Selamat malam, Prof DAI dan teman-teman sekalian! Saya Filia Nathania Oktaviani dari kelas Metode Numerik 03 ingin menyampaikan progress report minggu kedua pelaksanaan proyek saya yang berjudul: “Analisis Pengaruh Ukuran Mesh terhadap Panjang Reattachment pada Aliran Melewati Backward-Facing Step menggunakan simulasi CFD”.
Pada minggu kedua ini, saya berfokus pada tahap persiapan simulasi, khususnya dalam perancangan geometri dan perencanaan strategi meshing berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan sebelumnya.
Sebagai bagian dari perencanaan simulasi, saya telah menentukan model turbulensi yang akan digunakan, yaitu model k-ω SST. Model ini dipilih karena memiliki kemampuan yang baik dalam menangkap fenomena aliran di dekat dinding, khususnya pada kasus yang melibatkan separation dan reattachment seperti pada backward-facing step.

Sejalan dengan pemilihan model tersebut, saya juga mempelajari pentingnya resolusi mesh di dekat dinding. Pada model k-ω SST, diperlukan mesh yang sangat halus di area boundary layer agar gradien kecepatan dapat ditangkap dengan baik. Oleh karena itu, direncanakan penggunaan boundary layer mesh (inflation layer) pada dinding domain.
Dalam hal ini, saya juga mempelajari konsep y-plus (y⁺), yang merupakan parameter non-dimensi untuk menunjukkan seberapa baik mesh merepresentasikan kondisi aliran di dekat dinding. Berdasarkan studi literatur, untuk memperoleh hasil yang akurat dengan model k-ω SST, nilai y⁺ sebaiknya berada pada kisaran mendekati 1, sehingga profil kecepatan di dekat dinding dapat ter-resolve dengan baik.
Selain itu, saya juga mempertimbangkan jenis elemen mesh yang akan digunakan. Secara umum, terdapat beberapa jenis mesh seperti hexahedral, tetrahedral, dan polyhedral. Mesh hexahedral memiliki keunggulan dalam hal akurasi dan kestabilan numerik, terutama untuk aliran terarah seperti pada channel flow. Namun, mesh tetrahedral lebih fleksibel dalam menangani geometri yang kompleks.
Untuk kasus backward-facing step yang memiliki geometri relatif sederhana, direncanakan penggunaan mesh terstruktur (hexahedral) agar dapat memperoleh hasil simulasi yang lebih akurat dan efisien secara komputasi.
Demikian progress saya untuk minggu ini.