{"id":2843,"date":"2025-03-10T16:00:38","date_gmt":"2025-03-10T16:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=2843"},"modified":"2025-03-11T08:52:33","modified_gmt":"2025-03-11T08:52:33","slug":"perhitungan-heat-flux-equations-dan-2-dimensi-heatmaps-visualization-muhammad-sulthan-alam-2306238763-metode-numerik-02","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2025\/03\/10\/perhitungan-heat-flux-equations-dan-2-dimensi-heatmaps-visualization-muhammad-sulthan-alam-2306238763-metode-numerik-02\/","title":{"rendered":"Perhitungan Heat Flux Equations dan 2 Dimensi Heatmaps Visualization &#8211; Muhammad Sulthan Alam (2306238763) \u2013 Metode Numerik 02"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-left\">Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (<em>\u0671\u0644\u0633\u064e\u0651\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0671\u0644\u0644\u064e\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f<\/em>)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Perkuliahan Minggu lalu, saya sudah menjalankan simulasi konduksi panas dua dimensi (<em>2D heat conduction<\/em>) pada sebuah plat baja stainless steel. Plat yang digunakan dalam simulasi ini memiliki dimensi 1 meter di setiap sisinya, sehingga berbentuk kubus sempurna. Hasil dari simulasi tersebut telah memberikan gambaran awal tentang bagaimana temperatur tersebar dalam plat berdasarkan kondisi tertentu yang kita terapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kita akan melangkah lebih jauh dengan fokus pada perhitungan persebaran daya pada plat baja tersebut menggunakan metode integrasi numerik. Untuk memecahkan masalah ini dengan pendekatan yang sistematis, kita akan menerapkan framework <strong>DAI5<\/strong>, yang terdiri dari lima tahapan utama:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Deep Awareness of i<\/strong> \u2013 Memahami sepenuhnya informasi yang telah kita peroleh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Intention<\/strong> \u2013 Menetapkan tujuan dari analisis ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Initial Thinking<\/strong> \u2013 Menyusun strategi awal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Idealization<\/strong> \u2013 Membentuk gambaran hasil yang diharapkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Instruction Set<\/strong> \u2013 Menyusun langkah-langkah eksekusi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Deep Awareness of i<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan pertama ini menuntut kita untuk memiliki pemahaman menyeluruh terhadap data yang sudah diperoleh dari simulasi sebelumnya. Beberapa poin penting yang kita miliki meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Persamaan fluks panas<\/strong> yang dihasilkan melalui proses <em>curve fitting<\/em> dari hasil simulasi. Persamaan ini menggambarkan hubungan matematis antara fluks panas dengan variabel-variabel tertentu seperti posisi atau waktu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dimensi dan batasan fisik plat baja<\/strong> yang sudah jelas, yaitu berbentuk kubus dengan ukuran 1x1x1 meter.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Distribusi temperatur<\/strong> yang menunjukkan bagaimana panas tersebar di berbagai titik pada plat. Data ini akan menjadi dasar utama untuk analisis lebih lanjut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kita bisa membayangkan bahwa persamaan fluks panas yang diperoleh mungkin berbentuk q(x)=a+bx+cx^2, di mana q(x) adalah fluks panas dalam fungsi posisi x, sedangkan a,b,a, b,a,b, dan ccc adalah koefisien dari hasil <em>curve fitting<\/em>. Persamaan ini akan menjadi dasar dalam menghitung persebaran daya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Intention<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari analisis ini adalah memahami hubungan antara daya, fluks panas, dan temperatur pada sistem termal ini.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Fluks panas<\/strong> (W\/m^2) menunjukkan laju perpindahan energi panas per satuan luas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Daya<\/strong> (W) adalah total energi panas yang ditransfer dalam sistem.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Temperatur<\/strong> berperan sebagai faktor pendorong perpindahan panas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita ingin mengeksplorasi bagaimana metode integrasi numerik dapat digunakan untuk menentukan distribusi daya berdasarkan data fluks panas yang diperoleh. Karena hasil simulasi biasanya berbentuk data diskrit, pendekatan numerik seperti metode trapesium atau metode Simpson akan membantu kita dalam melakukan integrasi.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Initial Thinking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini, kita mulai merancang strategi untuk memvisualisasikan dan menghitung distribusi daya pada plat baja.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Visualisasi hasil<\/strong>: Peta kontur 2D yang menunjukkan variasi daya atau grafik daya sebagai fungsi posisi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode perhitungan daya<\/strong>: Daya dapat dihitung dengan mengintegrasikan fluks panas terhadap luas tertentu pada plat. Secara matematis, ini dinyatakan sebagai:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"186\" height=\"71\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-395.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2845\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>di mana dA adalah elemen luas. Dalam implementasi numerik, integral ini akan dihitung dengan metode diskretisasi, menggunakan teknik seperti aturan trapesium atau metode Simpson.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Idealization<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini, kita membentuk gambaran ideal tentang hasil yang diinginkan. Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Peta distribusi daya<\/strong> dalam bentuk <em>heatmap<\/em> yang menampilkan variasi daya dari rendah ke tinggi dengan gradasi warna (biru ke merah).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Grafik daya terhadap posisi<\/strong> untuk memahami perubahan daya sepanjang sumbu tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Agar masalah ini lebih mudah diselesaikan, kita juga bisa membuat beberapa asumsi penyederhanaan, seperti mengabaikan efek konveksi dan radiasi serta menganggap material plat bersifat homogen.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Instruction Set<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, kita masuk ke tahap eksekusi. Ada empat langkah utama yang akan kita lakukan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menentukan persamaan fluks panas<\/strong> dari hasil <em>curve fitting<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghitung nilai fluks panas<\/strong> berdasarkan persamaan tersebut di berbagai titik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melakukan integrasi numerik<\/strong> untuk menghitung distribusi daya sepanjang sumbu tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Membuat visualisasi hasil<\/strong> dalam bentuk peta kontur atau grafik daya terhadap posisi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dengan pendekatan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana panas berpindah dalam plat baja dan bagaimana daya tersebar di dalamnya. Dengan bantuan teknologi dan metode numerik, kita bisa mencapai hasil yang lebih akurat dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hasil Curvefitting dari Plot J2 hingga J10<\/strong><\/p>\n\n\n\n<!DOCTYPE html>\n<html lang=\"en\">\n<head>\n    <meta charset=\"UTF-8\">\n    <meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1.0\">\n    <title>Curve Fitting Grafik<\/title>\n    <script src=\"https:\/\/cdn.jsdelivr.net\/npm\/chart.js\"><\/script>\n    <script src=\"https:\/\/cdn.jsdelivr.net\/npm\/regression\"><\/script>\n<\/head>\n<body>\n    <canvas id=\"myChart\" width=\"800\" height=\"400\"><\/canvas>\n    <script>\n        \/\/ Data dari posisi 2 hingga posisi 10\n        const dataPosisi = {\n            posisi2: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 337.778 },\n                { x: 0.2, y: 351.284 },\n                { x: 0.3, y: 357.243 },\n                { x: 0.4, y: 359.911 },\n                { x: 0.5, y: 360.687 },\n                { x: 0.6, y: 359.911 },\n                { x: 0.7, y: 357.243 },\n                { x: 0.8, y: 351.284 },\n                { x: 0.9, y: 337.778 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi3: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 323.828 },\n                { x: 0.2, y: 337.116 },\n                { x: 0.3, y: 344.778 },\n                { x: 0.4, y: 348.713 },\n                { x: 0.5, y: 349.926 },\n                { x: 0.6, y: 348.713 },\n                { x: 0.7, y: 344.778 },\n                { x: 0.8, y: 337.116 },\n                { x: 0.9, y: 323.828 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi4: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 317.419 },\n                { x: 0.2, y: 328.575 },\n                { x: 0.3, y: 336.038 },\n                { x: 0.4, y: 340.240 },\n                { x: 0.5, y: 341.590 },\n                { x: 0.6, y: 340.240 },\n                { x: 0.7, y: 336.038 },\n                { x: 0.8, y: 328.575 },\n                { x: 0.9, y: 317.419 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi5: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 314.273 },\n                { x: 0.2, y: 323.728 },\n                { x: 0.3, y: 330.561 },\n                { x: 0.4, y: 334.617 },\n                { x: 0.5, y: 335.955 },\n                { x: 0.6, y: 334.617 },\n                { x: 0.7, y: 330.561 },\n                { x: 0.8, y: 323.728 },\n                { x: 0.9, y: 314.273 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi6: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 312.945 },\n                { x: 0.2, y: 321.503 },\n                { x: 0.3, y: 327.861 },\n                { x: 0.4, y: 331.713 },\n                { x: 0.5, y: 332.997 },\n                { x: 0.6, y: 331.713 },\n                { x: 0.7, y: 327.861 },\n                { x: 0.8, y: 321.503 },\n                { x: 0.9, y: 312.945 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi7: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 313.006 },\n                { x: 0.2, y: 321.477 },\n                { x: 0.3, y: 327.668 },\n                { x: 0.4, y: 331.377 },\n                { x: 0.5, y: 332.607 },\n                { x: 0.6, y: 331.378 },\n                { x: 0.7, y: 327.668 },\n                { x: 0.8, y: 321.477 },\n                { x: 0.9, y: 313.006 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi8: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 314.603 },\n                { x: 0.2, y: 323.730 },\n                { x: 0.3, y: 329.958 },\n                { x: 0.4, y: 333.522 },\n                { x: 0.5, y: 334.678 },\n                { x: 0.6, y: 333.522 },\n                { x: 0.7, y: 329.958 },\n                { x: 0.8, y: 323.730 },\n                { x: 0.9, y: 314.603 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi9: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 318.676 },\n                { x: 0.2, y: 328.881 },\n                { x: 0.3, y: 334.911 },\n                { x: 0.4, y: 338.075 },\n                { x: 0.5, y: 339.062 },\n                { x: 0.6, y: 338.075 },\n                { x: 0.7, y: 334.911 },\n                { x: 0.8, y: 328.881 },\n                { x: 0.9, y: 318.676 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ],\n            posisi10: [\n                { x: 0.0, y: 303.0 },\n                { x: 0.1, y: 328.221 },\n                { x: 0.2, y: 338.208 },\n                { x: 0.3, y: 342.732 },\n                { x: 0.4, y: 344.806 },\n                { x: 0.5, y: 345.419 },\n                { x: 0.6, y: 344.806 },\n                { x: 0.7, y: 342.732 },\n                { x: 0.8, y: 338.208 },\n                { x: 0.9, y: 328.221 },\n                { x: 1.0, y: 303.0 }\n            ]\n        };\n\n        const colors = [\n            'rgba(255, 99, 132, 1)', \/\/ Merah (Posisi 2)\n            'rgba(54, 162, 235, 1)', \/\/ Biru (Posisi 3)\n            'rgba(75, 192, 192, 1)', \/\/ Hijau (Posisi 4)\n            'rgba(153, 102, 255, 1)', \/\/ Ungu (Posisi 5)\n            'rgba(255, 159, 64, 1)', \/\/ Oranye (Posisi 6)\n            'rgba(199, 199, 199, 1)', \/\/ Abu-abu (Posisi 7)\n            'rgba(255, 205, 86, 1)', \/\/ Kuning (Posisi 8)\n            'rgba(201, 203, 207, 1)', \/\/ Abu-abu muda (Posisi 9)\n            'rgba(0, 128, 0, 1)' \/\/ Hijau tua (Posisi 10)\n        ];\n\n        const datasets = [];\n        Object.keys(dataPosisi).forEach((key, index) => {\n            const data = dataPosisi[key];\n            const result = regression.polynomial(data.map(point => [point.x, point.y]), { order: 2 });\n            const smoothData = [];\n            for (let x = 0; x <= 1; x += 0.01) {\n                const y = result.predict(x)[1];\n                smoothData.push({ x, y });\n            }\n\n            \/\/ Dataset untuk titik-titik asli\n            datasets.push({\n                label: `Data J${index + 2}`, \/\/ Menggunakan \"Data J\" di depan angka\n                data: data,\n                borderColor: colors[index],\n                backgroundColor: colors[index],\n                pointRadius: 5,\n                showLine: false\n            });\n\n            \/\/ Dataset untuk garis curve fitting\n            datasets.push({\n                label: `Plot Fitted Curve J${index + 2}`, \/\/ Menggunakan \"Fitted Curve J\" di depan angka\n                data: smoothData,\n                borderColor: colors[index],\n                backgroundColor: colors[index] + '50', \/\/ Tambahkan transparansi\n                showLine: true,\n                pointRadius: 0\n            });\n        });\n\n        const ctx = document.getElementById('myChart').getContext('2d');\n        const myChart = new Chart(ctx, {\n            type: 'scatter',\n            data: {\n                datasets: datasets\n            },\n            options: {\n                scales: {\n                    x: {\n                        type: 'linear',\n                        position: 'bottom',\n                        title: {\n                            display: true,\n                            text: 'ARAH-I PANJ. (M)'\n                        }\n                    },\n                    y: {\n                        title: {\n                            display: true,\n                            text: 'TEMPERATUR (K)'\n                        }\n                    }\n                },\n                plugins: {\n                    legend: {\n                        display: true,\n                        position: 'top'\n                    }\n                }\n            }\n        });\n    <\/script>\n<\/body>\n<\/html>\n\n\n\n<p><strong>Persamaan Tiap Plot<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Plot J2: y = -239.376x^2 + 239.376x + 303.000<br>Plot J3: y = -171.650x^2 + 171.650x + 303.000<br>Plot J4: y = -136.927x^2 + 136.927x + 303.000<br>Plot J5: y = -113.612x^2 + 113.612x + 303.000<br>Plot J6: y = -100.083x^2 + 100.083x + 303.000<br>Plot J7: y = -98.087x^2 + 98.087x + 303.000<br>Plot J8: y = -106.160x^2 + 106.160x + 303.000<br>Plot J9: y = -126.900x^2 + 126.900x + 303.000<br>Plot J10: y = -164.220x^2 + 164.220x + 303.000<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah saya mendapatkan persamaan tiap plotnya dari J2 hingga J10<\/p>\n\n\n\n<p>Saya menghitung dayanya dengan bantuan AI, seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memahami Persamaan Temperatur<\/h3>\n\n\n\n<p>Persamaan yang diberikan adalah dalam bentuk kuadrat:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"207\" height=\"34\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-396.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2846\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>di mana:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>y adalah temperatur (dalam Kelvin atau Celsius, diasumsikan dalam satuan suhu),<\/li>\n\n\n\n<li>x adalah posisi (dalam meter, diasumsikan sebagai variabel spasial),<\/li>\n\n\n\n<li>a,b,c adalah koefisien spesifik untuk masing-masing plot (J2 hingga J10).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghitung Fluks Panas (q)<\/h3>\n\n\n\n<p>Fluks panas (q) dihitung menggunakan hukum konduksi panas Fourier:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"875\" height=\"220\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-397.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2847\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-397.png 875w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-397-300x75.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-397-768x193.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-397-600x151.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 875px) 100vw, 875px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Turunan Pertama Persamaan Temperatur:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><br>y = ax^2 + bx + c, turunannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p>dy\/dx = 2ax + b<\/p>\n\n\n\n<p>J2: dy\/dx = -478.752x + 239.376<br>J3: dy\/dx = -343.300x + 171.650<br>J4: dy\/dx = -273.854x + 136.927<br>J5: dy\/dx = -227.224x + 113.612<br>J6: dy\/dx = -200.166x + 100.083<br>J7: dy\/dx = -196.174x + 98.087<br>J8: dy\/dx = -212.320x + 106.160<br>J9: dy\/dx = -253.800x + 126.900<br>J10: dy\/dx = -328.440x + 164.220<\/p>\n\n\n\n<p>Persamaan Fluks Panas (q):<br>q = -k * (dy\/dx)<br>dengan k = 16.2 W\/mK<\/p>\n\n\n\n<p>J2: q = 7755.7824x - 3877.8912<br>J3: q = 5561.4600x - 2780.7300<br>J4: q = 4436.4348x - 2218.2174<br>J5: q = 3681.0288x - 1840.5144<br>J6: q = 3242.6892x - 1621.3446<br>J7: q = 3178.0188x - 1589.0094<br>J8: q = 3439.5840x - 1719.7920<br>J9: q = 4111.5600x - 2055.7800<br>J10: q = 5320.7280x - 2660.3640<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghitung Daya (P)<\/h3>\n\n\n\n<p>Daya dihitung dengan integral fluks panas terhadap luas penampang:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"133\" height=\"41\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-398.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2848\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena qadalah fungsi dari x, dan kita tidak diberikan batas spesifik untuk luas penampang (A), kita asumsikan bahwa A adalah luas penampang konstan, dan kita perlu batas x untuk menghitung integralnya. Dari persamaan kuadrat, kita bisa menemukan rentang x di mana temperatur realistis (misalnya, dari x=0  hingga titik maksimum atau batas tertentu). Titik maksimum terjadi saat dT\/dx=0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"270\" height=\"161\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-399.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2849\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena a negatif dan b positif, titik maksimum berada di antara x=0 dan x=1 (lihat koefisiennya simetris). Mari kita asumsikan rentang x=0 x = 0 x=0 hingga x=1 meter untuk integral, dan A adalah luas penampang 1 m\u00b2 .<\/p>\n\n\n\n<p>Maka:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"495\" height=\"234\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-400.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2850\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-400.png 495w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-400-300x142.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 495px) 100vw, 495px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>J2:<br>q = 7755.7824x - 3877.8912<br>P = (7755.7824 \/ 2) + (-3877.8912) = 3877.8912 - 3877.8912 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J3:<br>q = 5561.4600x - 2780.7300<br>P = (5561.4600 \/ 2) + (-2780.7300) = 2780.7300 - 2780.7300 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J4:<br>q = 4436.4348x - 2218.2174<br>P = (4436.4348 \/ 2) + (-2218.2174) = 2218.2174 - 2218.2174 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J5:<br>q = 3681.0288x - 1840.5144<br>P = (3681.0288 \/ 2) + (-1840.5144) = 1840.5144 - 1840.5144 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J6:<br>q = 3242.6892x - 1621.3446<br>P = (3242.6892 \/ 2) + (-1621.3446) = 1621.3446 - 1621.3446 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J7:<br>q = 3178.0188x - 1589.0094<br>P = (3178.0188 \/ 2) + (-1589.0094) = 1589.0094 - 1589.0094 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J8:<br>q = 3439.5840x - 1719.7920<br>P = (3439.5840 \/ 2) + (-1719.7920) = 1719.7920 - 1719.7920 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J9:<br>q = 4111.5600x - 2055.7800<br>P = (4111.5600 \/ 2) + (-2055.7800) = 2055.7800 - 2055.7800 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p>J10:<br>q = 5320.7280x - 2660.3640<br>P = (5320.7280 \/ 2) + (-2660.3640) = 2660.3640 - 2660.3640 = 0 W<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Analisis Hasil:<\/h4>\n\n\n\n<p>Hasil P=0 untuk semua plot menunjukkan bahwa fluks panas netto di seluruh rentang x=0 hingga x=1 saling meniadakan. Ini terjadi karena gradien temperatur simetris (titik maksimum ada di x=0.5), dan integral dari q menghasilkan nilai positif dan negatif yang seimbang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"192\" height=\"40\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-401.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2851\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Maka:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"479\" height=\"363\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-402.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2852\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-402.png 479w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-402-300x227.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"933\" height=\"636\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-404.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2854\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-404.png 933w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-404-300x205.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-404-768x524.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-404-600x409.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 933px) 100vw, 933px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"940\" height=\"696\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-405.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2855\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-405.png 940w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-405-300x222.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-405-768x569.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/image-405-600x444.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Visualisasi Persebaran Daya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan bantuan AI dalam membuatkan visualisasi persebaran daya energi panasnya dan saya melakukan prompting ke AI dengan membuatkan visualisasinya dalam bahasa pemograman Python. Ini adalah kodingan dan hasil visualisasinya.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>import numpy as np\nimport matplotlib.pyplot as plt\n\n# Definisi persamaan untuk setiap J\ndef equation_J2(x):\n    return -239.376 * x**2 + 239.376 * x + 303.000\n\ndef equation_J3(x):\n    return -171.650 * x**2 + 171.650 * x + 303.000\n\ndef equation_J4(x):\n    return -136.927 * x**2 + 136.927 * x + 303.000\n\ndef equation_J5(x):\n    return -113.612 * x**2 + 113.612 * x + 303.000\n\ndef equation_J6(x):\n    return -100.083 * x**2 + 100.083 * x + 303.000\n\ndef equation_J7(x):\n    return -98.087 * x**2 + 98.087 * x + 303.000\n\ndef equation_J8(x):\n    return -106.160 * x**2 + 106.160 * x + 303.000\n\ndef equation_J9(x):\n    return -126.900 * x**2 + 126.900 * x + 303.000\n\ndef equation_J10(x):\n    return -164.220 * x**2 + 164.220 * x + 303.000\n\n# Membuat grid\nx = np.linspace(0, 1, 12)  # 12 cell horizontal (0 hingga 1)\ny = np.arange(2, 11)        # 9 cell vertikal (J2 hingga J10)\nX, Y = np.meshgrid(x, y)\n\n# Menghitung nilai daya untuk setiap titik grid\nZ = np.zeros_like(X)\n\nfor i in range(len(y)):\n    for j in range(len(x)):\n        if Y&#91;i, j] == 2:\n            Z&#91;i, j] = equation_J2(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 3:\n            Z&#91;i, j] = equation_J3(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 4:\n            Z&#91;i, j] = equation_J4(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 5:\n            Z&#91;i, j] = equation_J5(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 6:\n            Z&#91;i, j] = equation_J6(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 7:\n            Z&#91;i, j] = equation_J7(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 8:\n            Z&#91;i, j] = equation_J8(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 9:\n            Z&#91;i, j] = equation_J9(X&#91;i, j])\n        elif Y&#91;i, j] == 10:\n            Z&#91;i, j] = equation_J10(X&#91;i, j])\n\n# Membalik sumbu Y agar J2 di bawah dan J10 di atas\nZ = np.flipud(Z)  # Membalik matriks Z secara vertikal\nY = np.flipud(Y)  # Membalik matriks Y secara vertikal\n\n# Menghitung daya pada sisi atas (J10)\ndaya_atas = np.sum(Z&#91;0, :])\n\n# Menghitung daya pada sisi bawah (J2)\ndaya_bawah = np.sum(Z&#91;-1, :])\n\n# Menghitung daya pada sisi kiri (x = 0)\ndaya_kiri = np.sum(Z&#91;:, 0])\n\n# Menghitung daya pada sisi kanan (x = 1)\ndaya_kanan = np.sum(Z&#91;:, -1])\n\n# Menghitung total daya\ntotal_daya = np.sum(Z)\n\n# Menampilkan hasil\nprint(f\"Daya Energi Panas pada sisi atas (J10): {daya_atas:.2f} W\")\nprint(f\"Daya Energi Panas pada sisi bawah (J2): {daya_bawah:.2f} W\")\nprint(f\"Daya Energi Panas pada sisi kiri (x = 0): {daya_kiri:.2f} W\")\nprint(f\"Daya Energi Panas pada sisi kanan (x = 1): {daya_kanan:.2f} W\")\nprint(f\"Total Daya Energi Panas : {total_daya:.2f} W\")\n\n# Visualisasi heatmap\nplt.figure(figsize=(10, 6))\nplt.pcolormesh(X, Y, Z, shading='auto', cmap='viridis', vmin=np.min(Z), vmax=np.max(Z))\nplt.colorbar(label='Daya (W)')\nplt.title('Persebaran Daya Energi Panas')  # Judul diubah di sini\nplt.xlabel('x (0 hingga 1)')\nplt.ylabel('J (J2 hingga J10)')\nplt.xticks(np.linspace(0, 1, 12))\nplt.yticks(np.arange(2, 11), labels=&#91;f'J{i}' for i in range(2, 11)]&#91;::-1])  # Membalik label sumbu Y\nplt.show()<\/code><\/pre>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-fe9cc265 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"808\" height=\"547\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/download-3-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3103\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/download-3-3.png 808w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/download-3-3-300x203.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/download-3-3-768x520.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/download-3-3-600x406.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 808px) 100vw, 808px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Daya Energi Panas pada sisi atas (J10): 3934.58 W <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daya Energi Panas pada sisi bawah (J2): 4071.23 W <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daya Energi Panas pada sisi kiri (x = 0): 2727.00 W <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daya Energi Panas pada sisi kanan (x = 1): 2727.00 W <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Total Daya Energi Panas : 35009.48 W<\/strong><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (\u0671\u0644\u0633\u064e\u0651\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0671\u0644\u0644\u064e\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f)&nbsp; Pada Perkuliahan Minggu lalu, saya sudah menjalankan simulasi konduksi panas dua dimensi (2D heat conduction) pada sebuah plat baja stainless steel. Plat yang digunakan dalam simulasi ini memiliki dimensi 1 meter di setiap sisinya, sehingga berbentuk kubus sempurna. Hasil dari simulasi tersebut telah memberikan gambaran awal tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":109,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-2843","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/109"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2843"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3104,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2843\/revisions\/3104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}