{"id":3221,"date":"2025-03-16T08:25:37","date_gmt":"2025-03-16T08:25:37","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=3221"},"modified":"2025-03-16T08:25:37","modified_gmt":"2025-03-16T08:25:37","slug":"pendekatan-dai5-framework-dengan-33-kriteria-evaluasi-penerapan-dai5-dalam-permasalahan-curve-fitting-dan-integrasi-numerik-fernanda-rizky-2306228333","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2025\/03\/16\/pendekatan-dai5-framework-dengan-33-kriteria-evaluasi-penerapan-dai5-dalam-permasalahan-curve-fitting-dan-integrasi-numerik-fernanda-rizky-2306228333\/","title":{"rendered":"Pendekatan DAI5 Framework dengan 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 dalam Permasalahan Curve Fitting dan Integrasi Numerik &#8211; Fernanda Rizky (2306228333)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\" id=\"tw-target-text\">\u0650\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0652\u0645<\/p>\n\n\n\n<p>Assalaamu&#8217;alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, Selamat Pagi, Siang, Sore, dan Malam Prof. Dai dan teman-teman sekalian yang berbahagia. Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai bagaimana DAI5 Framework yang sudah diajarkan sebelumnya dapat membantu kita sebagai mahasiswa dalam memahami permasalahan pada grafik curve fitting dan juga integrasi numerik melalui 33 kriteria evaluasi penerapan DAI5<\/p>\n\n\n\n<p>Sedikit intermezzo, DAI5 Framework sendiri merupakan suatu metode implementasi dari suatu framework yang disebut dengan <em>Conscious thinking<\/em>.  Dalam penerapan DAI5 Framework sendiri, terdapat 33 kriteria evaluasi sebagai panduan untuk mengetahui sudah sejauh mana prinsip-prinsip DAI5 sudah diterapkan dalam suatu permasalahan tertentu.  DAI5 yang terdiri dari <em>Deep Awareness of I, Intention, Initial Thinking, Idealization<\/em>, dan <em>Instruction-Set<\/em>, dari kelima prinsip tersebut memiliki kriteria spesifik dari setiap prinsipnya sehingga memastikan penerapan DAI5 dapat berjalan efektif dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">Deep Awareness of I<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah paling awal dalam kita menggunakan DAI5 Framework adalah kita menyadari akan siapa kita dalam konteksi pencarian ilmu. Kita bukan hanya sekadar individu yang selalu mencari persamaan matematis dan pengolaha data semata, melainkan kita adalah manusia yang selalu memiliki kesadaran akan keteraturan alam semesta. Dalam konteks mata kuliah Metode Numerik, berarti kita sebagai mahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum memulai perkuliahan Metode Numerik<\/p>\n\n\n\n<p>1.<em>Consciousness of Purpose<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Permasalahan dalam metode numerik pada simulasi perpindahan panas ini tidak hanya bertujuan untuk memahami perilaku fisik yang terjadi pada suatu benda, tapi juga menjadi cara kita untuk sedikit mengenal kebesaran Sang Pencipta. Sebab, fenomena perpindahan panas pada pelat adalah bagian dari ciptaan-Nya yang luar biasa<\/p>\n\n\n\n<p>2.<em>Self-Awareness<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam memilih metode curve fitting atau teknik integrasi numerik, saya sering membawa asumsi atau kecenderungan pribadi, baik dari pengalaman maupun pemahaman sebelumnya. Prinsip ini mengingatkan saya untuk lebih sadar akan bias yang mungkin muncul dan berusaha bersikap objektif. Dengan begitu, saya bisa mengambil keputusan yang lebih adil dan tepat dalam setiap tahap analisis.<\/p>\n\n\n\n<p>3.<em><em>Ethical Considerations<\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya berusaha untuk tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga memastikan bahwa proses yang saya lakukan sesuai dengan nilai-nilai moral. Misalnya, saya harus jujur terhadap data yang saya olah dan tidak memanipulasi grafik agar hasil curve fitting terlihat lebih \u2018sempurna\u2019. Etika ini penting, karena keputusan yang saya buat dari hasil analisis numerik dapat berdampak nyata, baik dalam konteks akademik maupun sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>4.<em><em><em>Integration of CCIT (Cara Cerdas Ingat Tuhan)<\/em><\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap langkah dalam proses pemecahan masalah\u2014mulai dari analisis data hingga penyelesaian numerik\u2014saya niatkan sebagai bentuk ibadah dan cara untuk terus mengingat Tuhan. Saya percaya bahwa mengintegrasikan kesadaran spiritual dalam analisis membuat saya lebih teliti, bertanggung jawab, dan tidak sekadar mencari hasil, tetapi juga makna di baliknya.<\/p>\n\n\n\n<p>5.<em><em><em><em>Critical Reflection<\/em><\/em><\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan solusi dari curve fitting atau nilai dari integrasi numerik, saya mencoba merenungkan lebih dalam. Apa dampak dari hasil ini bagi lingkungan, masyarakat, atau bahkan diri saya sendiri? Apakah solusi ini memberikan manfaat nyata? Refleksi ini penting agar saya tidak hanya berpikir secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial dan spiritual dari hasil pekerjaan saya.<\/p>\n\n\n\n<p>6.<em><em><em><em><em>Continuum of Awareness<\/em><\/em><\/em><\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Selama proses analisis dan pengambilan keputusan, saya harus menjaga kesadaran saya dengan stabil bertujuan menjaga konsistensi dalam proses simulasi hingga nantinya menghasilkan data beserta grafik yang diinginkan<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>Intention<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>7.<em>Clarity of Intent<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menyelesaikan masalah curve fitting dan integrasi numerik, saya menetapkan niat dengan jelas, yaitu tidak hanya untuk memahami data atau menyelesaikan perhitungan, tapi juga untuk lebih mengenal dan mengagumi kebesaran Sang Pencipta. Bagi saya, setiap analisis adalah bagian dari proses mengenal hukum-hukum alam yang telah Tuhan ciptakan secara sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p>8.<em><em>Alignment of Objectives<\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya berusaha menyelaraskan tujuan analisis numerik ini dengan prinsip-prinsip kebaikan, seperti kejujuran dalam pengolahan data, ketelitian dalam memilih metode, serta keinginan untuk memberikan manfaat dari hasil analisis ini. Saya tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga memperhatikan apakah proses dan tujuannya selaras dengan nilai moral dan kemaslahatan.<\/p>\n\n\n\n<p>9.<em>Relevance of Intent<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya memastikan bahwa niat saya dalam melakukan curve fitting atau integrasi numerik tidak hanya relevan untuk pengembangan ilmu, tetapi juga bermanfaat bagi kebutuhan nyata di dunia, misalnya dalam meningkatkan efisiensi sistem termal, membantu pengambilan keputusan teknik, atau menyumbangkan solusi bagi permasalahan praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>10.<em>Sustainability Focus<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam mencari solusi numerik, saya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penerapan metode ini. Apakah perhitungan saya bisa mendukung penghematan energi? Apakah hasilnya bisa berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan atau meningkatkan kualitas pemahaman saya sendiri? Saya ingin solusi yang saya hasilkan tidak hanya tepat sekarang, tapi juga berdampak positif ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>11.<em>Focus on Quality<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya berkomitmen untuk menghasilkan analisis numerik yang berkualitas tinggi, akurat, dan andal. Untuk itu, saya berusaha teliti dalam setiap langkah\u2014mulai dari pengumpulan data, pemilihan metode curve fitting, hingga integrasi numerik\u2014agar solusi yang saya tawarkan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memberikan hasil terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>Initial Thinking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>12.<em>Problem Understanding<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Permasalahan yang akan saya selesaikan adalah mencari grafik curve fitting dari sebuah plat berukuran 1m x 1m yang terbuat dari material stainless steel dengan nilai konduktivitas termal :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">k = 16.2 W\/mK<\/p>\n\n\n\n<p>dimana diberikan penyebaran suhu pada tiap sisi plat dan iberikan sumber panas sebesar 303 K pada ujung plat.<\/p>\n\n\n\n<p>13.<em>Stakeholder Awareness<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya mempertimbangkan siapa saja yang terdampak oleh hasil analisis saya. Jika saya melakukan perhitungan untuk sistem teknik tertentu, maka saya menyadari bahwa keakurasian hasil curve fitting atau nilai integral akan mempengaruhi banyak pihak, seperti Prof. Dai, teman-teman mahasiswa Teknik Mesin, bahkan lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p>14.<em>Contextual Analysis<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya menempatkan masalah ini dalam konteks fisik, sosial, dan teknis yang relevan. Misalnya, dalam menganalisis perpindahan panas pada pelat, saya tidak hanya melihat dari sisi perhitungan, tapi juga bagaimana hasil ini bisa diterapkan di dunia nyata, seperti dalam efisiensi energi atau keselamatan sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>15.<em>Root Cause Analysis<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Karena permasalahan yang dibahas adalah penyebaran temperatur pada suatu plat, maka akan berhubungan dengan yang namanya kalor. Kalor inilah yang nantinya akan membawa sejumlah energi panas ke seluruh pelat, dimana pergerakan kalor akan memenuhi Hukum Fourier Perpindahan Panas yang telah kita pelajarin sebelumnya pada saat perkuliahan.<\/p>\n\n\n\n<p>16.<em>Relevance of Analysis<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya memastikan bahwa analisis yang saya lakukan tidak hanya benar secara teori, tapi juga relevan dan aplikatif. Artinya, hasil curve fitting yang saya dapatkan harus bisa diaplikasikan untuk prediksi nyata, dan nilai yang dihasilkan dari simulasi CFDSOF yang saya sudah hitung harus bisa dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan atau desain sistem. <\/p>\n\n\n\n<p>17.<em>Use of Data and Evidence<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya menggunakan data yang valid dan cukup untuk mendukung analisis saya. Seperti yang sudah diberikan pada pertemuan sebelumnya mengenai data yang akan dibutuhkan dalam simulasi di CFDSOF. Saya menyadari bahwa kualitas data sangat mempengaruhi hasil curve fitting, dan akurasi dalam integrasi numerik sangat bergantung pada ketelitian saya dalam mengolah bukti dan informasi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>Idealization<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>18.<em>Assumption Clarity<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya menyatakan asumsi dengan jelas, seperti mengasumsikan bahwa proses perpindahan panas bersifat <strong>steady-state<\/strong>, pelat bersifat <strong>homogen<\/strong> dan <strong>isotropik<\/strong>, serta konduksi terjadi hanya dalam satu arah (vertikal). Asumsi-asumsi ini penting agar model numerik yang saya gunakan, baik untuk curve fitting maupun integrasi numerik, relevan dan realistis.<\/p>\n\n\n\n<p>19.<em>Creativity and Innovation<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Proses simulasi menggunakan software CFDSOF dimana akan dilakukan pada cell dengan ukuran 12 x 12. Pada\u00a0<em>setup\u00a0<\/em>ini, baris ditandai dengan J, sedangkan kolom ditandai dengan I. Baris J1 dan J12 merupakan sumber panas. Kolom I1 dan I12 juga merupakan sumber panas. Baris dan kolom lainnya merupakan\u00a0<em>conducting wall\u00a0<\/em>dengan\u00a0<em>thermal conductivity\u00a0<\/em>16,2 W\/mK.<\/p>\n\n\n\n<p>20.<em>Physical Realism<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya memastikan bahwa solusi yang saya usulkan sesuai dengan hukum <strong>konduksi panas Fourier<\/strong>, dan mematuhi prinsip <strong>konservasi energi<\/strong>. Dalam curve fitting, saya memastikan kurva yang dihasilkan tidak melanggar nilai batas suhu yang diberikan. Semua solusi saya harus mencerminkan kenyataan fisik dari fenomena perpindahan panas tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>21.<em>Alignment with Intent<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal, niat saya adalah memahami fenomena fisika ini sebagai bentuk kekaguman saya terhadap keteraturan ciptaan-Nya. Maka, saya menjaga agar solusi teknis yang saya tawarkan tetap sejalan dengan niat awal saya \u2014 yaitu menambah ilmu sekaligus mendekatkan diri pada Sang Pencipta melalui pemahaman hukum-hukum alam-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>22.<em>Scalability and Adaptability<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya memastikan metode penyelesaian saya bisa diterapkan pada <strong>berbagai ukuran pelat<\/strong> atau <strong>nilai konduktivitas<\/strong> yang berbeda. Metode curve fitting dan integrasi numerik yang saya gunakan dirancang agar bisa disesuaikan untuk kasus-kasus lain yang mirip, sehingga tidak terbatas hanya pada pelat ini saja.<\/p>\n\n\n\n<p>23.<em>Simplicity and Elegance<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya berusaha menyusun solusi yang <strong>efisien, sederhana, namun tetap efektif<\/strong>. Misalnya, dalam menghitung laju aliran panas, saya menggunakan pendekatan numerik yang mudah dipahami, namun hasilnya tetap akurat. Bagi saya, kesederhanaan dalam perhitungan tidak mengurangi kedalaman analisis, justru membuatnya lebih mudah diimplementasikan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>Instruction Set<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>24.<em>Clarity of Steps<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan arahan dan juga penjelasan yang sudah disampaikan oleh Prof. Dai dimana data-data yang didapatkan dari hasil simulasi CFDSOF merupakan XY Plot baris dari J2-J11 dan data tersebut akan diproses terlebih dahulu menggunakan\u00a0<em>curve fitting plot<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>25.<em>Comprehensiveness<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa aspek penting yang dibutuhkan dalam proses simulasi sudah saya atur sedemikian rupa, seperti temperatur, distribusi panas, gradient dan pembagian posisi panas pada plat sehingga nantinya dapat menghasilkan output yang diharapkan ketika akan dilakukan iterasi nantinya.<\/p>\n\n\n\n<p>26.<em>Physical Interpretation<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Adapun untuk penjabaran hasil simulasi CFDSOF dilakukan visualiasi berupa grafik kontur 2 dimensi yang memperlihatkan distribusi suhu pada pelat yang diuji. Kemudian dengan menggunakan bantuan AI dari hasil iterasi tersebut akan dicari persamaan flux panasnya dan juga heatmapnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk hasil plot coding heatmap yang digunakan, terlampir di bawah.<\/p>\n\n\n\nimport numpy as np\nimport matplotlib.pyplot as plt\n\n# Data dari dokumen\nx = np.array([0, 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, 1])\ny = np.array([0.2, 0.3, 0.4, 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, 1.0])\nT = np.array([\n    [303, 337.78, 351.28, 357.24, 359.91, 360.68, 359.91, 357.24, 351.28, 337.78, 303],\n    [303, 323.82, 337.11, 344.78, 348.71, 349.92, 348.71, 344.77, 337.11, 323.82, 303],\n    [303, 317.42, 328.57, 336.04, 340.24, 341.59, 340.24, 336.04, 328.57, 317.42, 303],\n    [303, 314.27, 323.73, 330.56, 334.61, 335.95, 334.61, 330.56, 323.73, 314.27, 303],\n    [303, 312.94, 321.50, 327.86, 331.71, 332.99, 317.13, 327.86, 321.50, 312.94, 303],\n    [303, 313, 321.47, 327.67, 331.37, 332, 331.37, 327.67, 321.47, 313, 303],\n    [303, 314.60, 323.73, 329.95, 333.52, 334.67, 333.52, 329.95, 323.73, 314.60, 303],\n    [303, 318.67, 328.88, 334.91, 338.07, 339.06, 338.07, 334.91, 328.88, 318.67, 303],\n    [303, 328.22, 338.20, 342.73, 344.80, 345.42, 344.80, 342.73, 338.20, 328.22, 303]\n])\n\n# Membuat grid untuk kontur\nX, Y = np.meshgrid(x, y)\n\n# Plot kontur\nplt.figure(figsize=(8, 6))\ncontour = plt.contourf(X, Y, T, cmap=&#8217;hot&#8217;, levels=20)  # Filled contour\nplt.colorbar(contour, label=&#8217;Temperatur (Kelvin)&#8217;)\nplt.contour(X, Y, T, colors=&#8217;black&#8217;, levels=10, linewidths=0.5)  # Garis kontur\n\n# Pengaturan grafik\nplt.xlabel(&#8216;x (meter)&#8217;)\nplt.ylabel(&#8216;y (meter)&#8217;)\nplt.title(&#8216;Distribusi Temperatur 2D (Kontur)&#8217;)\nplt.grid(True)\n\n# Tampilkan grafik\nplt.show()\n\n\n\n<p>27.<em>Error Minimization<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya merancang proses perhitungan dengan meminimalkan kemungkinan kesalahan, misalnya dengan memilih metode numerik yang <strong>stabil dan konvergen<\/strong>, serta melakukan <strong>pengecekan ulang<\/strong> pada asumsi dan hasil antara. Saya juga menghindari kesalahan pembulatan dan memastikan satuan-satuan yang saya gunakan konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>28.<em><em>Verification and Validation<\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan hasil, saya memverifikasi dengan membandingkan hasil metode numerik dengan <strong>solusi analitik sederhana<\/strong> (jika tersedia) atau dengan referensi literatur. Saya juga memvalidasi apakah hasilnya masuk akal secara fisika, misalnya memastikan <strong>arah aliran panas dari suhu tinggi ke rendah<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>29.<em>Iterative Approach<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada ketidaksesuaian dalam hasil atau ketidakakuratan, saya siap melakukan <strong>pengulangan dan penyempurnaan<\/strong> perhitungan. Saya mencoba beberapa pendekatan numerik jika diperlukan, agar solusi akhir saya benar-benar optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>30.<em>Sustainability Integration<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya mempertimbangkan bagaimana solusi dari permasalahan ini, seperti desain sistem perpindahan panas yang efisien, dapat mendukung keberlanjutan. Misalnya, saya berpikir apakah dengan memahami laju panas yang tepat saya bisa merancang sistem pendingin yang hemat energi dan ramah lingkungan, serta mendukung efisiensi ekonomi dalam operasional.<\/p>\n\n\n\n<p>31.<em>Communication Effectiveness<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya menyampaikan langkah-langkah penyelesaian, perhitungan, dan hasil analisis saya dengan <strong>cara yang mudah dipahami<\/strong>, baik secara lisan maupun tulisan. Saya menggunakan grafik suhu, tabel data, serta narasi sederhana agar siapa pun yang membaca solusi saya dapat dengan mudah memahami dan menerapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>32.<em>Alignment with DAI5 Framework<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya memastikan bahwa seluruh proses analisis yang saya lakukan <strong>selaras dengan prinsip dan langkah dalam framework DAI5<\/strong>, yang menekankan kejelasan niat, pemahaman masalah yang mendalam, solusi kreatif yang realistis, dan penerapan yang terorganisir. Dengan demikian, saya tidak hanya fokus pada jawaban, tetapi juga pada <strong>proses yang sistematis dan bernilai<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>33.<em>Documentation Quality<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saya mendokumentasikan seluruh proses kerja saya dengan <strong>jelas, lengkap, dan profesional<\/strong>. Mulai dari penjelasan masalah, asumsi yang saya buat, metode yang saya pilih (misalnya menggunakan <strong>integrasi numerik atau curve fitting<\/strong> untuk distribusi suhu), hasil perhitungan, hingga kesimpulan yang saya tarik. Dokumentasi ini penting untuk referensi saya di masa depan dan untuk orang lain yang ingin belajar dari proses ini.<\/p>\n\n\n\n<p>untuk melihat hasil dokumentasi dan langkah-langkah prosesnya dapat dilihat pada link blog berikut yang sudah saya buat pada pertemuan sebelumnya : <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ccitonline-com wp-block-embed-ccitonline-com\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"l4LLaMxopI\"><a href=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2025\/03\/10\/curve-fitting-dan-visualisasi-dalam-konduksi-panas-2d-fernanda-rizky-2306228333-metode-numerik-01\/\">Curve Fitting dan Visualisasi dalam Konduksi Panas 2D &#8211; Fernanda Rizky (2306228333) &#8211; Metode Numerik 01<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Curve Fitting dan Visualisasi dalam Konduksi Panas 2D &#8211; Fernanda Rizky (2306228333) &#8211; Metode Numerik 01&#8221; &#8212; ccitonline.com\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2025\/03\/10\/curve-fitting-dan-visualisasi-dalam-konduksi-panas-2d-fernanda-rizky-2306228333-metode-numerik-01\/embed\/#?secret=RchIjlRwe6#?secret=l4LLaMxopI\" data-secret=\"l4LLaMxopI\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u0650\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0652\u0645 Assalaamu&#8217;alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, Selamat Pagi, Siang, Sore, dan Malam Prof. Dai dan teman-teman sekalian yang berbahagia. Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai bagaimana DAI5 Framework yang sudah diajarkan sebelumnya dapat membantu kita sebagai mahasiswa dalam memahami permasalahan pada grafik curve fitting dan juga integrasi numerik melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3221","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3221"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3357,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3221\/revisions\/3357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}