Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat malam Prof. DAI dan teman-teman semua.
Perkenalkan, saya Aditya Septian Nugroho, biasa dipanggil Adit, dengan NPM 2406346876. Saya lahir di Jakarta pada 09 September 2005. Sejak kecil, saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot. Bagi saya, menjadi pilot adalah simbol keberanian, ketelitian, dan kemampuan untuk menjelajahi dunia dari sudut pandang yang luas. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana awal.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa manusia perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Tidak semua harapan yang pernah kita bangun sejak kecil akan terwujud dalam bentuk yang sama. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti perjalanan kita berhenti. Justru dari perubahan arah itulah saya mulai memahami bahwa hidup memberi ruang untuk menemukan jalan baru, belajar hal baru, dan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih matang.
Saat ini, saya merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Program Studi Teknik Perkapalan, yang sedang menempuh tahun kedua semester 4. Pilihan saya untuk berada di Teknik Perkapalan bukan hanya sekadar keputusan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian arah hidup. Saya melihat bahwa bidang perkapalan memiliki potensi yang sangat besar, terutama karena Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah perairan yang luas. Hal ini membuat sektor kelautan, transportasi laut, dan teknologi kapal memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.
Selama menjalani perkuliahan di Universitas Indonesia, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Dari sisi akademik, Teknik Perkapalan merupakan bidang yang cukup menantang karena mempelajari banyak hal, mulai dari struktur kapal, hidrodinamika, stabilitas, sistem propulsi, hingga perhitungan teknik yang kompleks. Tantangan tersebut mengajarkan saya bahwa untuk memahami suatu bidang, dibutuhkan konsistensi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.
Salah satu mata kuliah yang memberikan kesan penting bagi saya adalah Metode Numerik. Melalui mata kuliah ini, saya belajar bahwa persoalan teknik tidak selalu dapat diselesaikan secara sederhana. Banyak permasalahan di dunia nyata yang membutuhkan pendekatan matematis, komputasi, dan analisis numerik agar dapat dipahami dengan lebih baik. Dari sini saya mulai melihat bahwa teknik bukan hanya tentang menghitung, tetapi juga tentang memahami masalah, membangun model, menganalisis data, dan mencari solusi yang paling rasional.
Dalam proses pengembangan diri, saya merasa perjalanan saya dapat digambarkan melalui pendekatan DAI5, yaitu Define, Analyze, Ideate, Implement, dan Improve. Pada tahap Define, saya belajar mengenali diri sendiri, memahami kondisi, serta menerima bahwa arah hidup saya mengalami perubahan dari cita-cita awal. Pada tahap Analyze, saya mulai merefleksikan pengalaman, tantangan, dan peluang yang ada di sekitar saya. Dari proses tersebut, saya masuk ke tahap Ideate, yaitu membuka diri terhadap berbagai kemungkinan baru, termasuk mendalami Teknik Perkapalan sebagai bidang yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan secara mendalam.
Tahap selanjutnya adalah Implement. Pada tahap ini, saya mulai menjalani pilihan saya secara nyata, yaitu mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, belajar memahami materi teknik, serta aktif dalam kegiatan organisasi dan kepanitiaan. Saya percaya bahwa ilmu tidak hanya diperoleh dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman berinteraksi, bekerja sama, dan menghadapi tanggung jawab di lingkungan kampus.
Hingga saat ini, saya terus berada dalam tahap Improve. Saya menyadari bahwa menjadi mahasiswa teknik bukan hanya tentang mengejar nilai, tetapi juga tentang membentuk cara berpikir yang sistematis, kritis, dan solutif. Saya ingin terus memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan soft skill, dan membangun karakter yang lebih bertanggung jawab.
Selain fokus pada akademik, saya juga aktif mengikuti kepanitiaan dan organisasi di Universitas Indonesia. Dari kegiatan tersebut, saya belajar mengenai komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Pengalaman non-akademik ini membantu saya memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan untuk bekerja dengan orang lain dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Bagi saya, perjalanan dari cita-cita menjadi pilot hingga menjadi mahasiswa Teknik Perkapalan bukanlah sebuah kegagalan, melainkan sebuah proses transformasi. Jika dahulu saya ingin terbang di udara, sekarang saya belajar memahami dunia maritim dan teknologi kapal yang bergerak di atas lautan. Keduanya sama-sama mengajarkan saya tentang keberanian, ketelitian, tanggung jawab, dan pentingnya memahami sistem yang kompleks.
Melalui blog biografi ini, saya ingin menyampaikan bahwa setiap perjalanan hidup memiliki prosesnya masing-masing. Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan, tetapi setiap perubahan dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh. Saya percaya bahwa selama seseorang mau belajar, beradaptasi, dan terus memperbaiki diri, maka setiap langkah tetap memiliki makna.
Sekian biografi singkat dari saya. Terima kasih atas perhatian Prof. DAI dan teman-teman semua.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.