ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Rekap Hasil Belajar Komputasi Teknik Week 1 – Tasya Ulya 2306266104

  1. Gambaran Awal mengenai Komputasi Teknik

Selama mempelajari komputasi teknik, saya memahami bahwa komputasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan teknik secara sistematis, terstruktur, dan efisien. Salah satu dasar penting dalam komputasi teknik yang saya pelajari adalah metode numerik, yaitu pendekatan untuk memperoleh solusi dari permasalahan matematis yang sulit atau bahkan tidak dapat diselesaikan secara analitik.

Melalui metode numerik, saya belajar bahwa suatu permasalahan teknik dapat diterjemahkan menjadi model matematis, kemudian diselesaikan melalui tahapan atau algoritma tertentu hingga diperoleh pendekatan solusi. Beberapa metode yang dipelajari menunjukkan bahwa penyelesaian numerik tidak hanya berfokus pada memperoleh suatu nilai, tetapi juga perlu memperhatikan konvergensi, iterasi, galat (error), dan tingkat ketelitian dari hasil yang diperoleh.

2. Memahami Niat dan Kaitannya dengan Mempelajari Artificial Intelligence.

    Niat adalah kesadaran diri akan keinginan untuk berpikir atau melakukan sebuah tindakan. Keinginan untuk berpikir atau melakukan tindakan tersebut dapat mengarah pada adanya tujuan. Namun, untuk sebagian orang bisa saja niat tersebut terlaksana tanpa adanya tujuan. Bagi saya pribadi, adanya niat dengan tujuan tersebut yang dapat memotivasi kita untuk tetap bergerak maju. Niat seringkali bersinggungan dengan kegiatan sehari-hari kita, salah satunya berkuliah. Dalam perkuliahan tentunya ada banyak wawasan yang ingin kita perluas, contohnya mengenai AI.

    Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi yang dirancang untuk meniru dan menjalankan kemampuan kognitif manusia. Dalam perkembangannya, AI tidak hanya dapat dipandang sebagai sebuah teknologi, tetapi juga sebagai salah satu bentuk dari upaya manusia untuk memahami dan mereplikasi kecerdasan yang dimilikinya sendiri. Oleh karena itu, kehadiran AI bukan hanya membawa perubahan terhadap cara manusia belajar, bekerja, dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pertanyaan yang lebih mendasar mengenai hubungan antara manusia, kecerdasan, dan teknologi.

    Saya ingin belajar AI bukan semata-mata karena AI sedang berkembang pesat atau karena kemampuan tersebut akan dibutuhkan di dunia kerja. Lebih dari itu, saya ingin memahami bagaimana manusia menciptakan sesuatu yang pada akhirnya mampu membantu manusia berpikir, belajar, dan mengambil keputusan.

    Bagi saya, belajar AI merupakan salah satu cara untuk memahami perubahan zaman. Setiap generasi memiliki teknologi yang mengubah cara mereka melihat dunia. Jika dahulu manusia belajar menggunakan buku, kemudian komputer dan internet mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan, saat ini AI mulai mengubah cara manusia berinteraksi dengan pengetahuan itu sendiri. Saya tidak ingin hanya menjadi seseorang yang menyaksikan perubahan tersebut dari luar.

    Saya juga menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita tidak dapat mengetahui segala sesuatu, mengolah informasi dalam jumlah tak terbatas, atau selalu mengambil keputusan dengan sempurna. AI dapat membantu memperluas kemampuan tersebut. Namun, justru karena AI memiliki kemampuan yang besar, manusia perlu memahami bagaimana menggunakannya dengan bijaksana.

    Karena itu, niat saya belajar AI bukan untuk menggantikan kemampuan saya dalam berpikir, melainkan untuk memahami sejauh mana kemampuan manusia dapat diperluas oleh teknologi tanpa kehilangan peran manusia itu sendiri. Saya ingin mengetahui bukan hanya apa yang dapat dilakukan AI, tetapi juga apa yang seharusnya dilakukan manusia ketika AI sudah mampu melakukan banyak hal.

    Pada akhirnya, saya belajar AI karena saya ingin mampu hidup dan berkembang di tengah perubahan, bukan hanya beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Saya ingin menjadi manusia yang menggunakan teknologi dengan kesadaran, bukan manusia yang dikendalikan oleh teknologi.


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *