ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Metode Numerik 03 – Progress Report 2 – Darryl Leonard William Wijaya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam, Prof DAI dan teman-teman! Saya Darryl Leonard William Wijaya NPM 2406352821 dari Metnum 03 izin menyampaikan progress report minggu kedua untuk proyek “Optimasi Profil Kecepatan untuk Keausan Ban”.

Melanjutkan kerangka literatur dari minggu lalu, aktivitas saya minggu ini berfokus pada upaya menyimulasikan persamaan keausan tersebut secara konseptual. Dari literatur yang saya pelajari sebelumnya, saya mencoba merumuskan parameter matematisnya. Rumus yang saya coba rancang adalah Fungsi Biaya Total. Fungsi ini didapat dari penjumlahan dua rumus dasar:

  1. Fungsi Waktu Tempuh, yang didapat dari rumus dasar Jarak dibagi Kecepatan (t=s/v).
  2. Fungsi Laju Keausan (Wear Rate), yang saya modelkan sebagai gabungan dari pengikisan gesek dasar (linear) dan efek panas termal (kuadratik, atau v2).

Saya mencoba menguji rumus konseptual ini ke dalam satuan dunia nyata, seperti simulasi jarak tempuh 500 km dengan rentang kecepatan km/jam. Dari pemetaan data secara diskret yang saya pelajari, terbukti bahwa penggabungan kedua rumus tersebut akan membentuk sebuah grafik yang menyerupai kurva “U”.

Sebagai gambaran konseptual, di kecepatan 30 km/jam waktu operasional terbuang sia-sia hingga 16 jam. Namun di kecepatan ekstrem 120 km/jam, efek kuadratik dari rumus keausan tadi membuat ban hancur prematur hanya dalam 4 jam. Titik temu atau sweet spot dari grafik kompromi tersebut berada di kisaran kecepatan menengah (sekitar 70 km/jam), di mana ban masih menyisakan ketahanan umur yang awet namun pekerjaan selesai secara efisien.

Meskipun gambaran grafiknya sudah mulai terbentuk, saya sangat menyadari bahwa ini masih berupa pemahaman teori dasar dan simulasi tabel manual. Oleh karena itu, saat ini saya bermaksud untuk terus mencari ilmu mengenai tahapan implementasi algoritmanya. Rencana saya ke depan adalah mempelajari sintaks perangkat lunak (seperti Python atau GNU Octave) agar komputer bisa mengeksekusi rumus ini menggunakan metode Optimasi Terkendala (Bounded Scalar Minimization) untuk menemukan letak pasti sweet spot tersebut secara otomatis. Mohon doa dan bimbingannya selalu dari Prof dan teman-teman agar saya bisa memahami tahapan komputasinya nanti dengan baik!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *