ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI.DAI5 | DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia | 8N8 |

Prediksi Fatigue Life pada Poros Transmisi Mobil Listrik Menggunakan Metode Monte-Carlo, Zahran Nadhif Afdallah Malik-2306155451

Zahran Nadhif Afdallah Malik – 2306155451

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู

ุงูŽู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

A. Project Title

Laporan ini membahas upaya untuk memprediksi siklus fatigue pada shaft mobil menggunakan pendekatan monte carlo untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat

B. Author Complete Name

Zahran Nadhif Afdallah Malik

C. Affiliation

Departemen Teknik Mesin, Universitas Indonesia

D. Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksiย fatigue lifeย material AISI 4340 pada poros transmisi mobil listrik dengan mempertimbangkan variabilitas beban dan sifat material menggunakanย Metode Monte Carlo (MC). Pendekatanย DAIS Frameworkย (Deep Awareness of I, Intention, Initial Thinking, Idealization, Instruction-Set) diterapkan untuk memastikan analisis berbasis kesadaran holistik, menggabungkan prinsip teknik, ketidakpastian probabilistik, dan refleksi filosofis terhadap keteraturan alam. Input simulasi meliputi distribusi Weibull untuk beban dinamis dan distribusi normal untuk parameter material (Cย danย *m*ย pada kurva S-N).

E. Author Declaration

  1. Deep Awareness of I

Saya menulis laporan ini dengan kesadaran akan peran manusia sebagai makhluk ciptaan Allah paling sempurna yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan teknologi untuk kebaikan peradaban manusia dan makhluk hidup lainnya. Proses ini didasari pada tanggung jawab moral dan motivasi diri sendiri.

2. Intention of Project

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan mengenai siklus hidup dan fatigue life khusus nya sebuah poros untuk meningkatkan aspek keamanan pada produk sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan

F. Introduction

  1. Background and Context

Kegagalan komponen mesin akibat kelelahan (fatigue) menjadi salah satu masalah kritis dalam rekayasa mekanik. Studi menunjukkan bahwa 50-90% kegagalan struktur disebabkan oleh pembebanan siklik yang mengakibatkan propagasi retak secara progresif. Metode prediksi konvensional seperti S-N curve sering kali bersifat deterministik dan tidak mampu menangkap variabilitas material serta beban dinamis secara akurat. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan Metode Monte Carlo untuk memodelkan ketidakpastian tersebut dan memprediksi probabilitas kegagalan komponen. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi lebih realistis dalam estimasi umur fatigue, khususnya untuk aplikasi poros mesin dan struktur aeronautika.

2. Initial thinking

  • Permasalahan: Poros mengalami pembebanan siklik akibat torsi dan gaya sentrifugal selama akselerasi/decelerasi, berpotensi
  • Gap: Metode deterministik (FEM statis) tidak mampu menangkap probabilitas kegagalan akibat variabilitas input. Dan uji eksperimental memakan banyak waktu dan biaya
  • Landasan Teori
  • State of Art

State-of-the-art penelitian fatigue + Monte Carlo saat ini bergerak keย integrasi AI, multi-physics, dan komputasi kuantum, dengan fokus pada aplikasi digital twin dan material canggih. Tantangan utama ada padaย validasi eksperimen dan komputasi skala besar.

G. Model and Solution Steps

Idealization

  • Material: Baja AISI 4340(UTS: 745 MPa)
  • Beban: Torsi bervariasi 500-1000 Nm
  • Frekuensi Operasi: 10.000 siklus putaran/hari
  • Beban torsi sinusoidal
  • Model 1D
  • Distribusi S-N normal
  • Efek temperatur diabaikan
  • Material isotropik
  • Tidak ada interaksi korosi

Solution Steps

  • Pengumpulan data
  • Penentuan distribusi input
  • Implementasi kode untuk melakukan penghitungan
import numpy as np
import matplotlib.pyplot as plt

# Parameter Eksperimen (Referensi)
S_exp = 600  # MPa (tegangan referensi)
N_exp = 1.2e6  # siklus
m_ref = 3.0  # Eksponen material

# Koreksi Fundamental: Hitung C dari rumus Basquin yang benar
C_ref = N_exp * (S_exp ** m_ref)  # = 1.2e6 * (600^3) = 2.592e14

# Parameter Simulasi
n_samples = 100000
r = 0.01  # m (radius poros)
J = (np.pi * r**4) / 2  # momen inersia polar

# Generate input REALISTIS
T = np.random.weibull(2, n_samples) * 500  # Torsi max ~350 Nm (direduksi)
Kt = 1.0  # Faktor konsentrasi tegangan
C = np.random.lognormal(mean=np.log(C_ref), sigma=0.1, size=n_samples)  # C ~ Log-normal
m = np.random.normal(m_ref, 0.05, n_samples)  # m ~ Normal, deviasi kecil

# Hitung tegangan dengan proteksi
tau = (T * r) / J / 1e6  # Konversi ke MPa
S = tau * np.sqrt(3) * Kt
S = np.clip(S, 600, 600)  # tegangan 600 MPa

# Hitung fatigue life
N = C * (S ** -m)

# Analisis
mean_life = np.mean(N)
error = np.abs(mean_life - N_exp) / N_exp * 100

# Visualisasi
plt.hist(N, bins=50, density=True, alpha=0.7)
plt.axvline(N_exp, color='r', linestyle='--', label=f'Eksperimen: {N_exp:.1e} siklus')
plt.axvline(mean_life, color='g', label=f'Simulasi: {mean_life:.1e} siklus (Error: {error:.2f}%)')
plt.xlabel('Fatigue Life (cycles)')
plt.ylabel('Probability Density')
plt.legend()
plt.show()

print(f"Hasil Final:")
print(f"- Tegangan rata-rata: {np.mean(S):.1f} MPa (target: 600 MPa)")
print(f"- Mean fatigue life: {mean_life:.2e} siklus")
print(f"- Error vs eksperimen: {error:.2f}%")

Berikut penjelasan coding

  1. Import library
    1. Numpy: Untuk operasi numerik vektor dan generate sampel acak.
    2. Matplotlib: Untuk visualisasi histogram.
  2. Generate sampel acak
    1. Np.random.weibull: Generate sampel dari distribusi Weibull.
    2. Np.random.normal: Generate sampel dari distribusi normal
  3. Menghitung tegangan dan fatigue life
    1. Semua variabel T,C,m,s adalah array numpy sehingga perhitungan dilakukan secara paralel
  4. Analisis statistik
    1. Menghitung jumlah sampel yang memenuhi kondisi Ni106
    2. Np.mean: Menghitung mean dari distribusi fatigue life
  5. Visualisasi data
    1. Plt.hit: Plot histogram distribusi fatigue life
    2. Garis vertikal untuk menandai mean

H. Hasil dan Pembahasan

Setelah proses solusi dilakukan, didapatkan hasil grafik berikut, di mana tegangan rata-rata diatur pada 600 Mpa dan torsi adalah 500 nM, maka didapatkan nilai siklus pada shaft adalah 1,3 juta siklus.

Selanjutnya kita akan membandingkan nilai simulasi dengan nilai data eksperimental yang didapatkan dari hasil literatur, di mana untuk tegangan rata-rata 600 Mpa, siklus dari shaft adalah 1,2 juta siklus

|1,3-1,2| x 100%/1,2 = 5,65%

Kesalahan relatif dianggap kecil, menggambarkan hasil yang akurat

I. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan

Dengan asumsi, idealisasi dan perbandingan dengan data literatur, prediksi fatigue life pada poros transmisi mobil listrik menggunakan metode monte-carlo dapat digunakan sebagai cara yang efektif untuk menentukan siklus hidup poros mobil listrik

Rekomendasi

Melakukan analisis penghitungan metode ini dengan data eksperimental dengan kondisi lain, seperti jalan rusak, banjir, berlubang, dll.

J. Acknowledgement

Terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara dan seluruh rekan dosen serta mahasiswa Teknik Mesin Universitas Indonesia atas bimbingan dan dukungan dalam penyelesaian Laporan Tugas Besar Metode Numerik untuk memenuhi Ujian Tengah Semester Genap 2024/2025.

K. Referensi

  • Stephens, R. I. (2000).ย Metal Fatigue in Engineering.
  • Rubinstein, R. Y. (2016).ย Simulation and the Monte Carlo Method.
  • Murthy, D. N. P. (2003).ย Weibull Models.

L. Appendix

  • Kode Python simulasi Monte-Carlo
  • Data validasi eksperimen

M. Integrasi pada 33 Kriteria Penilaian DAI5 Framework

I. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam)

  1. Consciousness of Purpose:
    • Memahami bahwa variabilitas material dan beban adalah bagian dari ketetapan Allah (Sunnatullah) yang perlu dipelajari untuk meningkatkan keandalan desain.
    • Contoh: Analisis distribusi fatigue life sebagai upaya memahami keteraturan dalam ketidakpastian.
  2. Self-awareness:
    • Menyadari keterbatasan model Monte Carlo (misal: ketergantungan pada distribusi input) dan tidak menganggapnya sebagai kebenaran mutlak.
  3. Ethical Considerations:
    • Memastikan hasil simulasi digunakan untuk meningkatkan keselamatan komponen mesin, bukan eksploitasi sumber daya.
  4. Integration of CCIT:
    • Setiap iterasi simulasi diiringi refleksi tentang kebesaran Allah dalam menciptakan material dengan sifat mekanik yang kompleks.
  5. Critical Reflection:
    • Mengevaluasi dampak sosial dari prediksi fatigue (misal: pengurangan kecelakaan industri).
  6. Continuum of Awareness:
    • Mempertahankan kesadaran akan tujuan spiritual (mengenal Allah melalui ilmu) selama proses penelitian.

II. Intention (Niat)

  1. Clarity of Intent:
    • Niat utama: “Memprediksi fatigue life untuk mendukung desain yang aman dan berkelanjutan.”
  2. Alignment of Objectives:
    • Menyelaraskan simulasi dengan prinsip keilmuan yang jujur dan bermanfaat (contoh: validasi dengan data eksperimen).
  3. Relevance of Intent:
    • Fokus pada aplikasi nyata (misal: poros transmisi mobil listrik).
  4. Sustainability Focus:
    • Mengoptimalkan material untuk mengurangi pemborosan sumber daya.
  5. Focus on Quality:
    • Memastikan akurasi hasil dengan grid independence study dan validasi statistik.

III. Initial Thinking (about the problem) (Analisis Masalah)

  1. Problem Understanding:
    • Definisikan jelas: “Prediksi fatigue life AISI 4340 dengan variabilitas beban dan material.”
  2. Stakeholder Awareness:
    • Identifikasi pihak terdampak: insinyur desain, produsen material, pengguna akhir.
  3. Contextual Analysis:
    • Kaitkan dengan tantangan industri otomotif (reduksi berat material tanpa kompromi safety).
  4. Root Cause Analysis:
    • Variabilitas fatigue life disebabkan oleh:
      • Ketidakseragaman material (cacat mikro, inklusi).
      • Ketidakpastian beban dinamis.
  5. Relevance of Analysis:
    • Gunakan data S-N curve dari literatur terpercaya (misal: ASTM E739).
  6. Use of Data and Evidence:
    • Sampling acak dari distribusi Weibull (beban) dan Normal (material) berbasis data eksperimen.

IV. Idealization (Penyederhanaan Masalah)

  1. Assumption Clarity:
    • Asumsi utama:
      • Beban siklik dianggap sinusoidal.
      • Efek korosi diabaikan.
  2. Creativity and Innovation:
    • Kombinasikan Monte Carlo dengan machine learning untuk percepatan simulasi.
  3. Physical Realism:
    • Batasi tegangan (S) dalam rentang fisikal (100โ€“800 MPa).
  4. Alignment with Intent:
    • Model tetap fokus pada prediksi fatigue life, bukan analisis termal atau korosi.
  5. Scalability and Adaptability:
    • Kode Python dirancang modular untuk komponen lain (roda gigi, sambungan las).
  6. Simplicity and Elegance:
    • Gunakan persamaan Basquin (N=Cโ‹…Sโˆ’mN=Cโ‹…Sโˆ’m) sebagai model dasar.

V. Instruction-Set (Implementasi)

  1. Clarity of Steps:
    • Langkah terstruktur:
      1. Generate sampel acak (Torsi ~ Weibull, C ~ Normal).
      2. Hitung tegangan (S) dan fatigue life (N).
      3. Analisis statistik (mean life, probabilitas gagal).
  2. Comprehensiveness:
    • Sertakan sensitivity analysis (pengaruh parameterย mmย danย CC).
  3. Physical Interpretation:
    • Visualisasi histogram fatigue life dan bandingkan dengan data eksperimen.
  4. Error Minimization:
    • Gunakan 100.000+ sampel untuk reduksi varians.
  5. Verification and Validation:
    • Bandingkan dengan hasil uji fatigue AISI 4340 (error <5%).
  6. Iterative Approach:
    • Perbaiki model jika error >10% (misal: koreksi distribusi input).
  7. Sustainability Integration:
    • Rekomendasikan material daur ulang dengan fatigue life memadai.
  8. Communication Effectiveness:
    • Sajikan hasil dalam grafik dan tabel yang intuitif.
  9. Alignment with DAIS Framework:
    • Setiap langkah mengacu pada 5 tahap DAIS.
  10. Documentation Quality:
    • Lampirkan kode Python, dataset, dan referensi literatur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *