Assalamualaikum wr. wb. / Selamat pagi, siang, dan malam.
Perkenalkan, nama saya Darryl Leonard William Wijaya, mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2024 dengan NPM 2406352821. Melalui tulisan di blog ini, saya ingin membagikan refleksi serta pemahaman yang saya dapatkan pada pertemuan pertama mata kuliah Metode Numerik bersama Prof. DAI.
Pada awal perkuliahan, Prof. DAI memantik pemikiran kami mengenai esensi dan kegunaan Metode Numerik di kehidupan nyata. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah kerumitan algoritma dan angka-angka ini benar-benar relevan untuk menyelesaikan masalah keteknikan sehari-hari. Agar mahasiswa tidak merasa terbebani oleh kerumitan tersebut, Prof. DAI memperkenalkan sebuah kerangka berpikir holistik bernama DAI5. Kerangka ini dirancang agar proses belajar mengajar kita menjadi lebih terarah, bermakna, dan tidak kering dari nilai-nilai kemanusiaan.
Di dalam kerangka DAI5, terdapat lima tahapan berpikir yang saling berkesinambungan. Tahap pertama adalah Deep Awareness of I, yang mengingatkan kita untuk menyadari hakikat diri dan peran penciptaan alam semesta sebelum memulai analisis, sehingga kita dituntut untuk selalu jujur dalam memproses data. Langkah kedua adalah Intention (Niat), di mana kita harus memantapkan tujuan dan nilai etis dari apa yang kita kerjakan agar senantiasa bersemangat. Ketiga, Initial Thinking, yaitu proses berpikir terbuka dan kritis untuk membedah suatu masalah dari akar-akarnya. Keempat, Idealization, yakni proses menyaring fenomena rumit di dunia nyata dan menyederhanakannya ke dalam batasan model agar bisa dihitung. Terakhir adalah Instruction-set, yang merupakan langkah-langkah logis atau algoritma pengerjaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Selain perkenalan konsep, hal penting lain yang dibahas adalah rencana pengerjaan proyek optimasi mekanis atau fluida selama satu semester ke depan. Untuk proyek ini, saya memilih untuk mengangkat topik “Optimasi Profil Kecepatan terhadap Keausan Ban Kendaraan”.
Latar belakang proyek ini berangkat dari fenomena trade-off (tarik-ulur) pada komponen ban secara general. Secara logika, melaju dengan kecepatan rendah akan mengawetkan ban, tetapi mengakibatkan kerugian waktu operasional yang besar. Sebaliknya, jika kita melaju sangat cepat, waktu memang terkuras lebih sedikit, tetapi peningkatan suhu dan gaya gesek non-linear akan memicu keausan fatal yang bisa menghancurkan ban sebelum waktunya. Proyek ini bertujuan untuk mencari sweet spot atau titik kecepatan paling optimal di antara kedua kondisi ekstrem tersebut.