ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI.DAI5 | DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia | 8N8 |

Linear Equations (Persamaan Linear)

Untuk mengerjakan Ax = b, kuncinya bukan menghafal rumus, tetapi memahami bagaimana mengubah A menjadi bentuk yang bisa โ€˜disubstitusiโ€™ dengan cepat. Di bab ini mencakup inti LU, QR (Gramโ€“Schmidt), serta mempercepat perhitungan determinan dan invers. Cukup sekali dekomposisi, sisanya tinggal substitution.

1. Sistem Persamaan Linear dalam bentuk matriks

Sistem tersebut ditulis sebagai Ax = b dengan:

  • A: matriks koefisien (mxn),
  • x: vektor variabel,
  • b: vektor ruas kanan

Tujuan: Menemukan x secara efisien dan stabil secara numerik

2. Triangular systems and back-substitutions

Jika A sudah berbentuk segitiga atas (upper triangular) T, kita bisa menyelesaikan dari bawah ke atas (back-substitution):

Jika A segitiga bawah (lower triangular), lakukan forward-substitution dari atas ke bawah.

Kedua teknik inilah yang menjadi “mesin eksekusi” di balik dekomposisi LU/QR.

3. Reduction to triangular form

Karena sistem segitiga cenderung mudah diselesaikan, strategi yang umum digunakan adalah mengubah A menjadi bentuk segitiga, lalu melakukan substitusi. Dua cara yang banyak digunakan:

A. LU Decomposition

A = L U, dengan L segitiga bawah (biasanya diagonalnya 1) dan U segitiga atas. Menyelesaikan Ax=b menjadi dua langkah cepat:

  • Ly=b (forward)
  • Ux=y (back)

Catatan:

  • Faktor L dan U diperoleh dengan algoritma seperti Doolittle (diagonal L = 1)
  • Unik jika diberi syarat tambahan dan umumnya O(n3) waktu komputasi
B. QR Decomposition

A = Q E, dengan Q ortogonal (QTQ = I) dengan R segitiga atas.

Untuk Ax = b, kalikan kedua sisi dengan QT:

Rx = QTb

Keunggulan: QR lebih stabil secara numerik untuk soal-soal yang “kondisinya kurang baik”, terutama bila memakai Householder/Givens atau modified Gram-Schmidt.

4. Gram-Schmidt (membangun Q dan R)

Diberi kolom-kolom a1โ€‹,โ€ฆ,am dari A, Gram-Schmidt menghasilkan kolom ortonormal q1,…,qm (membentuk Q) dan koefisien R:

โ€‹Sketsa algoritma (versi termodifikasi/stabil):

Hasilnya: A = QR, dengan R berbentuk segitiga atas berisi koefisien proyeksi.

5. Determinan matriks secara efisien

Dekomposisi membuat determinan menjadi mudah:

LU (dengan diagonal L = 1):

QR:

Keduanya O(n3) tetapi jauh lebih stabil dari ekspansi kofaktor.

6. Inverse matriks lewat penyelesaian sistem

Untuk mendapatkan A-1 (jika A bujursangkar dan invertibel), selesaikan

Axi = ei (i = 1,…,n),

di mana ei adalah vektor satuan. Kolom-kolom penyelesaian xi membentuk A-1. Praktiknya: Lakukan satu kali LU/QR, lalu ulangi substitusi untuk tiap ei. Ini lebih efisien dari “rumus adjoint”.

7. Contoh kalkulator Linear Equation

Kalkulator Linear: LU, QR, Determinan, Invers (tanpa CSS)

🧮 Kalkulator Linear (LU / QR / det / invers)

1) Ukuran Matriks
2) Masukkan Matriks A dan vektor b
3) Operasi

Hasil


Catatan pakai
  1. Atur ukuran n, lalu klik Buat/Perbarui Grid.
  2. Isi A dan b, atau klik Muat Contoh.
  3. Tekan tombol operasi yang diinginkan. Pembulatan tampilan 4 desimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *