adalah dosen di jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta
Riset saya saat ini adalah optimasi kinerja cyclone separator di sistem pyrolysis menggunakan metode ANN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK)
Indonesia memiliki permasalahan dalam energi fossil yaitu menurunnya penemuan cadangan migas, yang berdampak pada menurunnya produksi migas Nasional. Disamping itu, potensi sumber daya biomassa di Indonesia diperkirakan sebanyak 49.810 MW, yang berasal dari tanaman dan limbahnya. Limbah biomassa dapat dikonversi menjadi berbagai bentuk bahan bakar, salah satunya melalui proses pyrolysis. Pyrolysis adalah suatu proses dekomposisi kimia bahan organik (biomassa) melalui proses pemanasan pada suhu tinggi yang terjadi tanpa atau sedikit oksigen. Hasil proses pyrolysis biomassa berupa green fuel, seperti synthetic gas (syngas), bio_oil, dan bio_char. Setiap biomassa memiliki karakteristik dan komposisi berbeda-beda, sehingga bila dipanaskan tentunya akan menghasilkan komposisi produk pyrolysis yang berbeda juga. Selain itu, untuk meningkatkan bio_oil yang diperoleh, ialah dengan mengkondensasi syngas. Syngas biasanya mengandung partikel padat yang ikut terbawa dari pemanasan biomassa ini. Solusi untuk mengurangi partikel padat adalah penggunakan cyclone separator. Jadi urgensi penelitian ini adalah menurunnya produksi migas nasional yang bisa diatasi dengan mengubah limbah biomassa menjadi green fuel melalui proses pyrolysis yang dilengkapi cyclone separator. Adapun, tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi cyclone separator pada system pyrolysis melalui penambahan system controlnya, dan menganalisa pengaruh jenis biomassa terhadap karakteristik green fuel (syngas, bio_oil serta bio_char) yang dihasilkannya. Agar analisa berjalan cepat maka akan menggunakan ANN (Artificial Neural Network). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan di analisis dengan teori. Bahan baku biomassa berasal dari limbah nabati, seperti limbah azolla dan duckweed. Sebelum menjadi limbah, baik azolla maupun duckweed digunakan untuk mengurangi kandungan emisi karbon di udara sekitar. Parameter yang diamati dan diukur adalah temperatur, waktu pemanasan, dan komposisi biomassanya, guna mendapatkan green fuel yang paling optimal.