Oleh : Deny Syuja Maheswara (2406361933)
Program Studi : Teknik Mesin
Instansi : Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Mata Kuliah : Metode Numerik – 03
Assalamuallaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
A. Tujuan Interaksi
Berinteraksi dengan AI-DAI5 untuk menyintesis “Proyek Optimasi Sistem Perpipaan Skala Industri” ke dalam format ringkas berbasis 5W1H yang tetap mengintegrasikan 33 Kriteria Evaluasi DAI5.
B. Kendala dan Permasalahan yang Ditemukan pada AI-DAI5
Dalam proses eksekusi, AI-DAI5 gagal memberikan teks ringkas sesuai permintaan (5W1H) dan terus mengembalikan teks dalam bentuk laporan formal yang panjang. Setelah dianalisis dan dikomparasi dengan panduan resmi CCIT, ditemukan permasalahan berikut:
1. Template Overriding (Kekakuan Sistem Format):
AI-DAI5 dirancang dengan system prompt yang sangat mengikat pada “Format Laporan Tugas/Project berbasis DAI5” (mulai dari A. Project Title hingga L. Appendices). Ketika prompt pengguna meminta format 5W1H, sistem memprioritaskan template bawaannya. AI berasumsi bahwa setiap kali 33 Kriteria DAI5 disinggung, maka format output wajib mengikuti struktur A-L standar CCIT, sehingga instruksi 5W1H dari pengguna terabaikan.
2. Benturan Struktur 33 Kriteria:
Panduan resmi CCIT membagi 33 Kriteria secara spesifik ke dalam 5 fase (I. Deep Awareness, II. Intention, III. Initial Thinking, IV. Idealization, V. Instruction Set). AI-DAI5 kesulitan melakukan mapping silang (memetakan ulang) ke-33 kriteria teknis-spiritual tersebut ke dalam struktur jurnalistik 5W1H (Apa, Siapa, Mengapa, dst.). Akibatnya, AI memilih jalan aman dengan menyajikan format aslinya secara utuh daripada merangkumnya.
3. Kesalahan Interpretasi Terhadap “Teks Ilmiah Singkat”:
Instruksi untuk membuat “teks ilmiah singkat” diterjemahkan oleh AI sebagai pembuatan Abstrak dan Deklarasi Penulis versi laporan formal, bukan sebagai ringkasan analitis satu paragraf utuh. Hal ini menunjukkan bahwa definisi “singkat” bagi AI-DAI5 masih dibatasi oleh parameter jurnal akademik, bukan artikel blog pada umumnya.
C. Analisis Penyebab Berdasarkan Metodologi Sistem
Kegagalan AI-DAI5 ini merupakan cerminan dari prinsip Instruction (Set) pada kriteria ke-32 (Alignment with the DAI5 Framework). AI ini diciptakan untuk sangat patuh pada kerangka kerjanya sendiri agar Error Minimization (Kriteria 27) terjadi. Paradoksnya, kepatuhan absolut pada template DAI5 ini justru menciptakan error dalam hal fleksibilitas komunikasi dengan user yang membutuhkan format di luar kebiasaan sistem.
D. Kesimpulan Interaksi
AI-DAI5 adalah alat yang sangat presisi apabila pengguna bermaksud membuat laporan formal (A-L) persis seperti panduan CCIT. Namun, sistem ini kurang adaptif jika pengguna ingin mengekstrak intisari proyek ke dalam framework lain (seperti 5W1H). Sebagai mahasiswa teknik, pendekatannya adalah tidak memaksakan AI-DAI5 keluar dari template bawaannya, melainkan menggunakan AI ini untuk memvalidasi 33 kriteria per fase, lalu melakukan penyusunan 5W1H secara mandiri.
Wassalamuallaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.