Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pada blog kali ini, saya Ghina Khairani dengan NPM 2306215274 dari kelas metnum 03 akan sedikit berbagi mengenai permasalahan yang selalu muncul dan ramai setiap tahunnya di negara kita, yaitu brain drain.
Banyaknya para pelajar dan SDM berbakat dan profesional memilih untuk menetap di negara luar, yang ramai menjadi pembicaraan adalah para penerima beasiswa yang sebenarnya memiliki keinginan besar untuk membangun dan memajukan Indonesia. Namun, mereka dihadapkan dengan realita di tanah air (minimnya penghargaan atas kompetensi mereka, kurangnya fasilitas riset, dan kesempatan berkembang yang sempit), situasi ini menempatkan mereka dalam dilema antara kembali dengan segala keterbatasan atau tetap di luar negeri dengan harapan dapat memberi manfaat bagi Indonesia dari kejauhan. Disini saya akan menggunakan pendekatan DAI5 serta sedikit selipan materi metode numerik
- Deep Awareness (of) I – Memahami posisi mereka
Kesadaran mendalam berarti memahami bahwa tantangan yang dihadapi para penerima beasiswa bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah sistemik yang mencerminkan kondisi ekosistem pendidikan, riset, dan pengembangan di Indonesia. Mereka sadar akan tanggung jawab moral mereka untuk membangun tanah air, namun juga realistis bahwa keterbatasan di dalam negeri bisa menjadi penghambat utama dalam mencapai tujuan tersebut.
- Intention – Harus tetap berkontribusi
Niat para penerima beasiswa tetaplah untuk berkontribusi bagi Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka ingin membangun bangsa dengan ilmu dan pengalaman yang telah mereka peroleh. Namun, niat ini harus diseimbangkan dengan realita yang ada, sehingga strategi kontribusi perlu disesuaikan “apakah dengan kembali ke Indonesia atau tetap di luar negeri sambil berkontribusi melalui kolaborasi riset, investasi, atau program lain yang bermanfaat bagi Indonesia?”.
- Initial Thinking – Segala pertimbangan dan faktor
Tahap ini dapat dimulai dengan mengumpulkan data dan analisis awal tentang fenomena brain drain. Beberapa pertanyaan kunci yang bisa digunakan antara lain:
Berapa banyak penerima beasiswa luar negeri dari Indonesia dalam 10 tahun terakhir yang memilih untuk stay di luar negeri? Dengan mengetahui perbandingan yang memilih untuk stay di luar dan kembali ke Indonesia dapat diambil kesimpulan, selain itu dapat juga mempertanyakan alasan dan faktor pertimbangan mereka atas kepetusan tersebut
Bagaimana pola kontribusi mereka terhadap Indonesia meskipun mereka tetap berada di luar negeri? Apakah kontribusi ini benar lebih efektif berdampak pada Indoensia walau mereka tidak kembali menetap di Indonesia, berapa kali lipat dampak yang dapat diberikan saat mereka menetap di luar negeri dibandingkan mereka menetap di Indenesia?
- Idealization – Ruang yang serba terbatas
Dapat diasumsikan bahwa keputusan para penerima beasiswa untuk kembali atau tetap di luar negeri bergantung pada beberapa faktor utama seperti, Ketersediaan fasilitas riset dan pengembangan di dalam negeri, Kesempatan karir dan pengakuan terhadap kompetensi individu, Potensi dampak yang bisa mereka berikan dari luar negeri dibandingkan jika mereka kembali, Kebijakan pemerintah terkait program beasiswa dan insentif bagi mereka yang kembali.
- Instruction Set – Set Instruksi
Dalam penyelesaiaan ini dapat diterpakan metode numerik untuk menganalisis data. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah model regresi statistik yang menghubungkan jumlah penerima beasiswa dengan pola kontribusi mereka terhadap Indonesia. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menggunakan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta LPDP untuk melihat tren jumlah penerima beasiswa dan pola kontribusi mereka.
- Menerapkan analisis regresi untuk menentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap keputusan kembali atau tetap di luar negeri.
- Melakukan simulasi dengan metode interpolasi atau ekstrapolasi untuk memprediksi efek dari kebijakan baru, seperti peningkatan insentif atau perbaikan fasilitas riset.
- Membandingkan kebijakan Indonesia dengan negara lain yang berhasil mempertahankan talenta akademiknya atau memanfaatkan diaspora ilmuwan mereka secara optimal.
Dengan kombinasi pendekatan DAI5 dan metode numerik, dapat dikeembangkan strategi berbasis data untuk mengatasi fenomena brain drain tanpa harus memaksa kepulangan para SDM berkualitas. Sebaliknya, dengan mencari solusi agar mereka tetap bisa memberikan dampak signifikan bagi Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga potensi besar yang dimiliki tidak terbuang sia-sia.
Berikut adalah video CFDSOF 2D Heat Conduction saya