Created by: Zakaa Aidan Ahmad – 2306225041

Sumber gambar: https://scienceexchange.caltech.edu/topics/artificial-intelligence-research/autonomous-ai-cars-drones
Teknologi kendaraan bermotor semakin maju seiring dengan berkembangnya zaman. Hal tersebut dapat kita lihat pada kehidupan sehari-hari sebagai bukti dari cepatnya proses revolusi industri 5.0, yang mana artificial intelligence atau kecerdasan buatan telah secara marak digunakan. Salah satu bidang penggunaannya ialah pada kendaraan otonomus
Kendaraan otonom sendiri ialah yang bisa mengontrol pergerakannya sendiri. Dalam konteks ini, perangkat elektronik memegang kendali pada pergerakan kendaraan, baik sebagian maupun keseluruhan. Dalam berlalu lintas, kendaraan-kendaraan tersebut memberikan manfaat terhadap penggunanya sebagai berikut:
- Mempermudah tugas manusia dalam berlalu lintas
Bagi sebagian orang, mengemudi merupakan suatu hal yang melelahkan dan membosankan. Oleh karena itu, pengambil alihan fungsi tersebut oleh sistem akan membuat manusia merasa lebih nyaman ketika berlalu lintas
- Memperkecil biaya operasional
Dalam konteks usaha, dengan adanya kendaraan otonom, pengusaha tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mempekerjakan pengemudi. Sehingga biaya operasional akan menurun dan keuntungan dapat ditingkatkan
- Pendeteksian yang lebih akurat
Mobil otonom memiliki sensor pada setiap sisinya untuk menjalankan misinya. Akibatnya, perangkat tersebut dapat mendeteksi rintangan yang ada dalam 360 derajat dan mengantisipasinya secara optimal
- Dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas
Beberapa kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh emosi dan sifat egois dari pengemudinya, yang mana ingin segera mencapai tujuannya meskipun dengan cara yang berbahaya. Di sisi lain, dengan tidak adanya peran pengemudi dalam mobil otonom, kontrol dalam mengemudi dipegang komputer yang tidak memiliki emosi
- Ramah lingkungan
Mobil otonom yang memanfaatkan energi listrik untuk beroperasi lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan lainnya yang menggunakan BBM. Selain itu, biaya operasional kendaraan listrik per jamnya pun lebih murah
Namun, sebagai produk ciptaan manusia, kendaraan otonom tentunya juga memiliki kekurangan dibandingkan penciptanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan mayoritas kendaraan yang beredar di jalanan umum dikemudikan oleh manusia. Kelemahan-kelemahan tersebut ialah sebagai berikut:
- Keterbatasan dalam kondisi dinamis
Kondisi lalu lintas โ terutama di negara berkembang โ sangat abstrak dan dinamis. Terdapat berbagai hal yang dapat diketahui oleh manusia, tapi tidak dengan mesin. Sehingga, dengan kontrol penuh mesin, proses pendeteksian menjadi tidak presisi
- Ketergantungan pada lebih banyak sistem
Untuk menjalankan misinya, mobil otonom membutuhkan integrasi lebih banyak sistem daripada mobil tradisional. Sehingga jika terjadi malfungsi pada salah satu sistem, operasional kendaraan tidak dapat dilakukan
- Dapat menjadi media spionase
Mobil otonom yang memanfaatkan GPS untuk beroperasi berpotensi untuk dilacak keberadaannya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga memunculkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya
- Biaya perawatan lebih mahal
Perangkat-perangkat otonom membutuhkan perawatan tambahan yang kompleks dan memakan biaya, sehingga akan meningkatkan kompleksitas proses maintenance
- Tidak adanya sensasi mengemudi
Bagi beberapa orang, mengemudi dapat memacu adrenalin dan merasakan sensasi tersendiri, yang mana tidak dapat dirasakan pada kendaraan otonom. Meskipun kekurangan-kekurangan diatas dapat dievaluasi, namun sensasi mengemudi tidak mungkin didapatkan pada kendaraan dengan tingkat otomasi tinggi
Dari pernyataan-pernyataan diatas, dapat disimpulkan meskipun kita telah berada di dunia serba digital, namun kita sebagai manusia masih memiliki peran penting. Maka dari itu, kita harus dapat menyadari setiap hal yang kita lakukan apakah itu benar atau salah? Bermanfaat atau tidak? dan lain sebagainya