ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia : Indonesia leading CFD services company with Inhouse CFD Technology |

Penurunan Penjualan Bahan Bakar Minyak Pertamina ditinjau Dalam Kerangka Berpikir DAI5- Daffa Ryan Hudaya (2306219511)

Beberapa waktu yang lalu, kita dibuat heboh dengan berita kasus korupsi Pertamina yang kerugiannya mencapai Rp 193 Triliun. Penurunan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina baru-baru ini menjadi sorotan publik. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga mencerminkan menurunnya kepercayaan publik terhadap produk dan layanan yang disediakan. Untuk memahami situasi ini secara mendalam, saya menggunakan kerangka berpikir DAI5, sebuah metode pemecahan masalah yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ahmad Indra, yang terdiri dari lima langkah utama: Deep Awareness (of) I, Intention, Initial Thinking (about the problem), Idealization, dan Instruction-Set.

1. Deep Awareness (of) I
Pertamina sebagai supplier dan produsen harus menyadari bahwa penurunan penjualan ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga menyangkut kredibilitas dan citra dari perusahaan. Kesadaran akan pentingnya transparansi dan kualitas produk sangat krusial dalam mempertahankan kepercayaan publik.

2. Intention
Tujuan utama yang harus ditetapkan adalah memulihkan kepercayaan publik dan memastikan kualitas produk. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan, menindak tegas oknum yang terlibat dalam pemalsuan BBM, serta memperkuat komunikasi dengan pelanggan.

3. Initial Thinking
Analisis awal menunjukkan bahwa penurunan penjualan disebabkan oleh dua faktor utama yaitu isu BBM oplosan dan dugaan korupsi yang besar. BBM oplosan membuat konsumen khawatir akan kualitas BBM yang digunakan oleh mereka dan dampaknya kepada kendaraan mereka dalam jangka panjang. Selain itu, kepercayaan investor dan konsumen menurun mengakibatkan mereka beralih ke penyedia BBM kompetitor.

4. Idealization
Membayangkan kondisi ideal di mana Pertamina memiliki sistem distribusi BBM yang bersih, transparan, dan berkualitas. Dalam kondisi ini Pertamina perlu mengevaluasi diri dengan tidak mengedarkan BBM oplosan di pasaran dan melakukan audit yang dilakukan secara berkala.

5. Instruction-Set
Langkah konkret yang bisa diambil:

  1. Melakukan audit berkala oleh lembaga independen untuk memastikan kualitas BBM.
  2. Mengedukasi publik mengenai cara membedakan BBM asli dan oplosan.
  3. Meningkatan pengawasan SPBU untuk memastikan kepatuhan terhadap standar.
  4. Memberikan sanksi tegas bagi oknum yang terbukti melakukan penyimpangan.

Kesimpulan

Dengan menerapkan kerangka DAI5, Pertamina dapat melakukan refleksi mendalam, menetapkan tujuan perbaikan yang jelas, menganalisis permasalahan secara komprehensif, mengidealkan solusi yang efektif, dan mengimplementasikan tindakan nyata untuk memulihkan kepercayaan publik serta meningkatkan kinerja perusahaan meskipun hal tersebut memerlukan waktu yang sangat lama, hal tersebut perlu dilakukan sehingga mereka dapat mengembalikan kepercayaan konsumen.

Video Simulasi CFDSOF:

Fitted Curve dari simulasi CFDSOF

Temperature vs Position



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *