, sejumlah asumsi diterapkan untuk menyederhanakan permasalahan dan mempercepat proses perhitungan sambil tetap menjaga akurasi solusi:
Aliran Steady-State: Diasumsikan bahwa aliran udara bersifat konstan, artinya kecepatan aliran tidak berubah seiring waktu. Meskipun dalam realitasnya aliran udara dapat bervariasi, asumsi ini memungkinkan simulasi dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Geometri Simetris: Objek yang diuji diasumsikan memiliki simetri pada sumbu tertentu, sehingga hanya separuh bagian objek yang perlu dianalisis, dengan memanfaatkan simetri untuk mendapatkan hasil yang representatif.
Model Turbulensi k-ฮต: Model ini diterapkan untuk menggambarkan aliran turbulen yang dihasilkan oleh vortex generator. Model ini dipilih karena kemampuannya yang efektif dalam menghitung turbulensi di sekitar vortex generator.
Instruction Set
Berikut adalah tahapan-tahapan yang dilakukan untuk menjalankan simulasi aliran udara dengan menggunakan vortex generator:
Penentuan Geometri: Tetapkan bentuk objek yang akan diuji, seperti sayap pesawat, serta posisi vortex generator pada permukaan objek tersebut.
Pembuatan Mesh: Bagilah geometri objek menjadi elemen-elemen kecil (mesh). Mesh yang lebih halus akan menghasilkan simulasi yang lebih akurat, namun memerlukan waktu komputasi yang lebih lama.
Penetapan Kondisi Batas: Tentukan kondisi batas untuk domain simulasi, meliputi:
- Kecepatan Inlet: Aliran udara masuk memiliki kecepatan 20 m/s.
- Tekanan Outlet: Tekanan pada outlet disesuaikan dengan kondisi eksternal.
- Kondisi Dinding: Permukaan objek dianggap sebagai dinding tanpa slip, sehingga tidak ada pergerakan udara di permukaan objek.
Penggunaan Model Turbulensi: Terapkan model k-ฮต untuk memodelkan aliran turbulen yang terjadi di sekitar vortex generator.
Pelaksanaan Simulasi: Jalankan simulasi menggunakan perangkat lunak Simcenter STAR-CCM+ untuk menghitung distribusi tekanan, kecepatan, dan gaya drag.
Analisis Hasil: Lakukan post-processing untuk mengevaluasi hasil simulasi, termasuk menghitung gaya drag, koefisien drag, serta distribusi kecepatan dan tekanan di sepanjang permukaan objek.
ALGORITMA NUMERIK DALAM CFD
- Diskiritisasi Domain
Diskritisasi domain merupakan langkah awal dalam CFD, di mana seluruh domain aliran udara dipecah menjadi elemen-elemen kecil dengan bentuk geometri sederhana, seperti segitiga, persegi panjang, atau tetrahedron (untuk model 3D). Proses ini memungkinkan perhitungan variabel aliran, seperti kecepatan dan tekanan, pada skala yang lebih kecil dan terkontrol.
Tujuan: Memecah domain aliran fluida menjadi bagian-bagian kecil untuk menyederhanakan proses perhitungan.
Proses: Setiap elemen yang dihasilkan akan memiliki nilai kecepatan, tekanan, serta distribusi suhu atau gaya drag yang dihitung menggunakan rumus-rumus numerik yang sesuai.
Pentingnya Mesh yang Halus: Ukuran elemen mesh sangat memengaruhi ketepatan hasil simulasi. Mesh yang lebih halus menghasilkan simulasi yang lebih akurat, tetapi meningkatkan kebutuhan komputasi. Sebaliknya, mesh yang lebih kasar dapat mengurangi waktu perhitungan, namun berpotensi menghasilkan data yang kurang presisi.
Dalam simulasi aliran udara yang melibatkan vortex generator, diskritisasi domain dilakukan dengan membagi elemen-elemen mesh di sepanjang permukaan objek yang dilalui aliran udara. Misalnya, pada objek seperti sayap pesawat yang dilengkapi vortex generator, mesh akan dibuat lebih halus di sekitar vortex generator dan area yang dipengaruhi oleh turbulensi.
- Pemilihan Fungsi Bentuk (Shape Functions)
Setelah domain dipecah menjadi elemen-elemen kecil, langkah selanjutnya adalah menentukan cara menghitung nilai variabel seperti kecepatan, tekanan, dan gaya drag di dalam elemen tersebut. Di sinilah peran fungsi bentuk (shape functions) menjadi penting.
Fungsi Bentuk adalah fungsi interpolasi yang menghubungkan nilai variabel di node dengan nilai di seluruh elemen. Fungsi ini menggambarkan distribusi variabel dalam elemen, memetakan data dari titik-titik perhitungan (node) ke seluruh bagian elemen yang lebih besar.
Pentingnya Fungsi Bentuk: Fungsi bentuk memengaruhi seberapa baik solusi numerik terpusat di sekitar node dan seberapa cepat solusi tersebut mencapai konvergensi. Pemilihan fungsi bentuk yang sesuai menjadi kunci untuk memastikan akurasi dan stabilitas perhitungan.
Sebagai contoh, dalam simulasi aliran udara, fungsi bentuk digunakan untuk memodelkan distribusi kecepatan dan tekanan di setiap elemen mesh. Dengan demikian, kita dapat mengetahui nilai kecepatan dan tekanan di seluruh permukaan objek berdasarkan data pada node.
- Pemecahan Persamaan (Solving the Equations)
Setelah menentukan elemen-elemen kecil dan fungsi bentuk, kita dapat menyusun sistem persamaan aljabar yang merepresentasikan aliran udara pada domain yang telah didiskritisasi. Sistem persamaan ini biasanya mencakup persamaan Navier-Stokes untuk aliran fluida, ditambah persamaan lain yang relevan untuk fenomena seperti transfer panas, turbulensi, atau efek lainnya.
Proses: Sistem persamaan aljabar ini terdiri dari sejumlah persamaan yang saling terkait, yang harus diselesaikan secara serentak. Karena sifatnya yang non-linear, diperlukan metode numerik iteratif untuk mendapatkan solusi yang mendekati hasil eksak.
Algoritma Iteratif: Salah satu algoritma yang umum digunakan adalah metode Gauss-Seidel, yang memperbarui nilai variabel secara bertahap hingga mencapai konvergensi pada solusi yang diharapkan. Metode lain yang sering dipakai meliputi metode Jacobi, metode SOR (Successive Over-Relaxation), dan dekomposisi LU.
Dalam simulasi aliran udara yang melibatkan vortex generator, persamaan ini memasukkan pengaruh turbulensi yang dihasilkan oleh vortex generator. Solusi numerik dihasilkan untuk menghitung distribusi tekanan dan kecepatan di sekitar objek, serta untuk menentukan gaya drag yang bekerja pada objek tersebut.
- Penerapan Kondisi Batas (Boundary Conditions)
Salah satu aspek penting dalam analisis aliran fluida adalah penerapan kondisi batas yang tepat. Kondisi batas ini memastikan bahwa hasil simulasi mencerminkan kondisi di dunia nyata dengan akurat.
Kondisi Batas untuk Aliran Udara: Dalam simulasi ini, kondisi batas meliputi kecepatan inlet, tekanan outlet, dan kondisi pada permukaan objek (misalnya, kondisi tanpa slip pada permukaan objek, yang berarti udara tidak bergerak relatif terhadap permukaan tersebut).
Penerapan pada Vortex Generator: Pada objek yang dilengkapi vortex generator, kondisi batas yang sesuai memungkinkan kita untuk menangkap pengaruh vortex generator dalam mengendalikan aliran udara dan mencegah pemisahan aliran di bagian belakang objek.
Kondisi batas ini sangat krusial untuk menghitung kecepatan aliran, distribusi tekanan, dan gaya drag pada objek. Sebagai contoh, kecepatan inlet sebesar 20 m/s merepresentasikan aliran udara yang memasuki domain, sementara tekanan outlet disesuaikan dengan kondisi eksternal yang relevan.
- ย Post-Processing dan Visualisasi Hasil
Setelah sistem persamaan terselesaikan, langkah selanjutnya adalah post-processing, yaitu tahap analisis dan visualisasi hasil simulasi. Visualisasi ini memungkinkan kita untuk mengamati garis aliran (streamlines) dan kontur tekanan di sepanjang permukaan objek yang diuji.
Garis Aliran: Streamlines menggambarkan pola pergerakan udara di sekitar objek. Dengan adanya vortex generator, kita dapat melihat aliran yang lebih teratur dan tetap melekat pada permukaan objek, menunjukkan bahwa vortex generator bekerja secara efektif.
Kontur Tekanan dan Kecepatan: Visualisasi kontur tekanan dan kecepatan memperlihatkan perubahan distribusi tekanan di sekitar objek serta dampak vortex generator terhadap aliran. Di bagian belakang vortex generator, kita mengantisipasi adanya penurunan tekanan yang signifikan, yang membantu menjaga aliran udara tetap menempel pada permukaan objek.
- Pengaruh Vortex Generator terhadap Aliran Udara
Berdasarkan hasil simulasi, beberapa kesimpulan penting dapat ditarik mengenai dampak vortex generator terhadap aliran udara:
Peningkatan Kecepatan Aliran: Aliran udara di belakang vortex generator menunjukkan peningkatan kecepatan, yang mengindikasikan bahwa vortex generator mampu mengurangi pemisahan aliran, sehingga aliran menjadi lebih stabil dan terarah.
Distribusi Tekanan yang Lebih Merata: Tekanan di area belakang vortex generator menunjukkan perubahan signifikan, dengan adanya penurunan tekanan yang membantu mencegah pemisahan aliran dan mengurangi drag.
Pengurangan Drag: Walaupun vortex generator sendiri menyebabkan sedikit peningkatan drag parasit, secara keseluruhan, vortex generator berkontribusi pada pengurangan drag objek dengan mengoptimalkan aliran udara agar lebih efisien.
ANALISIS HASIL SIMULASI ALIRAN UDARA DENGAN VORTEX GENERATOR
Simulasi aliran udara menggunakan vortex generator menghasilkan temuan signifikan yang menggambarkan pengaruh vortex generator terhadap aliran udara di sekitar objek, serta efeknya pada gaya drag, kecepatan aliran, dan distribusi tekanan. Berikut adalah analisis terperinci dari hasil simulasi yang telah dilakukan.

- Gaya Drag dan Koefisien Drag
Gaya drag yang dihasilkan oleh objek yang dilengkapi dengan vortex generator tercatat sebesar 5.030634e-02 N. Gaya ini merupakan hambatan aerodinamis yang bekerja berlawanan arah dengan gerak objek saat melintasi udara. Dalam studi aerodinamika, drag menjadi salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan, karena semakin besar gaya drag, semakin menurun pula efisiensi bahan bakar dan performa keseluruhan dari objek tersebut.
Selain itu, nilai koefisien drag (Cd) yang terukur adalah sebesar 2.515317e-04. Koefisien drag ini merepresentasikan perbandingan antara gaya drag dan tekanan dinamis aliran udara, yakni setengah dari massa jenis udara dikalikan kuadrat kecepatan. Semakin kecil nilai Cd, semakin mudah dan efisien objek melaju di dalam fluida.
Hasil pengujian ini mengindikasikan bahwa penggunaan vortex generator mampu menurunkan gaya drag secara signifikan. Walaupun perangkat ini secara teoritis dapat menambah sedikit drag parasit yakni, hambatan tambahan akibat keberadaan perangkat itu sendiri, efek totalnya justru lebih menguntungkan. Penurunan drag yang dihasilkan oleh pengaruh positif vortex generator jauh melebihi tambahan hambatan yang ditimbulkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa vortex generator sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi aliran dan mengurangi hambatan aerodinamis secara keseluruhan.
- Kecepatan Aliran Udara
Dalam simulasi ini, kecepatan aliran udara di sekitar objek yang dilengkapi dengan vortex generator tercatat bervariasi antara 10,7 m/s hingga 20,8 m/s. Variasi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pola aliran, yang diakibatkan oleh peran vortex generator dalam menciptakan turbulensi lokal di sekitar permukaan objek.
Secara umum, fungsi utama vortex generator adalah menstabilkan aliran udara sepanjang permukaan objek. Ketika aliran tetap stabil dan melekat pada permukaan, risiko terjadinya pemisahan aliran berkurang, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan drag secara keseluruhan. Peningkatan kecepatan aliran di area belakang vortex generator menunjukkan bahwa perangkat ini mampu mengarahkan aliran udara secara lebih efisien dan terkontrol, serta mencegah terjadinya pemisahan aliran yang umumnya terjadi pada permukaan tanpa perlakuan khusus.
Singkatnya, aliran yang lebih terarah dan tertata mengurangi tingkat turbulensi, sehingga gaya drag pun menurun. Kecepatan yang lebih tinggi di belakang vortex generator juga menunjukkan bahwa udara dapat mengalir lebih cepat menyusuri permukaan objek, meningkatkan efisiensi aerodinamis dan secara signifikan mengurangi hambatan yang dialami selama pergerakan.
- Distribusi Tekanan
Hasil simulasi menunjukkan terjadinya perubahan distribusi tekanan yang cukup signifikan di sekitar area vortex generator. Tekanan pada permukaan objek terdeteksi berada dalam rentang -527 Pa hingga 228 Pa, mencerminkan adanya perbedaan tekanan yang nyata antara wilayah yang dipengaruhi langsung oleh vortex generator dan area lainnya yang tidak terpengaruh.
Variasi tekanan ini mengindikasikan bahwa vortex generator secara efektif mengubah karakteristik aliran udara di sekitarnya, menghasilkan zona bertekanan rendah dan tinggi yang berperan dalam menjaga aliran tetap melekat pada permukaan objek. Perbedaan tekanan tersebut juga menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap pengurangan gaya drag secara keseluruhan, karena membantu mengelola aliran agar lebih stabil dan terarah.

Penurunan tekanan yang terdeteksi di sekitar vortex generator merupakan aspek yang sangat penting dalam analisis aliran. Fenomena ini mengindikasikan bahwa vortex generator mampu menghasilkan turbulensi yang terkontrol, yang pada gilirannya membantu menjaga aliran udara tetap menempel erat pada permukaan objek. Dengan aliran yang tetap melekat, potensi terjadinya pemisahan aliran yang kerap menjadi penyebab utama peningkatan drag dapat diminimalkan.
Secara lebih teknis, penurunan tekanan ini terjadi akibat terbentuknya pola aliran berputar yang dihasilkan oleh vortex generator. Pola tersebut mengarahkan ulang aliran udara dan secara efektif mengurangi terbentuknya zona bertekanan rendah di bagian belakang objek, yakni area yang secara umum menjadi lokasi terjadinya pemisahan aliran. Dengan mengurangi luas dan intensitas area tersebut, gaya hambat akibat pemisahan aliran pun menurun. Hasil akhirnya adalah pengurangan drag secara keseluruhan, yang meningkatkan efisiensi aerodinamis objek secara signifikan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan vortex generator memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi aerodinamis pada objek yang diuji. Vortex generator terbukti mampu menghasilkan turbulensi terkendali yang menjaga aliran udara tetap menempel pada permukaan objek, sehingga mencegah terjadinya pemisahan aliran (separation) yang umumnya menjadi penyebab utama meningkatnya gaya drag. Efek ini tercermin jelas dari berkurangnya gaya drag, meningkatnya kecepatan aliran udara, serta terbentuknya distribusi tekanan yang lebih stabil dan terarah di sekitar objek.
Peningkatan kecepatan aliran setelah melewati vortex generator menunjukkan bahwa aliran menjadi lebih terkonsentrasi dan terkendali, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan drag secara keseluruhan. Meskipun penggunaan vortex generator berpotensi menambah sedikit drag parasit akibat adanya tambahan perangkat fisik, keuntungan yang diperoleh dari pengurangan drag utama jauh lebih besar, menjadikannya solusi yang efektif untuk meningkatkan performa aerodinamis.
Dalam konteks analisis, metode Finite Element Method (FEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) menyediakan kerangka kerja yang sangat andal dalam memahami pengaruh vortex generator. FEM memungkinkan pemodelan geometri yang kompleks dengan membaginya menjadi elemen-elemen kecil, sehingga distribusi tekanan, kecepatan, dan gaya dapat dihitung dengan akurasi tinggi. CFD kemudian memanfaatkan data ini untuk memberikan gambaran visual dan kuantitatif tentang aliran udara, serta mengevaluasi bagaimana vortex generator memengaruhi karakteristik aliran.
Keunggulan lain dari penggunaan FEM dan CFD adalah kemampuannya untuk melakukan analisis dan optimasi desain pada tahap awal, tanpa memerlukan pembuatan prototipe fisik. Walaupun simulasi menggunakan metode ini memerlukan sumber daya komputasi yang besar, terutama untuk kasus aliran turbulen, hasil yang diperoleh sangat berharga dalam menunjang pengembangan desain yang efisien.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara vortex generator, FEM, dan CFD memainkan peran penting dalam pengembangan desain aerodinamis. Penggunaan ketiganya secara sinergis mampu mengurangi drag dan meningkatkan efisiensi bahan bakar, yang sangat relevan untuk berbagai aplikasi seperti industri penerbangan, otomotif, maupun sistem transportasi lainnya yang mengandalkan efisiensi energi sebagai faktor utama.
Referensi :
- Srinivasa Rao & Bharath Kumar (2019) โ Design and Analysis of Vortex Generators for Reducing Drag Force in Automobiles by Using CFD.
- Nazmus Salehin et al. (2024) โ Numerical Analysis of the Impact of Vortex Generators on the Aerodynamic Performance of an Ahmed Body.
- Carl H. Lin (2002) โ Review of research on lowโprofile vortex generators to control boundaryโlayer separation.
- Gusty Widyawati & Rosyida Permatasari (2023) โ Effect of Vortex Generators on Airfoil NACA 632โ415 โ CFD.
Sekian laporan saya, sekiranya mohon maaf bila terdapat kesalahan kata atau penulisan.
Wassalamualaikum Wr Wb.
MESIN!
BERSYUKUR BERSYUKUR BERSYUKUR!