A. Project Title
Analisis Pengaruh perbedaan Fluida pada Heat Treatment Pengelasan GTAW Stainless Steel 304
B. Author Complete Name
Muhammad Yazid Cakrawangsa
C. Affiliation
Departemen Teknik Mesin, Universitas Indonesia
D. Abstract
Stainless steel banyak digunakan dalam industri dan peralatan medis karena sifatnya yang tahan korosi, kemampuan mencegah kontaminasi, dapat didaur ulang, serta penampilannya yang menarik dan kemudahan dalam pembersihan. Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari penggunaan stainless steel. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan fluida pendinginโyaitu air, oli, dan udaraโdalam proses pengelasan GTAW. Parameter yang digunakan dalam pengelasan GTAW adalah debit aliran gas 17 liter/menit, arus 130 Ampere, dan elektroda EWTh-2. Analisis ini dilakukan guna mencapai pemahaman yanng lebih baik tentang penggunaan fluida pada heat treatment serta pemahaman tentang penggunaan metode numerik.
E. Author Declaration
1. Deep Awareness of โIโ (Kesadaran Diri)
Saya menyadari posisi daya sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu dengan berkah. Kesadaran ini merujuk pada sesuatu yang lebih besar yaitu iman kepada Allah yang maha esa. Tertanam pada benak saya bahwa saya hanyalah seorang hamba yang lemah.
2. Intention (Niat/Tujuan)
Niat seorang mahasiswa atau pelajar adalah mencari ilmu dan mengamalkannya, dengan aplikasi dari niat tersebut adalah dibuatnya post tulisan ini. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh fluida pendingin terhadap kekuatan tarikstainless steel 304.
F. Introduction
3. Initial Thinking (Pemikiran Awal)
Analisis dimulai dengan:
- Apa?ย Pengaruh air, oli, dan udara sebagai fluida pendingin pasca pengelasan GTAW.
- Mengapa?ย Fluida pendingin memengaruhi laju pendinginan, yang berdampak pada pembentukan fasa mikro (austenit vs. karbida) dan sifat mekanik.
- Bagaimana?ย Melalui uji tarik (ASTM E8)
4. Idealization (Idealisasi)
Solusi dirancang dengan:
- Eksperimen:ย Variasi fluida pendingin (air, oli, udara) pada material yang sama.
- Parameter Uji:ย Kekuatan tarik (ฯy, ฯmax), elongasi (ฮต)
- Alternatif:ย Jika hasil tidak konsisten, peneliti siap mengulang eksperimen atau menyesuaikan parameter pengelasan.
G. Methods & Procedures
5. Instruction Set (Implementasi)
Langkah konkret penelitian:
- Persiapan:ย Siapkan spesimenย stainless steel 304ย dan mesin GTAW.
- Pengelasan:ย Lakukan pengelasan dengan parameter tetap, lalu dinginkan menggunakan air, oli, dan udara.
- Pengujian:
- Uji tarik untuk mengukur ฯy, ฯmax, dan ฮต.
- Analisis Data:ย Bandingkan hasil ketiga fluida.



H. Results & Discussion

Perbandingan Sifat Mekanik Berdasarkan Fluida Pendingin
Hasil uji tarik menunjukkan perbedaan antara penggunaan ketiga jenis fluida. Hasil Pengujian Tarik nilai rata-rata ฯy = 374,0 MPa, ฯmax = 626,0 MPa, ฮL = 27,5 mm dan ฮต= 54,8 % fluida air. Nilai rata-rata ฯy = 335,3 MPa, ฯmax = 543,7 MPa, ฮL = 22,1 mm dan ฮต = 44,2 %fluida oli. Nilai rata-rata ฯy = 299,3 MPa, ฯmax = 481,3 MPa, ฮL = 19,4 mm dan ฮต = 38,8 % fluidaudara.
I. Conclusion, Closing Remarks, Recommendations
Hasil dan Rekomendasi
Terlihat bahwa penggunaan fluida air pada quenching pengelasan GTAW mendapat nilai yield strength tertinggi dengan poin berikut:
- Fluida Airย memberikan sifat mekanik terbaik: ฯy = 374 MPa dan elongasi tertinggi (54.8%).
- Rekomendasi:ย Penggunaan air sebagai fluida pendingin optimal untuk pengelasan GTAWย stainless steel 304, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan korosi.
J. Acknowledgements
Segala daya dan upaya hanya milik Allah. Segala puji bagi-Nya tuhan semesta alam. Manusia tempat salah, maka dari itu yang salah dari post ini pasti dari saya dan yang benar hanya dari Allah SWT. Lalu ucapan terima kasih kepada dosen yaitu Pak Dai yang telah mengajarkan metode numerik.
K. References
https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/teknologi/article/download/102-105/855