ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia : Indonesia leading CFD services company with Inhouse CFD Technology |

Pentingnya Menjaga Lisan bagi Seorang Pelajar – Fauzan Adriyanto 2306225735

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุง๏ทฒูุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงุงุฑูŽู‘ุญููŠู…

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Salam sejahtera bagi kita semua, pertama-tama saya ingin mengingatkan kepada diri saya dan Anda bahwa jangan pernah lupa mensyukuri dan tidak mengkufuri nikmat yang Allah telah berikan kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas suatu masalah kemunduran umat manusia, yaitu dari tutur kata yang ia keluarkan dari lisannya menggunakan framework DAI5.

1. Deep Awareness of I โ€“ Kesadaran Mendalam tentang Diri

Sebagai penuntut ilmu, saya menyadari bahwa tutur kata mencerminkan kepribadian dan tingkat pemahaman seseorang. Kata-kata yang keluar dari lisan dapat memengaruhi hubungan sosial, memperkuat atau justru merusak lingkungan belajar. Kesadaran ini membuat saya memahami bahwa berbicara dengan bijak bukan hanya kebutuhan, tetapi juga tanggung jawab moral.

2. Intention โ€“ Niat yang Sadar

Saya berniat untuk selalu menjaga tutur kata agar tidak menyakiti orang lain, baik dalam interaksi dengan guru, teman sejawat, maupun dalam diskusi ilmiah. Niat ini muncul dari keinginan untuk menjadikan ilmu sebagai sarana perbaikan diri, bukan sekadar alat untuk pamer atau merendahkan orang lain.

3. Initial Thinking (about the problem) โ€“ Pemikiran Awal tentang Masalah

Sering kali, seseorang berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau konflik. Masalah ini sering terjadi dalam dunia akademik, terutama dalam debat atau diskusi, di mana ego dan emosi bisa menguasai seseorang. Oleh karena itu, saya mulai menganalisis bagaimana cara berbicara yang efektif tanpa menghilangkan nilai kesopanan dan rasa hormat.

4. Idealization โ€“ Idealisasi (Pembentukan Model Ideal)

Model ideal dalam menjaga tutur kata adalah berbicara dengan kesantunan, kejelasan, dan penuh pertimbangan. Seorang penuntut ilmu yang ideal mampu:\

  • Menyampaikan pendapat dengan logis tanpa merendahkan orang lain.
  • Menggunakan bahasa yang baik dan sopan, terutama dalam berinteraksi dengan guru.
  • Menghindari kata-kata yang dapat menyinggung perasaan, bahkan dalam kritik atau koreksi.
  • Berbicara sesuai konteks, tidak berlebihan atau membual demi pamer keilmuan.

5. Instruction-Set โ€“ Panduan atau Langkah Penyelesaian

Untuk menerapkan idealisasi ini, saya menetapkan beberapa langkah konkret:

  1. Berpikir sebelum berbicara โ€“ memastikan bahwa kata-kata yang diucapkan tidak menyakiti atau menimbulkan kesalahpahaman.
  2. Menggunakan bahasa yang sopan โ€“ baik dalam percakapan langsung maupun di media tertulis.
  3. Mendengarkan sebelum menanggapi โ€“ menghargai pendapat orang lain sebelum memberikan respons.
  4. Mengendalikan emosi โ€“ tidak berbicara dalam keadaan marah atau emosi yang tidak terkendali.
  5. Belajar dari tokoh-tokoh berilmu โ€“ meneladani bagaimana para ulama, ilmuwan, dan guru besar dalam menyampaikan ilmu dengan kebijaksanaan.

Kesimpulan

Menjaga tutur kata bukan hanya perkara etika, tetapi juga bagian dari perjalanan menuju kebijaksanaan sejati. Dengan menerapkan framework DAI5, saya dapat lebih memahami pentingnya berbicara dengan baik dan menjadikannya bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

ุชุนู„ู… ุงู„ุฃุฏุจ ู‚ุจู„ ุฃู† ุชุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู…

โ€œPelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.โ€

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (18/117) tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan, โ€œIni semua merupakan dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุงุŒ ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุชู’

โ€œBarang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.โ€ (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47). Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, merenungkan apa yang akan ia ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.โ€

Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุงุŒ ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุชู’

โ€œBarang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.โ€ (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47). Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, merenungkan apa yang akan ia ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.โ€

Lisan bisa menjadi pedang bermata dua. Apabila kita gunakan dengan benar, maka kebaikan akan datang kepada kita. Jika sebaliknya, maka malapetakan yang akan mendatangi kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *