ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI.DAI5 | DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia|

Studi Kasus Integrasi Numerik Menggunakan DAI5 Untuk Konduksi Panas Steady State 2D PART 4– Golda Meirstein (2306155395)

Output yang akan didapatkan adalah seperti dibawah ini:

Kesimpulan

1. Curve Fitting

  • Model kuadratik (a x^2 + b x + c) memberikan hasil yang akurat dalam merepresentasikan data temperatur untuk setiap baris J2  hingga J10, dengan pola peningkatan temperatur di tengah dan penurunan di ujung yang konsisten dengan data. Contohnya, J2: T(x) = -211.36 x^2 + 229.68 x + 290.78 dan J10: T(x) = -296.21 x^2 + 299.26 x + 294.85, menangkap puncak temperatur dari 370 K (J2) hingga 386 K (J10).
  • Pemilihan metode curve fitting kuadratik terbukti efektif untuk memodelkan tren suhu sepanjang arah x (dari I2 I2 I2 hingga I10), menangkap simetri data dengan akurasi yang baik.

2. Perhitungan Daya Panas

  • Menggunakan hukum Fourier, distribusi heat flux dihitung berdasarkan gradien temperatur sepanjang arah x, menghasilkan persamaan linier seperti J2:qx=6848.18x−3720.85 W/m2 dan J10:qx=9597.27x−4847.97 W/m2. Heat flux meningkat dari negatif di x=0 ke positif di x=0.9, mencerminkan perubahan arah aliran panas.
  • Energi panas maksimum yang diperoleh dalam simulasi ini adalah -476.28 W (pada J10), sedangkan minimum adalah -575.25 W (pada J2), menunjukkan variasi daya berdasarkan perbedaan gradien temperatur.
  • Total daya sistem adalah -4731.87 W, yang konsisten dengan fenomena konduksi panas pada plat, di mana gradien temperatur yang lebih besar pada baris dengan temperatur puncak lebih tinggi (seperti J10)menghasilkan heat flux yang lebih intens.

3. Visualisasi Persebaran Daya dan Temperatur

  • Distribusi energi panas dan temperatur menunjukkan korelasi yang sesuai dengan prinsip konduksi panas, di mana heat flux meningkat sepanjang xdan bervariasi antar baris J, dengan area tengah plat menunjukkan temperatur dan heat flux tertinggi.
  • Heatmap distribusi heat flux menunjukkan bahwa sisi atas plat (J10 memiliki daya keluar sekitar -476.28 W, sementara sisi bawah (J2) memiliki daya keluar sekitar -575.25 W. Sisi kiri dan kanan memberikan kontribusi kecil (masing-masing ≈ -0.08 W dan ≈ -50.06 W), mencerminkan simetri data dan aproksimasi batas.
  • Heatmap distribusi temperatur menunjukkan bahwa suhu berkisar antara 290.78 K (pada ujung J2) hingga 386 K (puncak pada J10), dengan area tengah lebih panas dibandingkan ujung-ujung, konsisten dengan pola data.

Sekian penjelasan dari saya, bila ada kekurangan mohon dimaafkan. semoga dapat bermanfaat bahi hidup kita sekarang dan selanjutnya, terima kasih.