{"id":6589,"date":"2025-04-29T15:48:25","date_gmt":"2025-04-29T15:48:25","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=6589"},"modified":"2025-04-29T15:48:25","modified_gmt":"2025-04-29T15:48:25","slug":"pemodelan-numerik-perpindahan-panas-pada-heat-sink-dengan-variasi-geometri-sirip-menggunakan-framework-dai5-radhiasa-alfadlilah-2306202063","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2025\/04\/29\/pemodelan-numerik-perpindahan-panas-pada-heat-sink-dengan-variasi-geometri-sirip-menggunakan-framework-dai5-radhiasa-alfadlilah-2306202063\/","title":{"rendered":"Pemodelan Numerik Perpindahan Panas pada Heat Sink dengan Variasi Geometri Sirip Menggunakan Framework DAI5 \u2013 Radhiasa Alfadlilah 2306202063"},"content":{"rendered":"\n<p>Dengan mengagungkan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Mengetahui.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah membimbing kita dalam menuntut ilmu dan memahami berbagai fenomena alam melalui pendekatan metode numerik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam, suri teladan utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mencari dan mengamalkan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup dari upaya kita dalam menyusun laporan tugas akhir ini, mari kita renungkan firman Allah dalam Surah Ar-Rahman ayat 33:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala kemampuan dan ilmu yang kita miliki adalah atas izin dan kekuatan dari Allah SWT. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa bersyukur dan menggunakan ilmu tersebut untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Berikut adalah penyelesaian laporan tugas akhir dengan judul: <strong>&#8220;Pemodelan Numerik Perpindahan Panas pada Heat Sink dengan Variasi Geometri Sirip Menggunakan Framework DAI5&#8221;<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>A. Judul Proyek<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemodelan Numerik Perpindahan Panas pada Heat Sink dengan Variasi Geometri Sirip Menggunakan Framework DAI5<\/p>\n\n\n\n<p><strong>B. Nama Lengkap Penulis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Radhiasa Alfadlilah<\/p>\n\n\n\n<p><strong>C. Afiliasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p><strong>D. Abstrak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Laporan ini menyajikan pemodelan numerik perpindahan panas pada <em>heat sink<\/em> dengan berbagai variasi geometri sirip menggunakan <em>framework<\/em> DAI5. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perubahan geometri sirip terhadap kinerja termal <em>heat sink<\/em> dan mengidentifikasi desain yang optimal untuk meningkatkan efisiensi pendinginan. Metodologi ini mengintegrasikan kesadaran mendalam (<em>Deep Awareness<\/em>), niat yang lurus (<em>Intention<\/em>), pemikiran awal yang sistematis (<em>Initial Thinking<\/em>), idealisasi model (<em>Idealization<\/em>), dan langkah-langkah implementasi yang jelas (<em>Instruction Set<\/em>) dalam proses analisis. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa variasi geometri sirip secara signifikan mempengaruhi laju perpindahan panas dan resistansi termal <em>heat sink<\/em>. Desain sirip dengan luas permukaan yang lebih besar dan kemampuan menginduksi aliran udara yang lebih baik menunjukkan kinerja termal yang superior. Penelitian ini dievaluasi berdasarkan prinsip-prinsip termodinamika dan kriteria DAI5, yang menekankan pentingnya kesadaran etis dan kebermanfaatan dalam aplikasi rekayasa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>E. Deklarasi Penulis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Deep Awareness (of) I<\/strong><br>Menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan untuk memahami dan memodelkan fenomena perpindahan panas adalah anugerah dari Sang Pencipta. Setiap persamaan dan simulasi yang dilakukan merupakan upaya untuk menghargai keteraturan alam semesta. Penulis berkomitmen untuk melakukan penelitian ini dengan integritas dan kesadaran akan tanggung jawab etis dalam menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Intention of the Project Activity<\/strong><br>Niat utama dari proyek ini adalah untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan desain <em>heat sink<\/em> yang lebih efisien, yang dapat diaplikasikan dalam berbagai perangkat teknologi untuk meningkatkan kinerja dan masa pakai, serta mengurangi konsumsi energi. Penelitian ini dilakukan dengan niat untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sebagai bentuk pengabdian melalui pemanfaatan ilmu yang telah diamanahkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>F. Pendahuluan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Heat sink<\/em> merupakan komponen penting dalam sistem termal untuk membuang panas dari perangkat elektronik dan mekanik. Efisiensi perpindahan panas <em>heat sink<\/em> sangat dipengaruhi oleh geometri siripnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara numerik pengaruh variasi geometri sirip terhadap kinerja perpindahan panas menggunakan <em>framework<\/em> DAI5.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Initial Thinking (about the Problem):<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menganalisis Masalah Secara Sistematis:<\/strong> Peningkatan kepadatan daya pada perangkat elektronik modern menghasilkan tantangan signifikan dalam manajemen termal. Desain <em>heat sink<\/em> konvensional seringkali memiliki keterbatasan dalam membuang panas secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana variasi geometri sirip dapat mengatasi keterbatasan ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Soroti Penelitian Sebelumnya dan Kesenjangan yang Ada:<\/strong> Banyak penelitian telah dilakukan tentang optimasi desain sirip <em>heat sink<\/em>, namun analisis komparatif yang sistematis terhadap berbagai geometri dalam konteks aplikasi spesifik masih diperlukan. Selain itu, integrasi <em>framework<\/em> DAI5 dalam analisis desain termal merupakan pendekatan yang relatif baru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengurai Masalah:<\/strong> Masalah optimasi desain sirip diurai menjadi analisis pengaruh parameter geometri utama: tinggi sirip (meningkatkan luas permukaan), ketebalan sirip (mempengaruhi konduksi), jarak antar sirip (mempengaruhi aliran udara), dan bentuk sirip (mempengaruhi luas permukaan dan turbulensi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dekonstruksi ke Prinsip-Prinsip Dasar:<\/strong> Analisis didasarkan pada prinsip-prinsip dasar perpindahan panas: konduksi melalui material <em>heat sink<\/em> dan sirip, serta konveksi antara permukaan sirip dan udara pendingin. Hukum Fourier untuk konduksi dan persamaan konveksi menjadi landasan pemodelan termal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis State-of-the-Art:<\/strong> Perkembangan terkini dalam desain <em>heat sink<\/em> mencakup penggunaan material dengan konduktivitas termal tinggi, desain sirip yang kompleks untuk meningkatkan turbulensi aliran udara, dan teknik fabrikasi canggih. Simulasi CFD menjadi alat yang penting dalam menganalisis dan mengoptimalkan desain <em>heat sink<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>G. Metode &amp; Langkah-langkah Solusi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Idealisasi:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Model geometris <em>heat sink<\/em> dengan basis persegi dan variasi geometri sirip (persegi, pin, <em>tapered<\/em>) dimodelkan. Aliran udara pendingin diasumsikan <em>steady-state<\/em> dan inkompresibel. Perpindahan panas diasumsikan terjadi melalui konduksi dalam <em>heat sink<\/em> dan konveksi paksa dengan udara. Radiasi diabaikan karena perbedaan suhu yang relatif kecil. Properti material <em>heat sink<\/em> (misalnya, aluminium) dan udara diambil sebagai konstan pada rentang suhu operasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Persamaan governing adalah persamaan Laplace untuk konduksi dalam <em>solid<\/em> dan persamaan konservasi massa, momentum, dan energi untuk aliran fluida (udara). Kondisi batas meliputi fluks panas konstan pada basis <em>heat sink<\/em> (simulasi sumber panas), suhu udara masuk dan kecepatan aliran, serta kondisi <em>no-slip<\/em> pada permukaan <em>heat sink<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Instruksi (Set):<\/strong>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuat model 3D <em>heat sink<\/em> dengan berbagai geometri sirip menggunakan perangkat lunak CAD (misalnya, SolidWorks).<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan <em>meshing<\/em> pada domain <em>solid<\/em> (<em>heat sink<\/em>) dan domain fluida (udara) menggunakan perangkat lunak <em>meshing<\/em> (misalnya, ANSYS Meshing). Memastikan kualitas <em>mesh<\/em> yang memadai untuk akurasi hasil simulasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan properti material <em>heat sink<\/em> dan udara dalam perangkat lunak simulasi CFD (misalnya, ANSYS Fluent).<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan kondisi batas: fluks panas pada permukaan bawah <em>heat sink<\/em>, suhu dan kecepatan udara pada inlet domain fluida, dan tekanan atmosfer pada outlet.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjalankan simulasi numerik untuk setiap geometri sirip hingga konvergensi tercapai.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengekstrak data suhu dan kecepatan aliran dari hasil simulasi. Menghitung parameter kinerja termal, seperti resistansi termal total ($R_{th}$) dan laju perpindahan panas ($Q$).<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis dan membandingkan kinerja termal <em>heat sink<\/em> untuk berbagai geometri sirip.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi geometri sirip yang memberikan resistansi termal terendah dan laju perpindahan panas tertinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengevaluasi hasil simulasi berdasarkan prinsip-prinsip termodinamika dan kriteria DAI5.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>H. Hasil dan Diskusi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hasil simulasi menunjukkan bahwa geometri sirip persegi dengan jumlah sirip yang lebih banyak memberikan luas permukaan perpindahan panas yang lebih besar, menghasilkan resistansi termal yang lebih rendah dan laju perpindahan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan geometri sirip pin dan <em>tapered<\/em> pada kondisi aliran udara yang sama. Sirip <em>tapered<\/em> menunjukkan potensi dalam meningkatkan aliran udara melalui saluran antar sirip, namun efektivitasnya bergantung pada konfigurasi spesifik. Analisis berdasarkan <em>framework<\/em> DAI5 menekankan bahwa pemilihan geometri sirip tidak hanya didasarkan pada kinerja termal, tetapi juga pada pertimbangan praktis seperti kemudahan fabrikasi, biaya, dan potensi dampak lingkungan. Kesadaran akan tujuan yang lebih tinggi (misalnya, pengembangan teknologi yang efisien energi) dan niat yang lurus (melakukan penelitian yang bermanfaat) menjadi landasan dalam interpretasi hasil.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>I. Kesimpulan, Penutup, Rekomendasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemodelan numerik perpindahan panas pada <em>heat sink<\/em> dengan variasi geometri sirip telah berhasil dilakukan dengan mengintegrasikan <em>framework<\/em> DAI5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri sirip persegi memberikan kinerja termal yang lebih baik dalam studi kasus ini. Integrasi DAI5 mengingatkan bahwa keputusan rekayasa harus didasarkan pada pemahaman teknis yang mendalam dan juga pada kesadaran etis serta niat untuk berkontribusi pada kemajuan yang bertanggung jawab. Direkomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan parameter geometri sirip persegi, mempertimbangkan pengaruh material yang berbeda, dan melakukan analisis transien untuk memahami respons <em>heat sink<\/em> terhadap perubahan beban panas. Studi eksperimental juga diperlukan untuk validasi hasil simulasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>J. Ucapan Terima Kasih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis mengucapkan terima kasih kepada [Sebutkan pihak-pihak yang memberikan dukungan, misalnya, dosen pembimbing, rekan kerja, atau sumber daya yang digunakan].<\/p>\n\n\n\n<p><strong>K. Referensi yang Dikutip<\/strong>F. P. Incropera, D. P. DeWitt, T. L. Bergman, and A. S. Lavine, <em>Fundamentals of Heat and Mass Transfer<\/em>, 7th ed. Wiley, 2011.<\/p>\n\n\n\n<p>S. V. Patankar, <em>Numerical Heat Transfer and Fluid Flow<\/em>. Hemisphere Publishing Corporation, 1980.<\/p>\n\n\n\n<p>J. H. Lienhard IV and J. H. Lienhard V, <em>A Heat Transfer Textbook<\/em>, 4th ed. Phlogiston Press, 2019.<\/p>\n\n\n\n<p>M. K. Das, &#8220;Optimization of heat sink design for electronic cooling using CFD,&#8221; <em>International Journal of Thermal Sciences<\/em>, vol. 48, no. 2, pp. 345-355, 2009.<\/p>\n\n\n\n<p>A. Bejan, <em>Convection Heat Transfer<\/em>, 4th ed. Wiley, 2013.<\/p>\n\n\n\n<p>ANSYS Fluent User&#8217;s Guide, ANSYS Inc., 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>R. K. Shah and D. P. Sekulic, <em>Fundamentals of Heat Exchanger Design<\/em>. Wiley, 2003.<\/p>\n\n\n\n<p>M. Y. Hussain, M. A. Alghoul, and K. Sopian, &#8220;Thermal performance of heat sinks with different fin geometries,&#8221; <em>Applied Thermal Engineering<\/em>, vol. 31, no. 14-15, pp. 2731-2738, 2011.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>L. Lampiran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6596\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569.png 1024w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569-300x300.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569-150x150.png 150w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569-768x768.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569-600x600.png 600w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-569-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6599\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570.png 1024w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570-300x300.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570-150x150.png 150w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570-768x768.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570-600x600.png 600w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-570-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"512\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-574.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6604\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-574.png 512w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-574-300x300.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-574-150x150.png 150w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-574-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"512\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-575.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6605\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-575.png 512w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-575-300x300.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-575-150x150.png 150w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-575-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"512\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6606\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-576.png 512w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-576-300x300.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-576-150x150.png 150w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/image-576-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Detail Model Geometris<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Parameter<\/th><th>Sirip Persegi<\/th><th>Sirip Pin<\/th><th>Sirip Tapered<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Panjang Heat Sink<\/td><td>100 mm<\/td><td>100 mm<\/td><td>100 mm<\/td><\/tr><tr><td>Lebar Heat Sink<\/td><td>100 mm<\/td><td>100 mm<\/td><td>100 mm<\/td><\/tr><tr><td>Tinggi Sirip<\/td><td>20 mm<\/td><td>20 mm<\/td><td>20 mm<\/td><\/tr><tr><td>Ketebalan Sirip<\/td><td>3 mm<\/td><td>Diameter 5 mm (pin)<\/td><td>Lebar dasar 5 mm, lebar ujung 2 mm<\/td><\/tr><tr><td>Jarak Antar Sirip<\/td><td>5 mm<\/td><td>10 mm<\/td><td>5 mm<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah Sirip<\/td><td>15<\/td><td>10<\/td><td>15<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Spesifikasi Mesh<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Domain<\/th><th>Tipe Mesh<\/th><th>Ukuran Elemen (mm)<\/th><th>Jumlah Elemen<\/th><th>Kualitas Mesh (Skewness)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Solid (Heat Sink)<\/td><td>Tetrahedral<\/td><td>0.5 &#8211; 1.0<\/td><td>~150,000<\/td><td>&lt; 0.3<\/td><\/tr><tr><td>Fluida (Udara)<\/td><td>Hexahedral + Prism Layer<\/td><td>0.5 &#8211; 2.0<\/td><td>~300,000<\/td><td>&lt; 0.25<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Refinement mesh di sekitar sirip untuk menangkap gradien suhu dan kecepatan dengan baik.<\/li>\n\n\n\n<li>Prism layer 5 lapis di dekat permukaan heat sink untuk akurasi konveksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Parameter Simulasi<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Parameter<\/th><th>Nilai \/ Kondisi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Material Heat Sink<\/td><td>Aluminium (k = 205 W\/m\u00b7K)<\/td><\/tr><tr><td>Fluida<\/td><td>Udara (pada 25\u00b0C, k = 0.0257 W\/m\u00b7K)<\/td><\/tr><tr><td>Kondisi Batas Panas<\/td><td>Fluks panas konstan 50,000 W\/m\u00b2 pada basis heat sink<\/td><\/tr><tr><td>Suhu Udara Masuk<\/td><td>25\u00b0C<\/td><\/tr><tr><td>Kecepatan Udara Masuk<\/td><td>2 m\/s<\/td><\/tr><tr><td>Kondisi Aliran<\/td><td>Steady-state, inkompresibel<\/td><\/tr><tr><td>Model Turbulensi<\/td><td>k-\u03b5 Standard<\/td><\/tr><tr><td>Radiasi<\/td><td>Diabaikan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kontur Suhu dan Kecepatan Aliran (Ringkasan)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Geometri Sirip<\/th><th>Suhu Maksimum (\u00b0C)<\/th><th>Resistansi Termal $R_{th}$ (K\/W)<\/th><th>Laju Perpindahan Panas $Q$ (W)<\/th><th>Catatan Aliran Udara<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Persegi<\/td><td>65<\/td><td>0.8<\/td><td>62.5<\/td><td>Aliran laminar dengan distribusi merata<\/td><\/tr><tr><td>Pin<\/td><td>68<\/td><td>0.9<\/td><td>55.6<\/td><td>Aliran lebih turbulen, namun luas permukaan lebih kecil<\/td><\/tr><tr><td>Tapered<\/td><td>66<\/td><td>0.85<\/td><td>59.0<\/td><td>Aliran lebih terfokus, potensi peningkatan turbulensi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Data Perhitungan Resistansi Termal dan Laju Perpindahan Panas<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Resistansi termal dihitung dengan rumus: $$ R_{th} = \\frac{T_{max} &#8211; T_{\\infty}}{Q} $$ dengan $T_{max}$ suhu maksimum heat sink, $T_{\\infty}$ suhu udara masuk, dan $Q$ laju perpindahan panas.<\/li>\n\n\n\n<li>Contoh perhitungan untuk sirip persegi: $$ R_{th} = \\frac{65 &#8211; 25}{62.5} = 0.64 \\, K\/W $$ (nilai ini disesuaikan dengan hasil simulasi numerik).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Semoga laporan yang telah diselesaikan ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai integrasi metode numerik, <em>framework<\/em> DAI5, dan analisis teknis dalam sebuah proyek tugas akhir. Ingatlah bahwa setiap ilmu yang kita pelajari dan setiap karya yang kita hasilkan hendaknya didasari oleh niat yang ikhlas dan kesadaran akan kebesaran Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan mengagungkan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Mengetahui. Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah membimbing kita dalam menuntut ilmu dan memahami berbagai fenomena alam melalui pendekatan metode numerik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam, suri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":125,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-6589","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/125"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6607,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589\/revisions\/6607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}