ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | CFDSOF | VisualFOAM | 8N8 | DAI5 eBook Free Download |

Laporan Harian Kerja Praktik – Zidane Utama (2206026800) – PT. PLN Indonesia Geothermal

Week 1

Day 1 (Senin):

  • Pengenalan struktur organisasi dan berkenalan dengan staf PLN IGEO.
  • Pemaparan mengenai latar belakang perusahaan, lini bisnis, sejarah, serta sistem pembangkit yang dimiliki PLN, khususnya pembangkit tenaga surya dan panas bumi.
  • Belajar mandiri terkait sistem geothermal (natural system dan Enhanced Geothermal System / EGS) menggunakan buku Geothermal Energy Systems karya Ernst Huenges.

Day 2 (Selasa):

  • Mempelajari sistem pembangkitan listrik PLN secara umum.
  • Review kembali konsep dasar siklus Rankine.
  • Diskusi bersama mentor dan ahli geothermal terkait sistem panel surya dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) secara garis besar.

Day 3 (Rabu):

  • Studi mandiri mengenai sistem siklus PLTP, tahap eksplorasi, serta elemen-elemen teknis lainnya dalam pembangkitan geothermal.

Day 4 (Kamis):

  • Menghadiri acara Indonesia Future Energy and Grid Summit 2025 sebagai perwakilan dari PLN Indonesia Geothermal.

Day 5 (Jumat):

  • Mendalami sistem upstream dari PLTP.
  • Mempelajari jenis-jenis sistem PLTP seperti Direct Steam, Flash Steam, dan Binary Cycle.

3P – Week 1

Progress:
Mulai melakukan eksplorasi topik untuk laporan kerja praktik. Topik sementara:

“Analisis Peran Drilling sebagai Komponen Biaya Dominan dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): Studi Kasus pada Fase Eksplorasi.”

Problem:

  • Keterbatasan data teknis (baik upstream maupun downstream) karena:
    • PLN IGEO masih tergolong baru (startup).
    • Pembangkit PLTP PLN masih dioperasikan oleh entitas lain seperti PLN Indonesia Power, sehingga akses data lintas perusahaan cukup sulit.
    • Aktivitas eksplorasi PLN IGEO masih minim dan belum banyak yang mencapai tahap drilling secara sukses.
    • Mayoritas sumur PLTP di Indonesia dimiliki oleh perusahaan lain, seperti Pertamina Geothermal Energy (PGE), sehingga data drilling cukup tertutup.

Plan:

  • Mengajukan permohonan data teknis kepada PLN Indonesia Power melalui surat resmi.
  • Jika data drilling tetap sulit diperoleh, pertimbangkan untuk mengubah topik menjadi seputar sistem panel surya. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa sebelumnya, sebelum rebranding menjadi PT. PLN Indonesia Geothermal, perusahaan ini (dengan nama PT Indonesia Tenaga Hijau) fokus pada proyek instalasi solar panelโ€”sehingga data teknis dan bisnis lebih mudah diakses.

Week 2

Day 1 (Senin):

  • Menentukan jenis data teknis yang diperlukan untuk analisis topik laporan kerja praktik terkait drilling sumur geothermal.
  • Diskusi awal dengan mentor mengenai sumber data yang mungkin dapat diakses.
  • Mulai memetakan sumber referensi sekunder (buku, jurnal, laporan tahunan) terkait biaya dan teknis drilling.

Day 2 (Selasa):

  • Studi literatur tentang biaya drilling pada proyek PLTP (geothermal well drilling cost structure).
  • Mengkaji rasio biaya drilling terhadap total CAPEX proyek PLTP dari referensi internasional.
  • Membaca laporan publik (annual report) dari perusahaan geothermal lain seperti PGE, Sarulla, Star Energy untuk melihat indikasi data biaya.

Day 3 (Rabu):

  • Memahami lebih dalam metode pengeboran geothermal (drilling phases, casing program, well design).
  • Identifikasi rata-rata kedalaman sumur (TVD dan MD) berdasarkan laporan publik dan studi kasus internasional.
  • Diskusi informal dengan staf PLN IGEO terkait kebijakan umum pembiayaan drilling.

Day 4 (Kamis):

  • Fokus pada waktu rata-rata drilling per sumur (Spud to Completion) melalui literatur dan jurnal.
  • Mulai menyusun tabel rangkuman data yang sudah terkumpul (sementara sebagian besar masih estimasi global).
  • Membantu mengisi dokumen kontrak untuk proyek Solar PV (pekerjaan administratif).

Day 5 (Jumat):

  • Menyusun daftar gap data yang belum diperoleh dan menyusun strategi untuk memintanya secara resmi.
  • Review ulang kemungkinan alternatif topik (misal, shifting ke Solar PV) jika data drilling sangat sulit diperoleh.
  • Studi tambahan mengenai teknologi drilling terkini (Managed Pressure Drilling, Slim Hole, dll) untuk memperkuat analisis jika data tersedia.

3P โ€“ Week 2

Progress:

  • Berhasil mengidentifikasi data inti yang diperlukan untuk topik laporan, yaitu:
    1. Persentase Biaya Drilling vs Total CAPEX
    2. Total Biaya Rata-rata per Sumur (USD/sumur)
    3. Rata-rata Kedalaman Sumur (TVD atau MD)
    4. Waktu Rata-rata Drilling per Sumur (Spud to Completion)
    5. Jumlah Total Sumur yang Pernah Dibor PLN IG
  • Mulai mengumpulkan data sekunder dari jurnal dan laporan publik perusahaan geothermal lain.
  • Mendapat insight awal tentang kompleksitas data NPT dan delay project, namun belum ada data spesifik PLN IGEO.

Problem:

  • Data internal PLN IGEO masih sulit diakses karena belum banyak proyek drilling yang selesai.
  • Informasi mendalam (seperti NPT, delay project, masalah teknis) hanya dimiliki oleh tim engineering inti.
  • Akses data ke perusahaan lain (misal PGE, Star Energy) hampir tidak mungkin karena bersifat confidential.

Plan:

  • Melanjutkan permohonan data ke pihak terkait (PLN Indonesia Power atau tim engineering PLN IGEO).
  • Jika data drilling tetap minim, menyiapkan alternatif topik yang lebih feasible (misalnya analisis sistem Solar PV).
  • Tetap memperdalam pemahaman teknis geothermal drilling untuk menjaga relevansi topik jika data berhasil didapat.

Week 3

Day 1 (Senin):

  • Diskusi internal dengan mentor terkait kelanjutan topik kerja praktik. Disepakati fokus dialihkan dari drilling PLTP ke proyek PLTS dan market analysis karena keterbatasan data geothermal.
  • Review kembali analisis potensi PLTS (teknis & ekonomi) dari dokumen internal dan referensi IESR, IRENA, Global Solar Atlas.
  • Identifikasi parameter utama untuk analisis pasar PLTS di Indonesia (kapasitas terpasang, pipeline proyek, pertumbuhan, regulasi, pemain utama).

Day 2 (Selasa):

  • Memetakan segmen pasar PLTS: Rooftop Residential & C&I, Utility-Scale, Floating, dan Hybrid.
  • Analisis tren CAGR 2020โ€“2024 dan pipeline proyek (16,92 GWp belum terealisasi).
  • Identifikasi kompetitor utama: Xurya, SUN Energy, Masdar, Total Eren, PLN Group entities.

Day 3 (Rabu):

  • Analisis hambatan utama pengembangan PLTS (biaya awal tinggi, keterbatasan grid, regulasi kuota rooftop, keterbatasan manufaktur lokal).
  • Review model bisnis yang dipakai PLN IGEO untuk PLTS (O&M, EPC, BOOT/Leasing).
  • Diskusi informal dengan tim terkait peluang positioning PLN IGEO di segmen industrial rooftop dan hybrid PLTS-PLTP.

Day 4 (Kamis):

  • Menyusun draft positioning PLN IGEO:
    • One-Stop Shop EPC + O&M
    • Hybrid PLTS-PLTP Showcase
    • PLTS untuk pembangkit non-renewable (PLTU/PLTGU)
    • EV Charging berbasis PLTS di rest area
  • Membandingkan model CAPEX-as-a-Service vs EPC Contract untuk menentukan strategi masuk pasar.
  • Mulai merancang visual untuk presentasi positioning (value proposition & unique selling point).

Day 5 (Jumat):

  • Finalisasi analisis market PLTS (situasi, hambatan, tren, rekomendasi positioning).
  • Menyiapkan materi awal untuk laporan dan presentasi internal agar bisa divalidasi mentor.
  • Melanjutkan dukungan administratif pada proyek PLTS berjalan (misal kontrak AIIA).

3P โ€“ Week 3

Progress:

  • Fokus topik dialihkan ke market analysis PLTS dan positioning PLN IGEO.
  • Analisis potensi teknis PLTS (207,8 GWp), pertumbuhan pasar (CAGR ยฑ19,12%), dan pipeline proyek 16,92 GWp.
  • Pemetaan pemain utama dan skema bisnis (EPC, O&M, BOOT).
  • Draft positioning awal disusun (One-Stop Shop, Hybrid PLTS-PLTP, Industrial Rooftop, EV Charging PLTS).

Problem:

  • Data spesifik terkait biaya EPC aktual dan margin masih terbatas.
  • Regulasi kuota rooftop (Permen ESDM No. 2/2024) masih membatasi ekspor-impor listrik, berpengaruh ke prospek pasar residential.
  • Tantangan teknis seperti grid curtailment (10โ€“15%) masih jadi isu besar.

Plan:

  • Finalisasi laporan analisis potensi PLTS lengkap dengan positioning.
  • Siapkan presentasi untuk manajemen PLN IGEO terkait strategi masuk pasar PLTS.
  • Mulai buat simulasi contoh proyek strategis (misal: pemasangan PLTS di PLTU/PLTGU untuk branding dan efisiensi).

Week 4

Day 1 (Senin):

  • Diskusi dengan mentor terkait dokumen permohonan pembangunan dan pemasangan PLTS Atap PT Aisin Indonesia Automotive (AIIA).
  • Mengisi bagian data administratif & teknis (kapasitas daya, spesifikasi modul & inverter, rencana operasi).
  • Verifikasi format sesuai standar PLN dan kelengkapan lampiran (diagram satu garis, data pelanggan).

Day 2 (Selasa):

  • Melanjutkan pengerjaan dokumen permohonan PLTS Aisin bersama mentor, termasuk perhitungan kapasitas dan daftar peralatan (modul Longi LR5-72HTH-615, inverter Huawei 100โ€“115 kW).
  • Pastikan konsistensi data dengan kontrak & rencana operasi.
  • Menyusun draft final untuk siap diajukan.

Day 3 (Rabu):

  • Review desain PLTS realisasi awal di PLTU Teluk Sirih (66 modul, kapasitas 45,9 kWp, rooftop kantor & parkiran).
  • Identifikasi keterbatasan proyek: utilisasi lahan hanya 49%, faktor biaya ยฑRp700โ€“800 juta.
  • Menyiapkan perbandingan skenario realisasi vs potensi penuh (luas rooftop 6.781 mยฒ, ground-mounted 4.034 mยฒ, total ยฑ10.815 mยฒ).

Day 4 (Kamis):

  • Mulai penulisan Bab I (Pendahuluan) dan Bab II (Intention) laporan kerja praktik:
    • Latar belakang transisi energi & target Net Zero Emission.
    • Rumusan masalah, tujuan, ruang lingkup, relevansi studi.
  • Gunakan referensi kebijakan nasional (Perpres 112/2022, RUPTL 2025โ€“2034, SDG 7 & 13).

Day 5 (Jumat):

  • Menyusun bagian awal Bab III (Initial Thinking): profil PLTU Teluk Sirih, beban P.S. 13,02%, potensi area instalasi, data iradiasi (3,5โ€“4,2 kWh/mยฒ/hari).
  • Diskusi dengan mentor untuk validasi outline laporan & data awal desain idealisasi.
  • Konsolidasi data dari proyek Aisin & PLTU Teluk Sirih untuk kebutuhan analisis di Bab IVโ€“V.

3P โ€“ Week 4

Progress:

  • Berhasil menyelesaikan dokumen permohonan PLTS Aisin Indonesia Automotive bersama mentor.
  • Review desain PLTS realisasi awal di PLTU Teluk Sirih & estimasi potensi pengembangan.
  • Mulai menulis Bab I dan Bab II laporan kerja praktik sesuai format universitas.

Problem:

  • Keterbatasan waktu untuk menghitung simulasi penuh (produksi energi, PR, IRR).
  • Beberapa data detail biaya & kapasitas aktual masih mengacu pada estimasi, perlu validasi.
  • Matching data beban P.S. aktual per jam belum tersedia (masih pakai data tahunan).

Plan:

  • Finalisasi Bab Iโ€“III minggu depan, lanjut Bab IVโ€“V untuk desain teknis dan instruksi.
  • Lakukan simulasi estimasi kapasitas optimal PLTS (target 4โ€“8% output P.S.).
  • Siapkan draft presentasi teknis PLTS Teluk Sirih + insight dari proyek Aisin untuk diskusi mentor.

Week 5 (Final)

Day 1 (Senin):

  • Memeriksa Statistik PLN 2024 (Unaudited) untuk mendapatkan data P.S. PLTU Teluk Sirih dan rasio terhadap output neto.
  • Bertanya kepada karyawan yang pernah ditempatkan di PLTU Teluk Sirih untuk mendapatkan insight konsumsi listrik kantor dan area pendukung.
  • Membuat catatan awal tentang distribusi konsumsi P.S. dan potensi substitusi dengan PLTS.

Day 2 (Selasa):

  • Menggabungkan data dari Statistik PLN 2024 dan wawancara informal menjadi baseline estimasi beban listrik di gedung kantor PLTU Teluk Sirih.
  • Menyusun tabel perkiraan beban harian untuk area perkantoran (AC, penerangan, komputer, pompa kecil, dll).
  • Diskusi dengan mentor tentang pendekatan perhitungan potensi PLTS berbasis beban kantor.

Day 3 (Rabu):

  • Belajar konsep finance & investasi bersama mentor:
    • ROI, NPV, IRR, ROE
    • Prinsip akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas
    • Analisis rasio keuangan: Debt-to-Equity, Current Ratio
    • Interpretasi Balance Sheet, Income Statement, dan Cash Flow Statement
  • Mengaitkan konsep ini dengan proyek PLTS (contoh: analisis IRR & payback period untuk Teluk Sirih).

Day 4 (Kamis):

  • Membaca laporan keuangan PLN Group untuk memahami struktur pendapatan dan pembiayaan proyek renewable energy (khususnya PLTS).
  • Diskusi dengan mentor mengenai strategi pembiayaan (CAPEX sendiri vs Leasing/BOOT) dan dampaknya pada IRR & NPV.
  • Membuat draft tabel perbandingan dua model bisnis (EPC vs Leasing).

Day 5 (Jumat):

  • Menyusun draft perhitungan analisis finansial awal untuk PLTS Teluk Sirih berdasarkan data realisasi awal (45,9 kWp, ยฑRp737 juta) untuk menghitung ROI & payback sederhana.
  • Merancang struktur Bab IV laporan (skenario idealisasi kapasitas optimal vs realisasi) dengan integrasi aspek finansial.
  • Diskusi dengan mentor untuk mengonfirmasi asumsi yang digunakan.

3P โ€“ Week 5

Progress:

  • Mendapat data P.S. PLTU Teluk Sirih dari Statistik PLN 2024 dan informasi karyawan.
  • Mulai menganalisis pemakaian listrik kantor PLTU sebagai basis perhitungan potensi PLTS rooftop.
  • Belajar konsep finance & investasi (ROI, NPV, IRR, ROE, laporan keuangan).
  • Menyusun draft awal analisis finansial proyek PLTS Teluk Sirih.

Problem:

  • Data detail pemakaian kantor masih estimasi, bukan real log per jam.
  • Perhitungan IRR & NPV butuh asumsi tarif listrik dan eskalasi biaya yang belum lengkap.
  • Belum ada keputusan final terkait model bisnis (EPC vs Leasing) untuk PLTS Teluk Sirih.

Plan:

  • Minggu depan:
    • Hitung kapasitas optimal PLTS untuk target P.S. (4โ€“8% output PLTU).
    • Simulasi produksi energi & saving (PVsyst atau pendekatan manual).
    • Analisis IRR, NPV, payback period untuk beberapa skenario kapasitas.
  • Finalisasi Bab Iโ€“III laporan, lanjut Bab IVโ€“V dengan analisis teknis & finansial lengkap.

Week 6

Day 1 (Senin):

  • Melanjutkan laporan kerja praktik (Bab Iโ€“III) dan mulai menambahkan data untuk Bab IV (analisis teknis PLTS di PLTU Teluk Sirih).
  • Mengumpulkan referensi desain PLTS berbasis EPC untuk membandingkan dengan proyek di PLTU.

Day 2 (Selasa):

  • Site visit ke PT Asian Isuzu Casting Center (AICC) untuk melihat langsung proyek PLTS rooftop fase 2.
    • Observasi sistem PLTS mulai dari ruang inverter, AC combiner, hingga rooftop tempat panel dipasang.
    • Mengikuti rapat serah terima (handover) PLTS ke AICC, yang membahas:
      • Prosedur maintenance rutin (pembersihan modul, pengecekan koneksi, inspeksi inverter).
      • Pemantauan teknis melalui sistem monitoring berbasis SCADA/web.
      • Proses serah terima resmi (BAST) antara EPC (PLN IGEO) dan customer.

Day 3 (Rabu):

  • Mengumpulkan dokumentasi hasil site visit (foto, catatan teknis, dan poin rapat).
  • Diskusi dengan mentor terkait insight dari AICC untuk diterapkan di proyek PLTS PLTU Teluk Sirih.
  • Review sistem monitoring AICC sebagai referensi untuk integrasi monitoring di PLTU.

Day 4 (Kamis):

  • Menyusun dokumen administrasi proyek, termasuk:
    • Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk proyek PLTS AICC.
    • Berita Acara Pemeriksaan Barang / Pekerjaan / Jasa untuk proyek Pengadaan EPC PLTS Atap Yamaha Indonesia Motor Manufacturing West Java Step 3.
  • Memastikan kelengkapan dokumen (nomor dokumen, lampiran foto, tanda tangan pihak terkait).

Day 5 (Jumat):

  • Melanjutkan analisis teknis di PLTU Teluk Sirih:
    • Mengukur luas lahan potensial untuk ground-mounted PLTS (selain rooftop).
    • Menyusun estimasi kapasitas PLTS berdasarkan area efektif (menggunakan data pengukuran dan rasio Wp/mยฒ).
  • Update Bab IV laporan dengan hasil pengukuran awal dan skenario kapasitas optimal.

3P โ€“ Week 6

Progress:

  • Mengikuti site visit AICC dan memahami alur commissioning, handover, serta sistem monitoring PLTS.
  • Menyelesaikan dokumen administrasi proyek (BAST dan Berita Acara Pemeriksaan) untuk PLTS AICC dan Yamaha WJ Step 3.
  • Mulai pengukuran lahan potensial PLTU Teluk Sirih untuk desain PLTS.
  • Laporan kerja praktik Bab Iโ€“III hampir final, Bab IV mulai terisi dengan data teknis dan skenario desain.

Problem:

  • Pengukuran lahan ground PLTU Teluk Sirih masih perkiraan (belum pakai data GIS atau survei drone).
  • Perhitungan simulasi produksi energi & IRR belum bisa dilakukan karena data tarif listrik & profil beban detail masih kurang.
  • Banyak waktu terserap untuk dokumen administrasi proyek, sehingga penulisan laporan sedikit tertunda.

Plan:

  • Lanjutkan pengukuran detail area PLTU (ground & rooftop) untuk kapasitas PLTS optimal.
  • Minggu depan fokus simulasi produksi energi (kWh) dan analisis finansial (NPV, IRR, payback).
  • Lengkapi Bab IV dan mulai Bab V (instruksi teknis & implementasi).

Week 7

Day 1 (Senin):

  • Membuka data pengukuran luas area PLTU Teluk Sirih dan memetakan ke 4 zona (rooftop dan ground).
  • Menentukan batas setiap zona untuk memudahkan pembagian inverter dan AC combiner.
  • Membuat draft konfigurasi awal kapasitas per zona berdasarkan luas area dan densitas pemasangan (Wp/mยฒ).

Day 2 (Selasa):

  • Membuat proyek di HelioScope:
    • Menentukan koordinat site dan area untuk tiap zona.
    • Memasukkan parameter teknis (tilt, azimuth, setback, walkway).
    • Mengatur keep-out zones untuk cerobong, crane, HVAC, dan akses servis.

Day 3 (Rabu):

  • Melanjutkan desain detail di HelioScope:
    • Stringing konfigurasi per zona (estimasi jumlah modul & string per inverter).
    • Penempatan titik inverter dan AC combiner untuk meminimalkan jarak kabel.
    • Simulasi awal energy yield dan shading analysis.

Day 4 (Kamis):

  • Membuat Bill of Materials (BoM) per zona, termasuk:
    • Jumlah modul, inverter, AC combiner, kabel, mounting structure, dan proteksi.
  • Menghitung estimasi CAPEX per zona (EPC breakdown: modul, inverter, BOS, konstruksi).
  • Membuat perbandingan skema rooftop-only vs rooftop+ground.

Day 5 (Jumat):

  • Menyusun layout final HelioScope per zona dan meng-export laporan simulasi (energy yield, PR, spesifik yield).
  • Membuat tabel ringkasan hasil desain untuk dimasukkan ke Bab IV laporan (kapasitas per zona, energy yield, estimasi biaya).
  • Diskusi dengan mentor tentang hasil desain dan asumsi biaya untuk validasi sebelum lanjut ke analisis finansial (NPV, IRR).

3P โ€“ Week 7

Progress:

  • Berhasil membuat desain potensi penuh PLTS PLTU Teluk Sirih di HelioScope, dibagi dalam 4 zona agar instalasi dan O&M lebih efisien.
  • Layout, stringing, dan inverter placement per zona selesai, termasuk estimasi energy yield awal.
  • Tersusun BoM per zona dan estimasi CAPEX total ยฑ1,2 MWp dengan perbandingan skenario rooftop vs rooftop+ground.

Problem:

  • Data real struktur rooftop (daya dukung) dan kondisi tanah untuk ground-mounted belum tervalidasi (masih pakai asumsi umum).
  • Belum ada input detail untuk tarif listrik dan eskalasi biaya โ†’ analisis IRR & NPV belum bisa final.
  • Routing kabel aktual dan integrasi ke LV/MV switchboard masih dalam tahap asumsi (perlu drawing as-built).

Plan:

  • Minggu depan (Week 8):
    • Finalisasi desain dengan validasi data struktur dan layout kabel.
    • Menyelesaikan Laporan.

Week 8

Day 1 (Senin):

  • Review ulang draft laporan kerja praktik Bab Iโ€“IV, melakukan perbaikan bahasa, struktur, dan konsistensi data.
  • Diskusi dengan mentor mengenai bagian yang masih perlu dilengkapi pada Bab V (Instruksi Teknis).

Day 2 (Selasa):

  • Mulai mengerjakan dokumen ISO 9001 untuk persiapan audit internal.
  • Memahami struktur dokumen mutu, SOP, dan rekaman yang harus dilampirkan.
  • Mengisi bagian dokumen terkait proses bisnis PLN IGEO (khusus proyek PLTS).

Day 3 (Rabu):

  • Fokus ke penyusunan Bab V laporan kerja praktik (Instruksi Teknis Implementasi PLTS di PLTU Teluk Sirih).
  • Menambahkan data hasil desain HelioScope (zona, layout, BoM, CAPEX estimasi).
  • Membuat tabel dan grafik untuk memperkuat analisis.

Day 4 (Kamis):

  • Melanjutkan pekerjaan dokumen ISO 9001:
    • Penyusunan daftar prosedur mutu.
    • Penyelarasan dokumen dengan standar audit internal.
  • Diskusi dengan tim ISO terkait alur dokumen dan gap yang masih ada.

Day 5 (Jumat):

  • Finalisasi draft laporan kerja praktik untuk siap direview mentor.
  • Penyusunan ringkasan eksekutif (abstrak, kesimpulan, saran) pada laporan.
  • Menyelesaikan bagian dokumen ISO 9001 yang menjadi tanggung jawab, menyiapkan untuk diserahkan ke tim audit internal.

2P โ€“ Week 8

Progress:

  • Laporan kerja praktik Bab Iโ€“V sudah tersusun, tinggal finalisasi minor sebelum pengumpulan.
  • Data desain HelioScope dan estimasi biaya sudah berhasil dimasukkan ke laporan.
  • Berkontribusi pada penyusunan dokumen ISO 9001 untuk persiapan audit internal, khususnya pada bagian proses bisnis proyek PLTS.

Problem:

  • Laporan masih perlu proofreading untuk bahasa teknis dan akademik.
  • Beberapa dokumen ISO 9001 masih belum sinkron dengan format perusahaan (perlu revisi bersama tim).
  • Waktu terbagi antara penyelesaian laporan dan dokumen ISO sehingga progress agak padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *