Blog entry by satria panjaitan

Anyone in the world

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan drone atau pesawat nirawak (UAV) dalam pemadaman kebakaran telah mendapatkan perhatian serius di bidang teknik penerbangan dan kebencanaan. Drone memungkinkan peningkatan efektivitas penanggulangan kebakaran dengan kemampuan menjangkau lokasi terpencil atau berbahaya bagi manusia [1]. Rancangan drone pemadam kebakaran memerlukan fokus pada struktur desain dan aerodinamika sistem propulsi. Salah satu konfigurasi yang menjanjikan adalah sistem rotor koaksial (dua rotor sejajar vertikal), yang menawarkan struktur kompak, pembatalan torsi antara rotor, dan stabilitas melayang yang baik. Model koaksial ini juga memiliki lebih sedikit komponen struktural serta efisiensi sistem daya yang tinggi dibandingkan multi-rotor konvensional [2].

Di lapangan, fenomena kebakaran besar masih menjadi tantangan nyata di Indonesia. Tanah lapang, hutan, dan bangunan yang terbakar luas sering kali sulit dijangkau oleh peralatan tradisional. Nurkarim dkk. (2020) mencatat bahwa penanggulangan kebakaran hutan di Indonesia sangat sulit dilakukan mengingat luasnya area terbakar dan kontur geografis pegunungan [3]. Tingginya jumlah titik panas ini mengindikasikan bahwa resiko penyebaran api masih besar dan memerlukan penanganan cepat. Pada kondisi darurat seperti kebakaran hebat, waktu kritis untuk penyelamatan sangat terbatas. Dalam situasi serupa – misalnya kecelakaan pesawat di lokasi terpencil – penggunaan drone telah terbukti mempercepat respons, antara lain dengan menyediakan pemantauan visual real-time dan kemampuan pengiriman peralatan penyelamatan ke lokasi terpencil dengan cepat [1].

Berbagai studi pendahuluan di Indonesia telah mencoba mengembangkan prototipe drone untuk pemadaman. Misalnya, Nurkarim et al. (2020) mendesain UAV pemadam kebakaran hutan otomatis dengan sensor fotodioda dan pengontrol Arduino [3]. Namun, penelitian seperti itu cenderung terbatas pada sistem kendali dan sensor, tanpa membahas secara mendalam aspek aerodinamika atau desain struktural. Begitu pula studi lain sering fokus pada integrasi sistem deteksi api atau IoT tanpa memperhitungkan optimasi propulsi. Studi internasional menunjukkan bahwa riset mengenai optimasi konfigurasi rotor koaksial dan performa aerodinamikanya masih relatif terbatas [2]. Dengan adanya gap ini, belum ada literatur komprehensif di Indonesia yang menggabungkan desain CAD lengkap dengan analisis aliran koaksial untuk aplikasi drone pemadam. Padahal, literatur teknik terkini mendorong penggunaan simulasi terintegrasi sejak tahap konseptual desain agar performa UAV sesuai spesifikasi misi [4]. Kekosongan tersebut menunjukkan kebutuhan penelitian lebih lanjut, terutama dalam merancang dan menganalisis sistem rotor koaksial untuk drone berat yang dapat membawa muatan pemadam signifikan.seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1.1.


Gambar 1.1. Shaheen Drones Help Dubai Civil Defence Contain Al Barsha Fire 

Urgensi penelitian ini sangat tinggi. kebakaran masih sering terjadi dan menimbulkan kerugian ekonomi serta lingkungan. Pengembangan solusi UAV pemadam dapat meningkatkan kecepatan dan keselamatan operasi lapangan. Dengan menggunakan sistem rotor koaksial, drone pemadam dapat membawa beban lebih berat (air, busa, atau bejana pemadam) dengan stabilitas lebih baik daripada quadcopter biasa. Selain itu, kemajuan teknologi drone otonom dan konektivitas (IoT) memungkinkan sistem pemantauan kebakaran yang cerdas, seperti penempatan drone secara otomatis di titik rawan. Dengan analisis CAD dan simulasi aliran koaksial yang tepat, diharapkan rancangan drone pemadam kebakaran dapat lebih optimal. Hal ini sejalan dengan rekomendasi literatur bahwa penguatan metode analitis dan eksperimen diperlukan untuk meningkatkan keandalan pemodelan UAV koaksial  [2,4]. Implementasi rancangan ini akan memberikan alternatif penanggulangan kebakaran yang inovatif dan segera perlu ditindaklanjuti mengingat kondisi Indonesia yang rentan terhadap kebakaran pada skala luas.


DAFTAR PUSTAKA

Fiqri, A., Hugo, A., & Kalbuana, N. (2024). Analisis penggunaan drone untuk meningkatkan respons cepat dalam penanganan kecelakaan pesawat di area terpencil. JRIKUF: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 2(3), 76–94. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v2i3.282
Gan, W., Wang, Y., Wang, H., & Zhuang, J. (2024). Aerodynamic investigation on a coaxial-rotors unmanned aerial vehicle of bionic Chinese parasol seed. Biomimetics, 9(7), Artikel 403. https://doi.org/10.3390/biomimetics9070403 
Nurkarim, Y. A., Latipah, A. J., & Suryawan, S. H. (n.d.). Drone UAV pemadam kebakaran hutan otomatis. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Al-Hadithi, B. M., & Flores, S. A. (2025). Design and validation of a 3D-printed drone chassis model through static and transient nonlinear FEM analyses and experimental testing. Drones, 9(11), 789. https://doi.org/10.3390/drones9110789


[ Modified: Tuesday, 10 March 2026, 8:48 AM ]