ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Simulasi Pada enclosure berbentuk kubus berukuran 1 m × 1 m × 1 m menggunakan bahan bakar methane (CH₄) (FINAL SIMULASI MEMFOKUSKAN DRAFT LAPORAN)

3.3 Geometri Simulasi

Geometri simulasi pada penelitian ini berupa ruang tertutup berbentuk kubus dengan dimensi:


Pemilihan geometri sederhana dilakukan untuk memfokuskan penelitian pada analisis distribusi temperatur dan perkembangan plume panas tanpa dipengaruhi oleh kompleksitas bentuk ruangan.

Pada simulasi ini sumber api methane ditempatkan pada bagian tengah bawah enclosure sehingga plume panas dapat berkembang secara vertikal menuju bagian atas ruang.

Karakteristik enclosure pada penelitian ini adalah:

ParameterNilai
Panjang ruang1 m
Lebar ruang1 m
Tinggi ruang1 m
Jenis enclosureRuang tertutup
VentilasiTidak ada
Sistem suppressionTidak ada

Ruang simulasi dibuat tanpa ventilasi mekanis untuk mempermudah analisis perkembangan temperatur dan pembentukan upper hot layer.

3.4 Mesh Numerik OpenFOAM

Pada simulasi OpenFOAM, domain simulasi dibagi menjadi mesh numerik menggunakan blockMesh.

Jumlah mesh yang digunakan adalah:

Mesh digunakan untuk membagi domain simulasi menjadi sel-sel numerik sehingga persamaan CFD dapat diselesaikan secara numerik. Penggunaan mesh yang lebih rapat memungkinkan distribusi temperatur divisualisasikan lebih detail, namun meningkatkan kebutuhan komputasi. Pada penelitian ini digunakan mesh seragam untuk menjaga kestabilan numerik dan mempermudah analisis distribusi temperatur.

3.5 Parameter Simulasi OpenFOAM

Simulasi CFD dilakukan menggunakan solver fireFoam pada OpenFOAM.

Parameter simulasi yang digunakan ditunjukkan pada tabel berikut.

ParameterNilai
SolverfireFoam
Mesh60 × 60 × 60
Temperatur awal300 K
FuelCH4
Waktu simulasi20 s
Kondisi ruangClosed compartment

Solver fireFoam digunakan karena mampu memodelkan:

  1. Pembakaran
  2. Distribusi temperatur
  3. Pergerakan plume panas
  4. Perpindahan panas
  5. Dinamika fluida panas

Pada simulasi ini bahan bakar yang digunakan adalah methane .

Reaksi pembakaran methane dinyatakan sebagai:

Panas pembakaran methane:

Simulasi dilakukan selama:

untuk mengamati perkembangan plume panas dan distribusi temperatur terhadap waktu.

3.6 Persamaan Dasar Simulasi CFD

OpenFOAM menyelesaikan persamaan konservasi massa, momentum, dan energi.

3.6.1 Persamaan Konservasi Massa

Persamaan ini menunjukkan bahwa massa fluida tetap terkonservasi selama simulasi berlangsung.

3.6.2 Persamaan Momentum

Persamaan momentum digunakan untuk memodelkan pergerakan plume panas akibat efek buoyancy.

Keterangan:

  • = densitas fluida
  • = kecepatan fluida
  • = tekanan
  • = viskositas dinamis
  • = percepatan gravitasi

3.6.3 Persamaan Energi

Keterangan:

  • = panas jenis
  • = temperatur
  • = konduktivitas termal
  • = heat release rate

Persamaan energi digunakan untuk menghitung distribusi temperatur selama simulasi kebakaran berlangsung.

3.7 Parameter Simulasi CFAST

Simulasi CFAST dilakukan menggunakan pendekatan two-zone model.

Pada pendekatan ini enclosure dibagi menjadi:

  1. Upper hot layer
  2. Lower cool layer

Parameter simulasi CFAST ditunjukkan pada tabel berikut.

ParameterNilai
Kompartemen1 m × 1 m × 1 m
FuelCH4
Peak HRR50 kW
Heat of Combustion50000 kJ/kg
Radiative Fraction0.3
VentilasiTidak ada

Pendekatan two-zone model membuat simulasi CFAST memiliki kebutuhan komputasi lebih rendah dibandingkan CFD.

Persamaan keseimbangan energi pada upper layer:

Keterangan:

  • = heat release rate
  • = laju massa
  • = panas jenis
  • = perubahan temperatur

3.8 Visualisasi Hasil Simulasi

Hasil simulasi OpenFOAM divisualisasikan menggunakan ParaView.

Visualisasi dilakukan dalam bentuk:

  1. Vertical temperature contour
  2. Temperature distribution
  3. Plume development

Analisis temperatur dilakukan pada waktu:

Contour temperatur vertikal digunakan untuk mengamati perkembangan plume panas dan distribusi temperatur pada enclosure.

Hasil simulasi CFAST divisualisasikan dalam bentuk grafik temperatur upper layer terhadap waktu.

3.9 Metode Analisis

Analisis penelitian dilakukan berdasarkan:

  1. Distribusi temperatur
  2. Perkembangan plume panas
  3. Upper hot layer temperature
  4. Karakteristik distribusi temperatur
  5. Komparasi OpenFOAM dan CFAST

Distribusi temperatur pada OpenFOAM dianalisis berdasarkan contour temperatur dan perkembangan plume panas.

Sedangkan hasil simulasi CFAST dianalisis berdasarkan perkembangan temperatur upper layer.

Komparasi dilakukan untuk mengevaluasi:

  1. Perbedaan pendekatan numerik
  2. Karakteristik distribusi temperatur
  3. Efisiensi komputasi
  4. Kemampuan visualisasi plume panas
  5. Karakteristik prediksi temperatur

Melalui analisis tersebut dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode simulasi dalam memprediksi distribusi temperatur kebakaran pada ruang tertutup.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *