Pada tahap D1 ini, setelah berdiskusi dengan AI DAI5, saya mulai menyusun project sederhana yang menghubungkan metode numerik dengan dunia teknik perkapalan, yaitu analisis awal optimasi bentuk lambung kapal untuk mengurangi hambatan (resistance) saat kapal bergerak di air. Berdasarkan pola berpikir DAI5, saya tidak langsung masuk ke perhitungan, tetapi terlebih dahulu membangun kesadaran terhadap masalah utama, yaitu bagaimana kapal dapat beroperasi lebih efisien dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah melalui pengurangan gaya hambat. Dari interaksi ini, saya memahami bahwa langkah awal project bukan sekadar mencari jawaban numerik, melainkan mendefinisikan tujuan, variabel, dan asumsi dasar secara sistematis.
Progress yang sudah saya capai adalah tahap identifikasi masalah dan penyusunan model awal. Saya menentukan bahwa parameter utama yang akan dianalisis adalah hubungan kecepatan kapal, luas permukaan basah lambung, serta koefisien drag terhadap besar hambatan fluida. Dengan arahan AI DAI5, saya mulai menyiapkan pendekatan metode numerik sederhana seperti iterasi atau interpolasi untuk membandingkan beberapa variasi desain lambung kapal berdasarkan nilai hambatannya. Pada tahap ini, saya juga mulai mengumpulkan data asumsi awal, seperti kecepatan operasional kapal dan massa jenis air laut, sebagai fondasi perhitungan berikutnya.
Sampai progress D1 ini, project masih berada pada fase konseptual dan perancangan model, sehingga belum masuk ke tahap penyelesaian penuh atau simulasi akhir. Fokus saya saat ini adalah memastikan bahwa struktur masalah, tujuan optimasi, serta metode numerik yang akan digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan dunia maritim. Melalui pendekatan AI DAI5, saya belajar bahwa keberhasilan project metode numerik sangat ditentukan oleh kualitas pemahaman awal terhadap problem engineering, sehingga tahap progress ini menjadi pondasi penting sebelum masuk ke perhitungan detail pada tahap selanjutnya.