Pada minggu ini, saya memperdalam pemahaman bahwa masalah benturan bukan sekadar soal kapal menabrak beton, melainkan soal perpindahan energi kinetik yang sangat besar. Saya menyadari bahwa dalam teknik perkapalan, variabel “Massa Tambah” (Added Mass) adalah kunci. Tanpa memperhitungkan massa air yang ikut bergerak bersama tongkang, estimasi gaya impak akan tidak akurat. Kesadaran ini mendasari keputusan saya untuk mencari referensi yang lebih teknis mengenai koefisien massa tambah pada perairan sungai yang dangkal.
Niat saya minggu ini adalah menggeser pemahaman dari sekadar “keresahan sosial” menjadi “parameter teknis”. Saya menetapkan tujuan untuk mulai memformulasikan hubungan antara massa tongkang, kecepatan arus, dan durasi benturan menjadi sebuah fungsi matematika yang nantinya bisa diselesaikan dengan Metode Integrasi Simpson.
Saya mulai melakukan studi literatur terkait beberapa konsep utama:
- Hukum Kekekalan Energi: Mengasumsikan energi kinetik tongkang dikonversi menjadi kerja deformasi dan gaya impak pada pilar.
- Pemodelan Fungsi: Saya mencoba mengidealisasikan gaya benturan sebagai fungsi terhadap waktu $F(t)$. Karena fungsi ini seringkali non-linear dan sulit diselesaikan secara analitik (manual), saya mengidentifikasi bahwa Metode Integrasi Simpson sangat tepat digunakan untuk menghitung total impuls atau energi di bawah kurva gaya tersebut.
- Pengumpulan Data Sekunder: Saya mulai mencari data teknis rata-rata ukuran tongkang batubara yang melintas di Sungai Mahakam (misal: 300 feet) dan kecepatan arus rata-rata saat kondisi pasang-surut.
Langkah konkret yang telah saya lakukan minggu ini:
- Studi Pustaka: Mencari jurnal terkait koefisien impak kapal pada struktur tetap.
- Penyusunan Algoritma: Merancang alur perhitungan (flowchart) bagaimana Metode Simpson akan memproses data kecepatan dan massa menjadi nilai gaya impak.
- Persiapan Tools: Menyiapkan lembar kerja (spreadsheet) atau script sederhana untuk pengujian awal metode numerik yang akan digunakan.
Dari hasil eksplorasi minggu ini, saya menemukan bahwa sudut benturan (angle of attack) juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, pada progres minggu ke-3, saya berencana mulai memasukkan variabel sudut ke dalam model matematis saya dan mulai melakukan perhitungan simulasi pertama menggunakan data sampel.