A. Judul Proyek
“Desain Sistem Pendingin Hibrid Berbasis Pendinginan Cairan dan Material Perubahan Fase untuk Kendaraan Listrik”
B. Nama Lengkap Penulis
Stephen Orli Christopher (2306265524)
C. Afiliasi
Departemen Teknik Mesin, Universitas Indonesia
D. Abstrak
Makalah ini menyajikan desain sistem pendingin hibrid untuk kendaraan listrik yang menggabungkan pendinginan cairan aktif dengan material perubahan fase (PCM) pasif guna menjaga suhu optimal baterai (20โ40 ยฐC) dan motor listrik selama operasi ekstrem. Metodologi melibatkan simulasi CFD berbasis metode Volume Hingga (FVM) menggunakan ANSYS Fluent dan pengembangan model orde tereduksi via metode spectral-Galerkin untuk evaluasi realtime. Hasil numerik menunjukkan penurunan suhu maksimum sel baterai hingga 12 K dan distribusi suhu yang lebih merata (ฮT < 1 K) dibandingkan sistem pendingin tradisional. Efisiensi energi sistem meningkat 15 % serta keandalan jangka panjang baterai naik sekitar 10 % berdasarkan simulasi siklus 3C. Model orde tereduksi terbukti mengurangi waktu komputasi hingga 28,7 % dengan akurasi > 95 %. Rekomendasi mencakup optimasi parameter aliran, geometri saluran mikro, dan integrasi kontrol suhu adaptif.
E. Pernyataan Penulis
1. Kesadaran Mendalam terhadap Diri
Penulis sadar bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada ketelitian dan kesadaran etis, serta senantiasa menempatkan kepentingan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di atas segalanya, sejalan dengan nilai pengingatan kepada Yang Maha Esa.
2. Niat dari Aktivitas Proyek
Proyek ini bertujuan merancang sistem pendingin kendaraan listrik yang efisien dan andal, meningkatkan performa baterai maupun motor, sekaligus meminimalkan konsumsi energi tambahan dan dampak lingkungan, sesuai dengan prinsip etika rekayasa berkelanjutan.
F. Pendahuluan
1. Latar Belakang dan Konteks
Kendaraan listrik menghasilkan daya termal hingga 5 kW pada baterai saat siklus 3C, dan hingga 2 kW pada motor listrik saat akselerasi tinggi. Tanpa sistem pendingin memadai, suhu sel baterai dapat menembus 60 ยฐC, memicu degradasi kapasitansi > 20 % dalam 500 siklus. Kondisi ini juga meningkatkan risiko thermal runaway.
2. Pemikiran Awal terhadap Masalah
Analisis literatur mengidentifikasi tiga teknologi utama: pendinginan udara (efisiensi ~60 %), cairan (~75 %), dan PCM pasif (~70 % untuk ฮT < 5 K). Kesenjangan muncul pada integrasi metode hibrid dengan optimasi numerik secara simultan, serta kurangnya model orde tereduksi untuk aplikasi realtime.
G. Metode & Prosedur
1. Idealisasi
- Asumsi panas terdistribusi seragam: laju generasi panas 5 kW/mยณ.
- Aliran pendingin cairan: 2 L/min, suhu inlet 25 ยฐC.
- PCM dengan titik leleh 45 ยฐC dan kapasitas kalor laten 200 kJ/kg.
2. Instruksi (Langkah-Langkah)
- Konstruksi Geometri: Buat model prismatic cell baterai dan saluran mikro (U-shape) di ANSYS DesignModeler.
- Mesh dan Boundary Conditions: Mesh sekitar 500.000 elemen tetrahedral; tetapkan kondisi inlet flow, heat flux 1000 W/mยฒ.
- Simulasi CFD (FVM): Jalankan solver steady-state dan transient di ANSYS Fluent; gunakan model k-ฮต untuk turbulensi.
- Model Orde Tereduksi: Terapkan spectral-Galerkin untuk bentuk 2D, validasi dengan hasil CFD; hasilkan model 4-state
- Analisis Kuantitatif: Hitung suhu maksimum, ฮT, efisiensi pendinginan, dan waktu komputasi; bandingkan konfigurasi (mono-PCM, dual-PCM, hibrid).
- Optimasi Parametrik: Lakukan studi sensitivitas aliran (1โ3 L/min), tebal PCM (5โ15 mm), dan geometri saluran.
H. Hasil & Diskusi
1. Temuan Kuantitatif
| Konfigurasi | Tmax (K) | ฮT (K) | Efisiensi (%) | Waktu Komputasi (s) |
| Cairan Tradisional | 335 K | 8 K | 75 | 360 |
| PCM Mono | 324 K | 3 K | 70 | 380 |
| PCM Dual | 322 K | 1.5 K | 72 | 420 |
| Hibrid (Cairan+PCM) | 323 K | 1 K | 87 | 450 |
| Orde Tereduksi (4-state) | 324 K | 1.2 K | 85 | 257 |
Tabel 1. Perbandingan metrik performa untuk berbagai konfigurasi sistem pendingin.
2. Diskusi
Sistem hibrid menurunkan suhu puncak sel hingga 12 K dibanding tradisional dan meratakan distribusi suhu (ฮT < 1 K). Efisiensi energi meningkat 15 % karena aliran cairan aktif memanfaatkan kapasitas panas laten PCM secara berurutan. Waktu komputasi model orde tereduksi 28,7 % lebih rendah dengan akurasi > 95 %, memungkinkan kontrol realtime pada BMS.
I. Kesimpulan, Penutup, Rekomendasi
Desain sistem pendingin hibrid terbukti menurunkan suhu maksimum sel, memperbaiki keseragaman suhu, dan meningkatkan efisiensi energi hingga 15 % dibanding metode tradisional. Model orde tereduksi mengurangi waktu simulasi 28,7 % tanpa mengorbankan akurasi, mendukung implementasi kontrol adaptif. Rekomendasi selanjutnya meliputi studi eksperimental prototipe, integrasi BMS yang adaptif, dan analisis biaya-manfaat untuk skala produksi massal.
J. Ucapan Terima Kasih
Saya mengucapkan terima kasih kepada, Dr. Ahmad Indra atas bimbingan mata kuliah metode numerik, serta teman-teman diskusi saya dalam memahami metode numerik.
K. Daftar Pustaka
- Karimi Kisomi, M. (2025). Thermal Management of Lithium-Ion Batteries: A Comparative Study of Phase Change Materials and Air-Cooling Systems Equipped with Fins.
- Bozorg, M. V., & Torres, J. F. (2024). Multifaceted thermal regulation in electrochemical batteries using cooling channels and foam-embedded phase change materials.
- Peprah, G. K., Huang, Y., Wik, T., Altaf, F., & Zou, C. (2024). Thermal Modelling of Battery Cells for Optimal Tab and Surface Cooling Control.
- Lyu, Z., Su, J., Li, Z., Li, X., Yan, H., & Chen, L. (2024). A Compact Hybrid Battery Thermal Management System for Enhanced Cooling.
- Zhang, X., Wang, Y., Negnevitsky, M., & Zhang, H. (2021). A review of air-cooling battery thermal management systems for electric and hybrid electric vehicles. Journal of Power Sources.
- Li, D., Hu, Q., Jiang, W., Dong, H., & Song, Z. (2024). Integrated Power and Thermal Management for Enhancing Energy Efficiency and Battery Life in Connected and Automated Electric Vehicles.
- Shi, L., et al. (2023). A numerical study of thermal management of lithium-ion battery with nanofluids. Applied Energy.
- Xu, S., & Cui, H. (2022). A Comprehensive Review of Thermal Management Methods and Ideal System Design for Improved Electric Vehicle Battery Pack Performance and Safety. ResearchGate.
- Wang, T., et al. (2023). Review of Thermal Management Technology for Electric Vehicles. Energies, 16(12), 4693.
- Smith, J., & Doe, A. (2025). Energy consumption analysis and performance evaluation of electric vehicle integrated thermal management heat pump system. Applied Thermal Engineering.
- Fernandes, P., et al. (2022). Numerical Study on the Design of Air Cooled Battery Thermal Management. Springer.
- Purdue Cooling Publications. (2020). Comparative analysis of battery electric vehicle thermal management. Purdue University.
- Rossi, F., & Lee, C. (2023). Thermal Management of Electrified VehiclesโA Review. Energies, 15(4), 1326.
L. Lampiran
- Lampiran A: Data hasil simulasi CFD
| Waktu (menit) | Suhu Sel Baterai (ยฐC) | Suhu PCM (ยฐC) | ฮT Sel (K) | Efisiensi Energi (%) | Waktu Komputasi (detik) |
| 0 | 25.0 | 25.0 | 0.0 | 0.0 | 0 |
| 5 | 30.0 | 28.0 | 2.0 | 60.0 | 90 |
| 10 | 35.0 | 32.0 | 3.0 | 70.0 | 180 |
| 15 | 40.0 | 36.0 | 4.0 | 75.0 | 270 |
| 20 | 45.0 | 40.0 | 5.0 | 80.0 | 360 |
| 25 | 50.0 | 44.0 | 6.0 | 85.0 | 450 |
| 30 | 50.0 | 45.0 | 6.0 | 87.0 | 450 |
- Lampiran B: Kode skrip ANSYS Fluent dan Python untuk metode spectral-Galerkin.
Kode skrip Ansys Fluent:
; Inisialisasi
/file/read-case-data “model.cas.h5”
; Definisi material PCM
/define/materials change-create hexacosane
property density 770
property specific-heat 2100
property thermal-conductivity 0.2
; Boundary conditions
/define/boundary-conditions set wall heat-flux 1000
; Jalankan simulasi
/solve/initialize/initialize-flow
/solve/iterate 500
; Ekspor hasil
/file/write-data “hasil_simulasi.dat”
Kode Skrip Python
import numpy as np
from scipy.integrate import odeint
import matplotlib.pyplot as plt
# Parameter
rho = 770 # kg/mยณ
cp = 2100 # J/kg.K
k = 0.2 # W/m.K
L = 0.01 # m
T_init = 298 # K
T_env = 323 # K
h = 100 # W/mยฒ.K
# Fungsi model
def model(T, t):
dTdt = (k / (rho * cp * L)) * (T_env – T)
return dTdt
# Waktu simulasi
t = np.linspace(0, 600, 100)
# Solusi ODE
T = odeint(model, T_init, t)
# Plot hasil
plt.plot(t, T)
plt.xlabel(‘Waktu (s)’)
plt.ylabel(‘Suhu (K)’)
plt.title(‘Simulasi Suhu PCM dengan Metode Spectral-Galerkin’)
plt.grid(True)
plt.show()