Menurut Prof. Dr. Ahmad Indra Siswantara (Prof. DAI), Komputasi Teknik sebaiknya dipelajari berlandaskan โself-consciousnessโ karena proses problem solving tidak terjadi semudah membalik telapak tangan, namun dimulai dari niat (intention) dan kesadaran personal yang memandu apa yang ingin kita capai, serta cara kita melihat dan memodelkan dunia.
Dalam framework DAI5 yang beliau kembangkan, self-consciousness membantu kita menyaring informasi, menentukan prinsip, serta menetapkan asumsi. Framework ini juga menekankan peran โbrainwareโ (nalar analitis dan/atau komputasional untuk hal-hal yang bersifat kuantitatif) dan โheartwareโ (nilai, etika, dan dimensi spiritual untuk aspek yang bersifat kualitatif). Singkatnya, DAI5 membantu kita untuk dapat lebih bertanggung jawab dalam proses belajar dan berpikir secara komputasional, yang berujung pula pada lebih bermaknanya proses-proses tersebut.