ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | CFDSOF | VisualFOAM | 8N8 | DAI5 eBook Free Download |

Analisis Pengaruh Vortex Generator terhadap Efisiensi Aerodinamis Menggunakan Simulasi Metode Elemen Hingga (FEM) dengan Software STARCCM+ – Aditya Andra Yudhistyra (2306265511)

ุจูุณู’ู…ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู€ูฐู†ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

Perkenalkan, nama saya Aditya Andra Yudhistyra dengan NPM 2306265511, dari kelas Metode Numerik 03. Pada blog kali ini, saya akan melakukan pembahasan mengenai Metode Finite Element serta Computational Fluid Dynamics (CFD) dalam menganalisis dampak pengaruh vortex generator terhadap pola aliran udara yang melintasi suatu objek.

Dalam dunia engineer, khususnya dalam melakukan desain terhadap aerodinamika, memiliki pemahaman mendalam mengenai interaksi antara aliran udara dan objek sangat penting. Hal ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi serta kinerja aerodinamis. Metode Finite Element digunakan untuk membagi geometri kompleks menjadi elemen-elemen kecil sehingga lebih mudah dianalisis secara numerik, CFD sendiri berfungsi untuk menyimulasikan dan menggambarkan perilaku fluida secara menyeluruh dan akurat.

Simulasi ini memiliki tujuan utama untuk mengevaluasi peran vortex generator dalam menurunkan drag dan meningkatkan efisiensi aliran udara. Vortex generator bekerja dengan menghasilkan turbulensi kecil yang menjaga aliran udara tetap melekat pada permukaan benda, sehingga mencegah terjadinya pemisahan aliran yang dapat memicu peningkatan dari drag.

Melalui metode ini, diperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai efektivitas dari vortex generator dalam menyempurnakan desain aerodinamika dan melakukan penghematan energi.

Dalam melakukan pemahaman mengenai aliran fluida di sekitar objek, eksperimen sering kali dilakukan, tetapi hal ini memiliki keterbatasan dari segi biaya, waktu, dan kompleksitas pengukuran. Oleh karena itu, simulasi numerik seperti Computational Fluid Dynamics (CFD) menjadi alternatif yang sangat berguna untuk mengamati fenomena aliran secara detail dan lebih efisien.

Pada studi ini, digunakan software STARCCM+ untuk mensimulasikan aliran udara. Hasil simulasi ini memberikan informasi penting berupa distribusi kecepatan, tekanan, serta drag yang dialami oleh objek.

Untuk mendalami pemahaman dan proses berpikir digunakan framework DAI5 sebagai berikut :

1. Deep Awareness of I

Untuk mengetahui serta memahami peran metode elemen hingga (FEM) dalam simulasi aliran udara, penting bagi saya untuk menyadari bagaimana proses numerik ini bekerja secara fundamental. FEM sendiri bukan sekadar alat komputasi, melainkan sebuah pendekatan matematis yang memungkinkan kita menghitung variabel kompleks seperti tekanan, kecepatan, dan gaya hambat (drag) dengan membagi geometri menjadi elemen-elemen kecil.

Setiap elemen dianalisis untuk memahami perilaku aliran secara keseluruhan. Saya menyadari bahwa pemahaman menyeluruh terhadap cara FEM menyelesaikan persamaan aliran menjadi kunci untuk membaca bagaimana fluida berinteraksi dengan bentuk permukaan objek, terutama saat disertai pemasangan vortex generator

2. Intention

Saya memiliki niat untuk memahami lebih dalam bagaimana perilaku aliran udara dipengaruhi oleh bentuk geometri yang diuji melalui simulasi numerik. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara distribusi kecepatan dan tekanan terhadap gaya hambat yang muncul pada permukaan benda.

Melalui simulasi CFD dengan STARCCM+, saya berharap untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai fenomena aerodinamika. Selain itu, saya juga ingin melatih kemampuan saya dalam menginterpretasikan hasil simulasi, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip yang telah saya pelajari sebelumnya.

3. Initial Thinking

Sebelum melakukan simulasi, saya memperkirakan bahwa bentuk geometri yang memiliki sudut tajam atau perubahan kontur yang mendadak akan menyebabkan gangguan aliran, seperti separasi atau turbulensi. Saya juga memiliki dugaan bahwa wilayah dengan percepatan aliran tinggi akan menunjukkan tekanan yang lebih rendah, sebagaimana dijelaskan oleh prinsip Bernoulli.

Selain itu, saya memperkirakan juga bahwa garis arus akan cenderung mengikuti kontur benda selama tidak adanya separasi, dan bahwa nilai drag force akan meningkat jika aliran terganggu secara signifikan. Lalu saya juga memiliki dugaan bahwa distribusi tekanan akan memberikan kontribusi besar terhadap gaya hambat total, terutama di bagian depan dan permukaan atas geometri tersebut.

Sebelum simulasi dijalankan juga, saya perlu memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip dasar yang menggambarkan perilaku aliran fluida, khususnya udara, di sekitar permukaan objek. Pemahaman awal ini menjadi dasar dalam memvalidasi simulasi yang dilakukan. Salah satu konsep fundamental adalah persamaan Bernoulli, yang merupakan bentuk konservasi energi pada fluida. Persamaan ini menyatakan bahwa total energi dalam aliran fluida adalah konstan sepanjang garis aliran:

Selain energi, hukum konservasi massa juga berlaku, seperti pada persamaan kontinuitas. Dalam aliran fluida yang inkompresibel, persamaan ini menyatakan bahwa massa fluida tidak diciptakan atau dihancurkan di suatusistem:

Lalu, untuk mengetahui bagaimana aliran berubah karena pengaruh gaya (tekanan, viskositas, dan gaya luar), digunakan persamaan Navier-Stokes, yang merupakan bentuk hukum kekekalan momentum dalam fluida:

Dengan rumus-rumus dasar ini, kita dapat memperkirakan distribusi tekanan dan kecepatan di sekitar permukaan objek, serta memperkirakan bagaimana vortex generator dapat memengaruhi karakteristik aliran, terutama dalam mengendalikan turbulensi dan mengurangi drag.

4. Idealization

Dalam dunia numerik, hal ini disebut sebagai proses idealisasi di mana sistem fisik dikonversi menjadi model matematis dan komputasional yang lebih terstruktur dan mudah dihitung. Dengan melakukan idealisasi, kita dapat menjalankan simulasi secara efisien dan tetap memperoleh hasil yang relevan dan akurat. Lalu munculah beberapa asumsi dalam simulasi ini yaitu:

1. Aliran Steady-State
Aliran diasumsikan steady, artinya kecepatan dan tekanan tidak akan berubah terhadap waktu. Meskipun aliran bisa bersifat transien, pendekatan steady-state cukup representatif untuk mengevaluasi pengaruh geometris terhadap drag.

2. Fluida Incompressible dan Newtonian
Udara dianggap sebagai fluida yang incompressible dan bersifat Newtonian, sehingga viskositasnya dianggap konstan.

3. Simetri Geometri
Karena objek simetris, maka simulasi dilakukan hanya pada setengah bagian untuk menghemat waktu komputasi, dengan tetap menjaga akurasi hasil melalui penerapan boundary condition simetris.

4. Model Turbulensi k-ฮต
Model ini dipilih karena seimbang antara akurasi dan efisiensi komputasi dalam menangani aliran turbulen. Vortex generator diperkirakan menimbulkan turbulensi dan bisa dianalisis dengan baik melalui pendekatan ini.

5. No-slip Boundary Condition
Permukaan yang padat dianggap sebagai dinding dengan kecepatan nol relatif terhadap fluida (tidak ada slip), sesuai dengan asumsi pada dinamika fluida.

5. Instruction-set

1. Pembuatan Geometri
Menentukan model 3D dari objek aerodinamis, lalu vortex generator ditambahkan pada permukaan objek, dengan variasi jumlah atau posisi bila diperlukan.

2. Pembuatan Mesh (Discretization dengan FEM)
Geometri kemudian didiskritisasi menjadi elemen-elemen kecil (mesh). Pemilihan jenis mesh dan pengaturan ukuran mesh menjadi kunci dalam mencapai keseimbangan antara akurasi hasil dan waktu komputasi.

3. Penetapan Kondisi Batas (Boundary Conditions)
Kondisi batas berikut ditentukan:

  • Inlet Velocity: Kecepatan aliran masuk diatur pada 20 m/s.
  • Outlet Pressure: Tekanan keluar disesuaikan dengan tekanan atmosfer (0 Pa relatif).
  • Wall: Permukaan objek dan vortex generator diberi syarat no-slip (tidak ada kecepatan relatif).
  • Symmetry Plane: Jika geometri bersifat simetris, maka sisi tertentu diatur sebagai bidang simetri untuk mengurangi domain komputasi.

4. Melakukan pemilihan terkait Model Fisika (Physics Models)

  • Fluida diatur sebagai inkompresibel dan Newtonian.
  • Aliran ditentukan sebagai steady-state.
  • Model turbulensi yang digunakan adalah k-ฮต (standard), untuk menangani efek turbulensi akibat vortex generator.

5. Inisialisasi dan Running Simulasi
Setelah semua parameter disiapkan, simulasi dijalankan hingga mencapai konvergensi. Kriteria konvergensi ditentukan dari kestabilan nilai residual dan kestabilan grafik drag coefficient.

6. Post-Processing

Melakukan analisa dari simulasi untuk mencari dan menghitung gaya drag, koefisien drag, distribusi kecepatan, dan tekanan di sepanjang permukaan objek.

Hasil Simulasi Aliran Udara dengan Vortex Generator

Hasil simulasi aliran udara yang menggunakan vortex generator menunjukkan pengaruh signifikan terhadap karakteristik aliran di sekitar permukaan objek. Vortex generator terbukti meiliki pengaruh terhadap pola distribusi tekanan, kecepatan aliran, serta besarnya gaya hambat (drag) yang bekerja. Berikut merupakan analisis dari data simulasi yang telah dilakukan.

1. Distribusi Kecepatan

Visualisasi kecepatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aliran di atas permukaan vortex generator, denganย nilai mencapai ยฑ20,8 m/s, dan perlambatan di area yang terhalang geometriย biru hingga abu-abu, ยฑ0,7 m/s. Kontras kecepatan ini menunjukkan peran vortex dalam mempercepat aliran di sekitar lapisan batas (boundary layer) dan mengurangi kemungkinan terjadinya pemisahan aliran.

2. Distribusi Tekanan

Tekanan tertinggi (+228 Pa) muncul pada bagian depan vortex generator akibat terjadinya stagnasi, sedangkan tekanan terendah (-527 Pa) ditemukan di area belakang dan samping. Distribusi tekanan ini menunjukkan adanya interaksi dinamis antara bentuk geometri dan aliran udara, yang secara langsung memengaruhi besarnya nilai gaya drag serta distribusi tekanan pada permukaan objek.

3. Streamline

Pola streamline mengindikasikan terbentuknya vorteks di area sekitar vortex generator. Aliran udara yang semula mengalir sejajar mengalami turbulensi dan membentuk pola berputar. Fenomena ini mempertahankan energi aliran di dekat permukaan objek dan menjaga agar aliran tetap menempel lebih lama pada permukaan tersebut.

Di bawah ini merupakan grafik Residual terhadap Iterasi hasil simulasi sebanyak 1000 iterasi, yang telah dijalankan menggunakan software Siemens STARCCM+.

Interpretasi Grafik Residual terhadap Iterasi

  1. Grafik menunjukkan bahwa seluruh nilai residual mengalami penurunan tajam hingga sekitar iterasi ke-250.
  2. Nilai residual yang awalnya berada di atas 10โปยน berhasil ditekan hingga berada di bawah 10โปโถ, yang menandakan kestabilan numerik simulasi sangat baik.
  3. Adanya sedikit fluktuasi antara iterasi ke-400 hingga 500 kemungkinan disebabkan oleh penyesuaian lokal pada mesh atau akibat dari sifat nonlinier aliran, namun hal ini tidak mengarah pada divergensi.
  4. Mulai dari iterasi ke-600, semua parameter mulai stabil dan menunjukkan garis mendatar, yang menandakan sistem telah mencapai kondisi steady-state.
  5. Secara keseluruhan, grafik ini mengindikasikan bahwa proses simulasi telah mencapai konvergensi yang memadai.

Kesimpulan

Simulasi aliran udara pada Vortex Generator berhasil dilakukan menggunakan pendekatan Finite Element Method melalui software Siemens Star CCM+. Hasil simulasi menunjukkan pola distribusi kecepatan dan tekanan yang konsiste, serta terbentuknya aliran streamline yang menunjukkan peningkatan akibat terbentuknya vorteks.

Penggunaan model turbulensi k-ฮต dalam kondisi steady-state terbukti mampu menggambarkan karakteristik aliran dengan baik. Nilai residual yang turun hingga di bawah batas memiliki tanda bahwa hasil simulasi bersifat stabil.

Secara garis besar, keberadaan Vortex Generator menunjukkan pengaruh nyata dalam memodifikasi aliran dan berpotensi meningkatkan performa aerodinamika. Studi ini memperkuat peran simulasi numerik dan pemodelan CFD sebagai alat bantu yang efisien dan akurat dalam mendukung proses analisis serta desain.

Referensi

1. Simcenter STAR-CCM+ Documentation, Siemens Digital Industries Software.

2. Lin, J. C. (2002). Review of research on low-profile vortex generators to control boundary-layer separation. Progress in Aerospace Sciences, 38(4-5), 389โ€“420

3. Wachspress, E. (2003). The Finite Element Method: A Practical Course. Springer.

      Sekian laporan dan analisa saya mengenai Analisis Pengaruh Vortex Generator terhadap Efisiensi Aerodinamis Menggunakan Simulasi Metode Elemen Hingga (FEM). Mohon maaf bila ada kesalahan.

      ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *