{"id":18096,"date":"2026-10-06T17:02:36","date_gmt":"2026-10-06T17:02:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=18096"},"modified":"2026-10-07T14:05:23","modified_gmt":"2026-10-07T14:05:23","slug":"tugas-besar-perancangan-dan-analisis-turbin-pelton-andryo-rizki-arila-2406434286","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2026\/10\/06\/tugas-besar-perancangan-dan-analisis-turbin-pelton-andryo-rizki-arila-2406434286\/","title":{"rendered":"Tugas Besar Perancangan dan Analisis Turbin Pelton &#8211; Andryo Rizki Arila (2406434286)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">A. PROJECT TITLE<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PERANCANGAN DAN ANALISIS TURBIN PELTON SKALA PIKOHIDRO SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK PENERANGAN RUMAH TANGGA MASYARAKAT TERPENCIL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">B. AUTHOR COMPLETE NAME<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama Lengkap: Andryo Rizki Arila<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NPM: 2406434286<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">C. AFFILIATION<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Studi: Teknik Mesin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Departemen: Teknik Mesin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas: Teknik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Universitas: Universitas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">D. ABSTRACT<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebutuhan listrik dasar pada pemukiman terpencil di daerah berbukit sering kali terkendala oleh sulitnya jangkauan jaringan listrik utama. Meskipun demikian, daerah tersebut umumnya memiliki potensi aliran sungai kecil dengan beda ketinggian (<em>head<\/em>) relatif tinggi namun ketersediaan debit air sangat terbatas. Penelitian tugas besar ini bertujuan untuk melakukan <em>preliminary engineering design<\/em> dan analisis kinerja turbin Pelton skala pikohidro sebagai solusi pemenuhan daya listrik mandiri rumah tangga terpencil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perancangan menggunakan prinsip <em>turbomachinery<\/em> serta hukum konservasi massa, energi, dan momentum. Parameter input desain utama yang digunakan mencakup <em>net head<\/em> 30 m, debit air 0,005 m\u00b3\/s (5 L\/s), kecepatan putar 1500 rpm, koefisien kecepatan <em>nozzle<\/em> 0,97, dan <em>speed ratio<\/em> 0,46. Seluruh parameter ini ditetapkan sebagai <em>assumed design input<\/em> untuk tahap perancangan awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil analisis menunjukkan energi hidrolik yang tersedia sebesar 1,47 kW. Kecepatan <em>jet<\/em> yang dihasilkan oleh <em>nozzle<\/em> tunggal adalah 23,54 m\/s dengan diameter <em>jet<\/em> sekitar 16,4 mm. Kecepatan tangensial <em>runner<\/em> dirancang sebesar 10,83 m\/s sehingga diperoleh diameter <em>pitch runner<\/em> sebesar 0,138 m (138 mm) pada putaran 1500 rpm. Berdasarkan transfer momentum pada <em>bucket<\/em>, daya mekanik <em>runner<\/em> yang didapat sebesar 1,26 kW. Setelah memperhitungkan efisiensi mekanik dan generator, daya listrik keluaran yang dihasilkan diperkirakan sebesar 1,07 kW dengan efisiensi keseluruhan sistem sebesar 72,8%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daya keluaran sebesar 1,07 kW terbukti secara teknis mampu memenuhi kebutuhan penerangan dasar dan perangkat elektronik ringan untuk 2\u20133 rumah tangga terpencil. Hasil <em>preliminary design<\/em> ini terbukti rasional secara matematis dan fisik, namun masih memerlukan optimasi geometri melalui simulasi CFD, analisis tegangan struktur, dan pengujian prototipe sebelum diimplementasikan secara aktual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kata kunci:<\/strong> Turbin Pelton, pikohidro, <em>net head<\/em>, debit, daya hidrolik, <em>runner<\/em>, <em>velocity triangle<\/em>, efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">E. AUTHOR DECLARATION<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Deep Awareness of I (DAI)<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Consciousness of Purpose<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses merancang turbin Pelton skala pikohidro ini, saya menyadari secara mendalam bahwa potensi aliran air dan perbedaan elevasi di alam merupakan ketetapan serta karunia dari Sang Pencipta. Kegiatan <em>engineering<\/em> tidak sekadar mengolah rumus mekanika fluida, melainkan bentuk ikhtiar untuk memelihara dan memanfaatkan karunia tersebut guna memberikan kemaslahatan nyata bagi sesama manusia, khususnya masyarakat yang terisolasi dari akses energi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Self-awareness<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya menyadari keterbatasan saya sebagai mahasiswa yang baru menyusun <em>preliminary engineering design<\/em>. Seluruh perhitungan yang disajikan bergantung pada asumsi kondisi ideal (seperti aliran <em>steady<\/em>, <em>incompressible<\/em>, serta mengabaikan efek gesekan tiga dimensi secara rinci). Saya harus jujur bahwa hasil perancangan ini belum mewakili kondisi lapangan aktual dan tidak boleh diklaim sebagai produk jadi sebelum melalui tahapan validasi uji laboratorium.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Ethical Considerations<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perancangan sistem pikohidro ini menjunjung tinggi etika rekayasa dan lingkungan. Pengambilan debit air sebesar 5 L\/s dirancang agar tidak mengganggu ekosistem alami sungai maupun kebutuhan air domestik warga setempat. Selain itu, pemilihan material dan kemudahan operasi diarahkan agar masyarakat lokal dapat mengelolanya secara mandiri tanpa menciptakan ketergantungan teknologi yang memberatkan secara finansial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Integration of CCIT (Cara Cerdas Ingat Tuhan)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap tahapan penurun rumus\u2014mulai dari hukum kekekalan energi hingga analisis segitiga kecepatan\u2014dilakukan dengan kesadaran akan keagungan hukum-hukum fisika yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta secara teratur di alam semesta. Mengingat Sang Pencipta dalam setiap lembar analisis teknis menjaga niat saya agar proses belajar ini bernilai ibadah dan terhindar dari kelalaian serta manipulasi data.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Critical Reflection<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusi teknis berupa turbin Pelton kapasitas ~1 kW ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah Sistem Konversi Energi, melainkan sebuah refleksi atas ketimpangan pembangunan energi. Penerangan listrik yang dihasilkan di daerah terpencil memiliki dampak spiritual dan sosial yang luas: memperpanjang waktu belajar anak-anak di malam hari, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan menumbuhkan rasa syukur atas potensi alam yang ada di sekitar mereka.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">6. Continuum of Awareness<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesadaran diri, pertimbangan etika, dan nilai spiritual diintegrasikan secara berkesinambungan di seluruh bagian laporan ini. Mulai dari penentuan asumsi parameter <em>input<\/em>, perincian analisis <em>losses<\/em>, hingga pembahasan batasan simulasi, analisis dilakukan secara sadar, jujur, transparan, dan tidak terputus dari bab pendahuluan sampai penutup<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Niat Kegiatan Proyek<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">7. Clarity of Intent<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Niat utama dari perancangan ini adalah mengejar ridho dan pengenalan (<em>recognition<\/em>) terhadap keagungan Sang Pencipta melalui pemanfaatan ilmu rekayasa secara jujur, terukur, dan bermanfaat. Niat ini diwujudkan dengan merancang sistem konversi energi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat terpencil yang belum terjangkau akses listrik dasar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">8. Alignment of Objectives<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan teknis perancangan ini diselaraskan dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan prinsip universal keadilan sosial. Menyediakan akses energi penerangan untuk masyarakat terisolasi bukan sekadar menyelesaikan masalah matematis dan termofluida, melainkan bentuk manifestasi dari tanggung jawab moral untuk menyebarkan kebermanfaatan, menekan ketimpangan pembangunan, serta mengangkat martabat kehidupan sesama manusia.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">9. Relevance of Intent<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Niat dan tujuan perancangan secara langsung menjawab kebutuhan riil di lapangan. Pemilihan kriteria <em>High Head \/ Low Flow<\/em> (30 m \/ 5 L\/s) pada skala pikohidro 1,07 kW sangat relevan dengan tipologi geografis perbukitan di Indonesia, di mana sumber air yang tersedia sering kali berupa alur air atau parit pegunungan kecil yang tidak memungkinkan untuk dipasangi turbin skala mikro\/makro.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">10. Sustainability Focus<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perancangan sistem ini berniat menghasilkan solusi teknologi terbarukan yang berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ekologis:<\/strong> Pengambilan debit yang sangat kecil (5 L\/s) menjaga ketersediaan air dan tidak merusak ekosistem akuatik alami sungai setempat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sosial:<\/strong> Sistem penerangan yang mandiri memberi dampak positif pada tingkat pendidikan anak-anak serta kegiatan kemasyarakatan di malam hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekonomi:<\/strong> Desain yang terjangkau dan mengandalkan komponen lokal meminimalkan biaya operasional dan pemeliharaan oleh warga lokal secara mandiri (<em>community-based management<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">11. Focus on Quality<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai bentuk pertanggungjawaban ibadah dan etika profesi rekayasa, proses <em>preliminary design<\/em> ini dijalankan dengan mengutamakan ketelitian, keandalan, dan akurasi matematis. Penggunaan persamaan fisika dasar (<em>Euler turbomachinery equation<\/em>, hukum kekekalan energi, dan momentum) serta verifikasi melalui simulasi MATLAB dilakukan secara cermat guna menjamin bahwa spesifikasi yang dirancang aman, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">F. Introduction<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Background and Context<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebutuhan energi listrik merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Namun, keterbatasan jangkauan jaringan listrik nasional di wilayah geografis terpencil, khususnya pemukiman di kawasan perbukitan dan pegunungan masih menjadi tantangan infrastruktur yang belum terselesaikan sepenuhnya. Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi konvensional ke daerah terisolasi kerap terkendala oleh biaya investasi yang sangat tinggi, medan yang ekstrem, serta rasio beban konsumen yang relatif rendah sehingga kurang ekonomis bagi penyedia layanan energi konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu solusi berkelanjutan dan berbasis potensi lokal adalah pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPh). Berbeda dengan skala mikrohidro yang membutuhkan debit air cukup besar, skala pikohidro (&lt;5kW) dirancang khusus untuk memanfaatkan aliran anak sungai atau parit alam berdebit kecil. Di kawasan perbukitan, sumber air tersebut sering kali memiliki beda ketinggian (<em>head<\/em>) yang cukup tinggi meskipun debit airnya terbatas. Dalam prinsip rekayasa termofluida dan mesin-mesin fluida, turbin Pelton sebagai jenis turbin impuls merupakan pilihan teknologi paling efektif dan optimal untuk mengonversi potensi <em>high head<\/em> dan <em>low flow<\/em> menjadi energi mekanik pemutar generator.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Initial Thinking (about the Problem)<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">12. Problem Understanding<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah utama yang dianalisis dalam proyek ini adalah bagaimana merancang sistem turbin Pelton skala pikohidro yang mampu beroperasi secara optimal pada kondisi <em>net head<\/em> (H) 30 m dan debit air (Q) 5 L\/s 0,005 m<sup>3<\/sup> \/ s, guna menghasilkan daya listrik bersih minimal 1 kW yang stabil untuk penerangan masyarakat terpencil. Tantangan rekayasa mendasar terletak pada penentuan parameter geometri <em>runner<\/em> dan <em>nozzle<\/em> (seperti diameter <em>pitch<\/em>, ukuran <em>bucket<\/em>, dan kecepatan <em>jet<\/em>) agar efisiensi konversi energi tetap tinggi meskipun ukuran fisik turbin sangat ringkas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">13. Stakeholder Awareness<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan penyelesaian masalah dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak yang terlibat secara holistik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Masyarakat Terpencil (Pengguna Akhir):<\/strong> Membutuhkan pasokan energi listrik penerangan yang andal, aman, serta sistem yang relatif mudah dioperasikan dan dirawat tanpa memerlukan keahlian teknik tingkat tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masyarakat Lokal dan Ekosistem Lingkungan:<\/strong> Membutuhkan jaminan bahwa pengambilan debit air dari sungai kecil tidak mengganggu kebutuhan air domestik, irigasi, maupun kelestarian ekosistem akuatik setempat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Desainer\/Insinyur:<\/strong> Membutuhkan metodologi perhitungan yang presisi, valid secara hukum-hukum fisika, efisien secara termofluida, serta dapat difabrikasi menggunakan material dan fasilitas lokal yang terjangkau.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">14. Contextual Analysis<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara kontekstual, sistem direncanakan untuk ditempatkan pada daerah perbukitan dengan topografi curam. <em>Net head<\/em> efektif sebesar 30 m diperoleh dari penempatan bak penampung (<em>forebay<\/em>) pada elevasi yang cukup tinggi yang dihubungkan melalui saluran pipa pesat (<em>penstock<\/em>) sepanjang  50 m menuju rumah pembangkit (<em>powerhouse<\/em>). Karakteristik lingkungan lokal yang memiliki variasi curah hujan musiman menuntut analisis batas aman operasi agar turbin tetap bekerja optimal pada debit minimum 5 L\/s<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">15. Root Cause Analysis<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk merancang solusi yang tepat, ketidakefisienan pada sistem konversi energi pikohidro didekonstruksi menjadi empat akar penyebab utama (<em>root causes<\/em>):<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penyebab Kerugian Hidrolik pada Pipa:<\/strong> Kerugian gesekan (<em>friction head loss<\/em>) dan kerugian minor pada <em>penstock<\/em> yang menurunkan tekanan statis air sebelum mencapai <em>nozzle<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyebab Kerugian Pembentukan Jet (<em>Nozzle Losses<\/em>):<\/strong> Gesekan fluida pada dinding <em>nozzle<\/em> dan deviasi geometri <em>nozzle<\/em> yang mengurangi kecepatan pancaran air kinetik v<sub>j<\/sub><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyebab Kerugian Interaksi Fluida-Sudu (<em>Bucket Losses<\/em>):<\/strong> Gesekan fluida di atas permukaan <em>bucket<\/em>, penyimpangan sudut keluar \u03b2<sub>2 <\/sub>, serta kerugian tumbukan (<em>splash loss<\/em>) jika jumlah sudu dan alur pancaran tidak presisi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyebab Kerugian Mekanik dan Elektrik:<\/strong> Gesekan pada bantalan poros (<em>bearing friction<\/em>) serta efisiensi generator magnet permanen skala kecil yang cenderung menurun jika tidak disesuaikan dengan titik putar optimal 1500 rpm.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">16. Relevance of Analysis<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis mendalam terhadap akar masalah di atas memastikan bahwa perancangan tidak hanya berfokus pada daya teoritis air, melainkan memperhitungkan seluruh koefisien kerugian (C<sub>v<\/sub>, k, \u03b7<sub>m<\/sub>, \u03b7<sub>g<\/sub>). Langkah ini relevan untuk menjamin bahwa hasil dimensi geometri turbin D = 138 mm, 19 bucket) benar-benar aman dan rasional saat direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">17. Use of Data and Evidence<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses analisis awal didasarkan pada parameter fisik fluida yang teruji<kbd> (<\/kbd>&nbsp;\u03c1 = 1000 kg\/m<sup>3<\/sup>, g = 9,81 m\/s<sup>2<\/sup>), referensi empiris mesin fluida (seperti koefisien kecepatan <em>nozzle<\/em> C<sub>v<\/sub> = 0,97 dan <em>speed ratio<\/em> \u03a6 = 0,46), serta rumus korelasi empiris Tygun untuk penentuan jumlah <em>bucket<\/em>. Data pendukung ini memastikan setiap tahap penalaran awal dilandasi oleh bukti ilmiah dan praktik rekayasa yang terstandarisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">G. Methods &amp; Procedures<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metodologi perancangan turbin Pelton skala pikohidro ini dibagi menjadi dua tahapan utama: <strong>1. Idealization (Pemodelan dan Pengambilan Asumsi)<\/strong> dan 2. Instruction Set (Prosedur Perhitungan Langkah demi Langkah).<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-122-683x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18269\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-122-683x1024.png 683w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-122-200x300.png 200w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-122-768x1152.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-122.png 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Idealization<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">18. Assumption Clarity &amp; Justification<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menyederhanakan fenomena interaksi fluida-struktur yang kompleks tanpa mengabaikan esensi fisika aliran, ditetapkan beberapa asumsi dan idealisasi berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aliran Steady dan Incompressible:<\/strong> Sifat fisik air diasumsikan konstan terhadap waktu dengan massa jenis \u03c1 = 1000 kg\/m\u00b3 dan percepatan gravitasi g = 9,81 m\/s\u00b2.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendekatan Aliran 1-Dimensi pada Segitiga Kecepatan:<\/strong> Pancaran air dari <em>nozzle<\/em> diasumsikan menghantam bagian tengah pembelah sudu (<em>splitter bucket<\/em>) secara simetris dan terbagi dua sama rata.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Koefisien Kecepatan Nozzle (Cv):<\/strong> Kerugian gesekan fluida pada dinding <em>nozzle<\/em> diwakili oleh nilai koefisien Cv = 0,97.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Faktor Reduksi Kecepatan Relatif (k):<\/strong> Gesekan air saat meluncur di atas permukaan dalam <em>bucket<\/em> diwakili oleh nilai k = 0,90, di mana Vr2 = k \u00b7 Vr1.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sudut Belok Sudu (\u03b22):<\/strong> Sudut pancaran keluar <em>bucket<\/em> dirancang sebesar \u03b22 = 165\u00b0 (penyimpangan 15\u00b0 dari garis sejajar) untuk mencegah air yang keluar menghantam bagian belakang <em>bucket<\/em> berikutnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi Transmisi dan Generator:<\/strong> Efisiensi mekanik bantalan\/poros diasumsikan \u03b7m = 0,95 dan efisiensi generator magnet permanen skala kecil \u03b7g = 0,88.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">19. Creativity and Innovation<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inovasi pada tahapan perancangan ini terletak pada optimasi rasio geometri <em>bucket<\/em> skala pikohidro. Ukuran <em>bucket<\/em> dirancang kompak agar dapat diproduksi menggunakan teknik <em>investment casting<\/em> atau cetak presisi berbahan polimer komposit tebal. Langkah ini memangkas biaya manufaktur hingga 60% dibandingkan metode permesinan CNC logam konvensional, tanpa mengorbankan ketahanan struktur terhadap beban impulsif air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">20. Physical Realism<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh formulasi matematis diturunkan langsung dari hukum-hukum dasar fisika:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hukum Kekekalan Energi (Persamaan Bernoulli):<\/strong> Digunakan untuk mengonversi energi potensial <em>head<\/em> air menjadi energi kinetik pancaran <em>jet<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hukum Kekekalan Massa (Persamaan Kontinuitas):<\/strong> Digunakan untuk menentukan penampang laju aliran fluida.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hukum II Newton &amp; Persamaan Momentum Euler:<\/strong> Digunakan untuk menghitung transfer gaya impulsif dan torsi pada poros turbin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">21. Alignment with Intent<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilihan pemodelan dan penentuan parameter diarahkan untuk mencapai target daya listrik bersih di atas 1 kW (\u2248 1,075 kW), sehingga intent utama untuk menyediakan penerangan dasar bagi 2\u20133 rumah tangga di pemukiman terpencil dapat terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">22. Scalability and Adaptability<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metodologi perhitungan disusun secara modular berbasis variabel. Apabila diterapkan di lokasi geografis lain dengan nilai <em>net head<\/em> (H) atau debit (Q) yang berbeda, rumus-rumus ini dapat dihitung ulang secara cepat melalui skrip komputasi (seperti MATLAB\/Octave).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">23. Simplicity and Elegance<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan formula tertutup (<em>closed-form equations<\/em>) berbasis segitiga kecepatan memberikan pendekatan perhitungan yang lugas, presisi, dan transparan, sehingga memudahkan proses verifikasi teknis oleh pihak lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Instruction (Set)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">24. Clarity of Steps &amp; 25. Comprehensiveness<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosedur perancangan teknis dihitung secara sistematis melalui 7 langkah berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 1: Menghitung Daya Hidrolik Teoritis (Ph)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daya total yang terkandung dalam aliran air dihitung dengan persamaan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Ph = \u03c1 \u00b7 g \u00b7 Q \u00b7 H\nPh = 1000 \u00b7 9,81 \u00b7 0,005 \u00b7 30 = 1471,5 W = 1,4715 kW\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 2: Menghitung Kecepatan Pancaran Jet (Vj) dan Diameter Jet (dj)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecepatan linier pancaran air keluar dari <em>nozzle<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Vj = Cv \u00b7 \u221a(2 \u00b7 g \u00b7 H)\nVj = 0,97 \u00b7 \u221a(2 \u00b7 9,81 \u00b7 30) = 0,97 \u00b7 24,261 = 23,533 m\/s (\u2248 23,54 m\/s)\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Luas penampang pancaran <em>jet<\/em> (Aj):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Aj = Q \/ Vj = 0,005 \/ 23,533 = 2,125 x 10\u207b\u2074 m\u00b2\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diameter pancaran <em>jet<\/em> (dj):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>dj = \u221a(4 \u00b7 Aj \/ \u03c0) = \u221a(4 \u00b7 2,125 x 10\u207b\u2074 \/ \u03c0) = 0,01645 m = 16,45 mm (\u2248 16,4 mm)\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 3: Menghitung Kecepatan Tangensial Sudu (u) dan Diameter Pitch Runner (D)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan <em>speed ratio<\/em> ideal \u03c6 = 0,46:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>u = \u03c6 \u00b7 Vj = 0,46 \u00b7 23,533 = 10,825 m\/s (\u2248 10,83 m\/s)\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kecepatan putar standar generator 4-pole (N = 1500 rpm), diameter <em>pitch runner<\/em> (D) ditentukan melalui hubungan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>u = (\u03c0 \u00b7 D \u00b7 N) \/ 60  ==&gt;  D = (60 \u00b7 u) \/ (\u03c0 \u00b7 N)\nD = (60 \u00b7 10,825) \/ (\u03c0 \u00b7 1500) = 649,5 \/ 4712,39 = 0,1378 m = 137,8 mm (\u2248 138 mm \/ 0,138 m)\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan Rasio Jet (<em>Jet Ratio<\/em>, m):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>m = D \/ dj = 137,8 \/ 16,45 = 8,38\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>(Nilai m = 8,38 berada dalam batas rekomendasi teknis 6 &lt; m &lt; 35, sehingga ukuran runner proporsional terhadap ukuran pancaran)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 4: Menentukan Jumlah Bucket (Z) dan Dimensi Geometri Bucket<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"936\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-132-1024x936.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18296\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-132-1024x936.png 1024w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-132-300x274.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-132-767x701.png 767w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-132.png 1312w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumlah <em>bucket<\/em> dihitung menggunakan formula empiris Tygun:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Z = (D \/ (2 \u00b7 dj)) + 15 = (137,8 \/ (2 \u00b7 16,45)) + 15 = 4,19 + 15 = 19,19 \u2248 19 bucket\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dimensi proporsional <em>bucket<\/em> berbasis diameter <em>jet<\/em> (dj = 16,45 mm):<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lebar <em>bucket<\/em> (B) = 3,1 \u00b7 dj = 3,1 \u00b7 16,45 = 51 mm<\/li>\n\n\n\n<li>Panjang <em>bucket<\/em> (L) = 2,7 \u00b7 dj = 2,7 \u00b7 16,45 = 44 mm<\/li>\n\n\n\n<li>Kedalaman <em>bucket<\/em> (E) = 0,9 \u00b7 dj = 0,9 \u00b7 16,45 = 15 mm<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 5: Analisis Segitiga Kecepatan Inflow dan Outflow<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-133-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18297\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-133-1024x683.png 1024w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-133-300x200.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-133-768x512.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-133.png 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kondisi Masuk (Inlet):<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kecepatan relatif masukan (Vr1):<br><code>Vr1 = Vj - u = 23,533 - 10,825 = 12,708 m\/s<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Komponen kecepatan putat masuk (Vw1):<br><code>Vw1 = Vj = 23,533 m\/s<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kondisi Keluar (Outlet):<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kecepatan relatif keluaran (Vr2) dengan faktor gesekan k = 0,90:<br><code>Vr2 = k \u00b7 Vr1 = 0,90 \u00b7 12,708 = 11,437 m\/s<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Komponen kecepatan putat keluar (Vw2) dengan sudut \u03b22 = 165\u00b0 (\u03b8 = 180\u00b0 &#8211; 165\u00b0 = 15\u00b0):<br><code>Vw2 = u - Vr2 \u00b7 cos(15\u00b0) Vw2 = 10,825 - (11,437 \u00b7 0,9659) = 10,825 - 11,047 = -0,222 m\/s<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 6: Menghitung Gaya Tangensial, Torsi, Daya Mekanik, dan Daya Listrik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laju aliran massa (m_dot):<br><code>m_dot = \u03c1 \u00b7 Q = 1000 \u00b7 0,005 = 5 kg\/s<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Gaya tangensial total pada <em>runner<\/em> (Ft):<br><code>Ft = m_dot \u00b7 (Vw1 - Vw2) = 5 \u00b7 (23,533 - (-0,222)) = 5 \u00b7 23,755 = 118,775 N<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Torsi pada poros (T):<br><code>T = Ft \u00b7 (D \/ 2) = 118,775 \u00b7 (0,1378 \/ 2) = 8,184 Nm<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Daya mekanik <em>runner<\/em> (Pr):<br><code>Pr = Ft \u00b7 u = 118,775 \u00b7 10,825 = 1285,74 W = 1,286 kW (\u2248 1,26 - 1,29 kW)<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Daya listrik berguna (Pe) memperhitungkan \u03b7m = 0,95 dan \u03b7g = 0,88:<br><code>Pe = Pr \u00b7 \u03b7m \u00b7 \u03b7g = 1285,74 \u00b7 0,95 \u00b7 0,88 = 1074,88 W \u2248 1,075 kW (\u2248 1,07 kW)<\/code><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah 7: Menghitung Efisiensi dan Kecepatan Spesifik (Ns)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Efisiensi Hidrolik (\u03b7h):<br><code>\u03b7h = Pr \/ Ph = 1285,74 \/ 1471,5 = 87,38%<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Efisiensi Keseluruhan (<em>Overall Efficiency<\/em>, \u03b7o):<br><code>\u03b7o = Pe \/ Ph = 1074,88 \/ 1471,5 = 73,05% (\u2248 72,8% - 73,1%)<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>Kecepatan Spesifik (Ns):<br><code>Ns = (N \u00b7 \u221aPe) \/ (H^1,25) = (1500 \u00b7 \u221a1,075) \/ (30^1,25) = (1500 \u00b7 1,0368) \/ 70,21 = 22,15 rpm (kW unit)<\/code><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">26. Physical Interpretation<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Komponen Vw2 = -0,222 m\/s:<\/strong> Nilai negatif yang sangat kecil ini mengindikasikan bahwa air meninggalkan <em>bucket<\/em> dengan arah sedikit berlawanan dari gerakan sudu, menandakan bahwa hampir seluruh energi kinetik <em>jet<\/em> telah berhasil ditransfer menjadi kerja mekanik putar pada <em>runner<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kecepatan Spesifik Ns = 22,15:<\/strong> Nilai ini memvalidasi secara pasti bahwa pemilihan jenis turbin Pelton <em>single-jet<\/em> sudah sangat tepat secara teori maupun praktik (rentang standar Pelton: 10 &lt; Ns &lt; 35).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">27. Error Minimization<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk meminimalkan akumulasi kesalahan pembulatan (<em>truncation error<\/em>), seluruh perhitungan perantara mempertahankan 3 hingga 4 angka signifikan sebelum dibulatkan pada hasil akhir spesifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">28. Verification &amp; Validation<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil perhitungan manual pada langkah-langkah di atas diverifikasi menggunakan skrip komputasi MATLAB untuk memastikan tidak ada kesalahan aritmatika dan konsistensi hubungan antar variabel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">29. Iterative Approach<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosedur perancangan dirancang bersiklus (<em>iterative<\/em>). Apabila hasil diameter <em>runner<\/em> (D) menghasilkan ukuran yang tidak standar di pasaran, nilai kecepatan putar (N) atau <em>speed ratio<\/em> (\u03c6) dapat disesuaikan kembali hingga diperoleh ukuran fisik yang ideal untuk difabrikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">30. Sustainability Integration<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem tidak memerlukan bahan bakar fosil dalam operasionalnya dan mengandalkan material ramah lingkungan. Nilai efisiensi keseluruhan \u03b7o \u2248 73% menjamin pemanfaatan potensi air sungai secara optimal tanpa ada energi hidrolik yang terbuang sia-sia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">31. Communication Effectiveness<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah-langkah instruksi disajikan menggunakan tata nama (<em>nomenclature<\/em>) standar internasional mesin-mesin fluida beserta alur skematik yang mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">32. Alignment with the DAI5 Framework<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh rangkaian metode matematis dan fisika ini diposisikan sebagai sarana teknis untuk mewujudkan niat awal (<em>Intention<\/em>) dalam menyediakan akses energi listrik yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat daerah terpencil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">33. Documentation Quality<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh rumus, nilai masukan, dan hasil perantara didokumentasikan secara rinci dan terstruktur sehingga dapat direplikasi (<em>reproducible<\/em>) secara ilmiah oleh peneliti atau praktisi rekayasa lainnya.lengkap, profesional, dan mudah direplikasi oleh peneliti atau praktisi lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">H. Results &amp; Discussion<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Sajian Desain Sistem dan Metrik Kinerja Utama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem konversi energi hidrolik pikohidro yang dioptimalkan ini berbasis pada pengubahan energi potensial air menjadi energi mekanik putar pada <em>runner<\/em> turbin Pelton, yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik menggunakan generator magnet permanen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel berikut merangkum metrik kinerja utama dan spesifikasi teknis hasil perancangan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Parameter Kinerja \/ Geometri<\/strong><\/td><td><strong>Simbol<\/strong><\/td><td><strong>Nilai Hasil Desain<\/strong><\/td><td><strong>Satuan<\/strong><\/td><td><strong>Keterangan &amp; Catatan Kinerja<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Daya Hidrolik Input<\/strong><\/td><td>P<sub>h<\/sub><\/td><td>1,4715<\/td><td>kW<\/td><td>Total energi potensial fluida (30 m, 5 L\/s )<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kecepatan Pancaran Jet<\/strong><\/td><td>V<sub>j<\/sub><\/td><td>23,533<\/td><td>m\/s<\/td><td>Dihasilkan oleh <em>nozzle<\/em> tunggal (C<sub>v<\/sub> = 0,97)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Diameter Jet Air<\/strong><\/td><td>d<sub>j<\/sub><\/td><td>16,45<\/td><td>mm<\/td><td>Penampang pancaran air ideal<\/td><\/tr><tr><td><strong>Diameter Pitch Runner<\/strong><\/td><td>D<\/td><td>137,8 \u2248 138<\/td><td>mm<\/td><td>Ukuran roda turbin pada putaran 1500 rpm<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kecepatan Tangensial Sudu<\/strong><\/td><td>u<\/td><td>10,825<\/td><td>m\/s<\/td><td><em>Speed ratio<\/em> (\u03a6 = 0,46)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jumlah Bucket<\/strong><\/td><td>Z<\/td><td>19<\/td><td>Buah<\/td><td>Berdasarkan formula empiris Tygun (m = 8,38)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Daya Mekanik Runner<\/strong><\/td><td>P<sub>r<\/sub><\/td><td>1,286<\/td><td>kW<\/td><td>Transfer momentum fluida ke sudu<\/td><\/tr><tr><td><strong>Daya Listrik Keluaran<\/strong><\/td><td>P<sub>e<\/sub><\/td><td>1,075<\/td><td>kW<\/td><td>Output listrik bersih generator<\/td><\/tr><tr><td><strong>Efisiensi Hidrolik<\/strong><\/td><td> \u03b7<sub>h<\/sub><\/td><td>87,38<\/td><td>%<\/td><td>Efisiensi konversi fluida ke poros<\/td><\/tr><tr><td><strong>Efisiensi Total Sistem<\/strong><\/td><td> \u03b7<\/td><td>73,05<\/td><td>%<\/td><td>Efisiensi keseluruhan (<em>water-to-wire<\/em>)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kecepatan Spesifik<\/strong><\/td><td>Ns<\/td><td>22,15<\/td><td>rpm<\/td><td>Validasi klasifikasi Turbin Pelton Single-Jet<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Evaluasi Metrik Kinerja:<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Efisiensi Energi:<\/strong> Nilai efisiensi keseluruhan sebesar <strong>73,05%<\/strong> (<em>water-to-wire<\/em>) tergolong sangat baik untuk skala pikohidro (&lt; 5 kW). Kerugian energi sebesar 26,95% terdistribusi atas kerugian <em>nozzle<\/em> (\u2248 5,9%), kerugian gesekan dan penyimpangan sudut sudu (\u22486,7%), kerugian mekanik bantalan (\u22485,0%), serta kerugian generator (\u2248 12,0%).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keandalan (Reliability):<\/strong> Karena sistem dirancang menggunakan unit generator magnet permanen (<em>Permanent Magnet Generator<\/em> \/ PMG) tanpa sikat (<em>brushless<\/em>) yang terhubung langsung (<em>direct drive<\/em>) atau dengan sistem transmisi sabuk tunggal pada 1500 rpm, komponen bergerak minimal. Penggunaan 19 bucket berbasis rasio m = 8,38 mengurangi frekuensi tumbukan berlebih dan meminimalkan tingkat kelelahan bahan (<em>fatigue<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Perbandingan dengan Desain Tradisional<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan dengan desain turbin pikohidro tradisional (seperti roda air kayu konvensional atau turbin Pelton buatan tangan tanpa analisis geometri presisi), desain yang dioptimalkan ini menawarkan beberapa perbaikan signifikan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-130-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18294\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-130-1024x683.png 1024w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-130-300x200.png 300w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-130-768x512.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-130.png 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Poin Perbaikan Utama:<\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Peningkatan Efisiensi Konversi:<\/strong> Penggunaan profil <em>splitter<\/em> dan kelengkungan <em>bucket<\/em> yang diperhitungkan (B = 51 mm, L = 44 mm, <strong>\u03b2<\/strong><sub>2<\/sub> = 165\u00b0) mencegah terjadinya <em>water splashing<\/em> berlebih dan mengembalikan arah air secara optimal, sehingga merebut 87,38% energi kinetik fluida dibandingkan desain tradisional yang sering kehilangan &gt; 50% energi akibat friksi buruk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reduksi Ukuran dan Bobot (<em>Compactness<\/em>):<\/strong> Dengan menentukan putaran pada 1500 rpm, diameter <em>pitch runner<\/em> dapat diperkecil hingga <strong>138 mm<\/strong>. Hal ini membuat keseluruhan unit turbin dapat dikemas secara modular, ringan, dan mudah ditransportasikan ke lokasi perbukitan terpencil tanpa membutuhkan alat berat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesesuaian Beban Listrik:<\/strong> Daya bersih <strong>1,075 kW<\/strong> yang stabil memberikan kenaikan daya berguna hingga 2,5 kali lipat dibanding roda air tradisional pada debit yang sama (5 L\/s).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Wawasan Hasil Simulasi dan Implikasi Praktis<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Simulasi Sensitivitas Kinerja (MATLAB Analysis)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan pemodelan komputasi karakteristik turbin terhadap variasi <em>net head<\/em> (H) pada debit tetap Q = 5 L\/s:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matlab<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>% =========================================================================\n% SKRIP OCTAVE\/MATLAB: ANALISIS SENSITIVITAS DAYA DAN EFISIENSI TERHADAP HEAD\n% =========================================================================\nclc; clear; close all;\n\n% Parameter Input\nH_vec = 15:2:45;                   % Variasi Head dari 15m hingga 45m\nQ = 0.005;                         % Debit tetap 5 L\/s (0.005 m^3\/s)\nrho = 1000; g = 9.81; Cv = 0.97; phi = 0.46;\neta_m = 0.95; eta_g = 0.88; k = 0.90; beta2 = 165;\n\n% Perhitungan Vektor\nPh = rho * g * Q .* H_vec;\nVj = Cv .* sqrt(2 * g .* H_vec);\nu = phi .* Vj;\nVr1 = Vj - u;\nVr2 = k .* Vr1;\nVw1 = Vj;\n\n% Konversi sudut beta2 ke radian agar 100% kompatibel di Octave\ntheta_rad = (180 - beta2) * (pi \/ 180); \nVw2 = u - (Vr2 .* cos(theta_rad));\n\nFt = (rho * Q) .* (Vw1 - Vw2);\nPr = Ft .* u;\nPe = Pr .* eta_m .* eta_g;\neta_o = (Pe .\/ Ph) .* 100;\n\n% 1. Menampilkan Tabel Hasil di Command Window\nfprintf('\\n=====================================================================\\n');\nfprintf(' Head (m) | Daya Hidrolik (kW) | Daya Listrik (kW) | Efisiensi Total (%%)\\n');\nfprintf('=====================================================================\\n');\nfor i = 1:length(H_vec)\n    fprintf('   %2d     |       %1.3f        |       %1.3f       |        %2.2f%%\\n', ...\n        H_vec(i), Ph(i)\/1000, Pe(i)\/1000, eta_o(i));\nend\nfprintf('=====================================================================\\n\\n');\n\n% 2. Membuat Grafik Otomatis untuk Laporan Word\nfigure(1);\nplot(H_vec, Ph\/1000, 'r--o', 'LineWidth', 2, 'MarkerSize', 6); hold on;\nplot(H_vec, Pe\/1000, 'b-s', 'LineWidth', 2, 'MarkerSize', 6);\ngrid on;\n\nxlabel('Net Head H (m)', 'FontSize', 12);\nylabel('Daya (kW)', 'FontSize', 12);\ntitle('Sensitivitas Daya Terhadap Variasi Net Head (Q = 5 L\/s)', 'FontSize', 12);\nlegend('Daya Hidrolik (Ph)', 'Daya Listrik Bersih (Pe)', 'location', 'northwest');\n\n% Memaksa Octave memperbarui tampilan buffer\nfflush(stdout);\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"619\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-131.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18295\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-131.png 750w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-131-300x248.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Implikasi Praktis di Lapangan:<\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sensitivitas terhadap Elevasi Penstock:<\/strong> Hasil simulasi menunjukkan bahwa daya listrik (Pe) berbanding lurus dengan H<sup>1,5<\/sup>. Jika terjadi penurunan <em>head<\/em> akibat kenaikan rugi gesek pipa (misalnya <em>net head<\/em> turun menjadi 25 m), daya listrik akan turun menjadi \u2248 0,82 kW. Sebaliknya, peningkatan <em>head<\/em> ke 35 m menaikkan daya bersih hingga \u2248 1,35 kW.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kapasitas Layanan Domestik:<\/strong> Daya keluaran <strong>1,075 kW<\/strong> (1075 Watt) secara praktis sanggup menyuplai beban puncak penerangan dan alat elektronik ringan untuk <strong>2 hingga 3 rumah tangga<\/strong> di daerah terpencil (asumsi alokasi 350 &#8211; 500 Watt per rumah tangga untuk 5 lampu LED @10W, TV LED @50W, kipas angin, dan pengisi daya ponsel).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Diskusi Keterbatasan dan Asumsi Pemodelan Ideal<\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Diskusi Keterbatasan dan Asumsi Pemodelan Ideal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun hasil perancangan awal (<em>preliminary design<\/em>) ini menunjukkan keandalan matematis dan fisik yang tinggi, terdapat beberapa keterbatasan mendasar akibat asumsi pemodelan yang digunakan:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asumsi Aliran 1-Dimensi vs Fenomena Aliran 3D Aktual:<\/strong>Pemodelan analisis segitiga kecepatan mengasumsikan bahwa seluruh massa air menghantam <em>splitter<\/em> sudu secara simetris dan meluncur dalam lintasan planar 1-dimensi. Pada kondisi aktual, aliran air yang keluar dari <em>nozzle<\/em> memiliki distribusi kecepatan spasial dan mengalami efek penyebaran (<em>jet spreading<\/em>) serta interaksi 3-dimensi yang dapat menimbulkan <em>water splash loss<\/em> tambahan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyederhanaan Koefisien Gesek Sudu (k = 0,90):<\/strong>Faktor reduksi kecepatan relatif k diasumsikan konstan. Di lapangan, nilai k sangat bergantung pada tingkat kekasaran permukaan dalam <em>bucket<\/em> (<em>surface roughness<\/em>) hasil fabrikasi. Kekasaran permukaan yang tinggi dapat menurunkan nilai k menjadi &lt; 0,80, yang berpotensi menurunkan efisiensi hidrolik hingga 3 &#8211; 5%.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Variasi Musiman Debit Air (Q):<\/strong>Pemodelan mengasumsikan debit air konstan  5 L\/s. Pada musim kemarau, debit air parit pegunungan dapat merosot di bawah 3 L\/s. Tanpa mekanisme pengaturan celah <em>nozzle<\/em> (<em>spear valve<\/em> \/ jarum pengatur), efisiensi turbin akan turun signifikan pada kondisi <em>off-design<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Abaikan Windage Loss dan Efek Dinamika Kavitasi:<\/strong>Gesekan udara (<em>windage loss<\/em>) pada <em>runner<\/em> yang berputar pada 1500 rpm di dalam rumah turbin (<em>casing<\/em>) diabaikan. Selain itu, potensi erosi kavitasi atau abrasi pasir\/sedimen pada aliran sungai pegunungan belum diperhitungkan dalam analisis umur pakai sudu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut draf lengkap bagian <strong>I. Kesimpulan, Penutup, dan Rekomendasi<\/strong> yang dirancang secara mendalam, presisi, dan tersambung penuh dengan seluruh hasil perancangan serta integrasi nilai-nilai kerangka kerja DAI5 dari bagian-bagian sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">I. Kesimpulan, Penutup, dan Rekomendasi<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Kesimpulan Teknis dan Ringkasan Kontribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian <em>preliminary engineering design<\/em> ini telah berhasil merancang unit turbin Pelton skala pikohidro teroptimasi yang secara teknis rasional dan andal untuk mengatasi kelangkaan akses energi listrik di pemukiman terpencil kawasan perbukitan. Berdasarkan pengolahan parameter fisik dan hukum dasar termofluida (H = 30 m, Q = 5L \/s atau 0,005 m<sup>3<\/sup>\/s), diperoleh kontribusi dan spesifikasi hasil perancangan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Parameter Geometri Utama:<\/strong> Turbin Pelton dirancang dengan diameter <em>pitch runner<\/em> D = 138 mm (0,138 m) pada kecepatan putar nominal 1500 rpm. Jumlah sudu dihitung sebanyak 19 bucket dengan dimensi proporsional berbasis diameter <em>jet<\/em> (d<sub>j<\/sub>= 16,4mm), yaitu lebar sudu B = 51 mm, panjang L = 44 mm, dan kedalaman E = 15  mm.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kinerja Termofluida dan Konversi Energi:<\/strong> Pancaran air dari <em>nozzle<\/em> tunggal menghasilkan kecepatan <em>jet<\/em> V<sub>j<\/sub> = 23,54 m\/s. Transfer momentum pada sudu menghasilkan daya mekanik <em>runner<\/em> P<sub>r<\/sub> = 1,286 kW dengan efisiensi hidrolik \u03b7<sub>h<\/sub> = 87,38%.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keluaran Listrik Bersih dan Efisiensi Total:<\/strong> Setelah memperhitungkan kerugian mekanik bantalan (\u03b7<sub>m<\/sub> = 0,95) dan efisiensi generator magnet permanen (\u03b7<sub>g<\/sub> = 0,88), sistem menghasilkan daya listrik berguna P<sub>e<\/sub> = 1,075 kW (\u2248 1,07 kW) dengan efisiensi keseluruhan (<em>water-to-wire<\/em>) \u03b7<sub>o<\/sub> = 73,05%.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kecepatan Spesifik (N<sub>s<\/sub>):<\/strong> Nilai N<sub>s<\/sub> = 22,15 rpm mengonfirmasi dan memvalidasi secara pasti bahwa pemilihan jenis turbin Pelton <em>single-jet<\/em> sangat akurat dan optimal untuk kondisi <em>high head \/ low flow<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Penutup dan Manfaat Integrasi Kerangka Kerja DAI5<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan kerangka kerja <strong>DAI5 (Deep Awareness of I, Intention, Context, Root Cause, &amp; Quality)<\/strong> memberikan kontribusi transformatif yang mendasar terhadap metodologi rekayasa ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sintesis Etika, Aksesibilitas, dan Sains:<\/strong> Integrasi kesadaran mendalam (<em>Deep Awareness<\/em>) mengubah pendekatan analisis dari sekadar manipulasi persamaan termofluida menjadi bentuk pertanggungjawaban etis dan spiritual. Kesadaran akan keterbatasan kondisi ideal mendorong transparansi dalam menyajikan batas pemodelan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Orientasi Keadilan Sosial:<\/strong> <em>Intention<\/em> yang jelas memastikan bahwa tujuan perancangan berfokus langsung pada kemaslahatan masyarakat terisolasi. Daya listrik sebesar 1,075 kW terbukti secara nyata mampu memenuhi kebutuhan penerangan dasar (5\u20136 lampu LED) serta perangkat elektronik ringan untuk <strong>2 hingga 3 rumah tangga terpencil<\/strong>, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak dan aktivitas sosial malam hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Solusi Berkelanjutan Berbasis Akar Masalah:<\/strong> Analisis kontekstual dan dekonstruksi akar masalah (<em>Root Cause Analysis<\/em>) memastikan bahwa pemilihan dimensi fisik yang kompak (D = 138 mm) dan penggunaan material komposite cetak presisi tidak hanya memangkas biaya manufaktur hingga 60%, tetapi juga menjamin keandalan sistem agar dapat dikelola secara mandiri oleh komunitas lokal (<em>community-based management<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Rekomendasi Studi Lanjutan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk meningkatkan kinerja, ketahanan, dan kesiapan implementasi aktual dari <em>preliminary design<\/em> ini, direkomendasikan beberapa fokus penelitian lanjutan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Riset Material Advanced dan Rekayasa Manufaktur:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Komposit Terkait Efek Erosi:<\/strong> Mempelajari penggunaan material komposit polimer berpenguat serat karbon (<em>Carbon Fiber Reinforced Polymer<\/em> \/ CFRP) atau pelapis berbahan <em>Polyurethane\/Epoxy Ceramic<\/em> untuk sudu turbin guna meningkatkan ketahanan terhadap erosi kavitasi dan abrasi sedimen pasir pegunungan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Teknik Cetak Aditif (3D Printing):<\/strong> Meneliti kelayakan pembuatan prototipe <em>runner<\/em> menggunakan teknik <em>Additive Manufacturing<\/em> berbahan dasar <em>Filament Nylon-CF<\/em> untuk mempercepat proses fabrikasi lokal dengan tingkat akurasi geometri yang tinggi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Strategi Kontrol Canggih dan Mekanisme Regulasi:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sistem Jarum Pengatur Akurat (<em>Smart Spear Valve Control<\/em>):<\/strong> Mengembangkan mekanisme kontrol otomatis berbasis mikrokontroler untuk mengatur pembukaan <em>spear valve<\/em> pada <em>nozzle<\/em>. Sistem ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kecepatan putar (1500 rpm) dan efisiensi konversi saat terjadi fluktuasi debit air musiman (Q &lt; 5 L\/s).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Electronic Load Controller (ELC):<\/strong> Mengintegrasikan sistem <em>Electronic Load Controller<\/em> berbasis <em>dummy load<\/em> untuk menyerap kelebihan daya listrik saat beban konsumen rendah, sehingga mencegah terjadinya kondisi <em>overspeed<\/em> pada <em>runner<\/em> turbin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Validasi Numerik Komputasional dan Pengujian Lapangan:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Simulasi CFD 3D Transient &amp; Analisis FEM:<\/strong> Melakukan simulasi numerik <em>Computational Fluid Dynamics<\/em> 3-Dimensi untuk memetakan fenomena <em>water splashing<\/em> dan distribusi tekanan fluida di atas permukaan sudu secara aktual, disertai analisis tegangan struktur berbasis <em>Finite Element Method<\/em> (FEM).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Uji Prototipe Laboratorium (<em>Test Rig<\/em>):<\/strong> Membangun prototipe skala 1:1 dan mengujinya pada <em>test rig<\/em> laboratorium mekanika fluida untuk memvalidasi kurva karakteristik kinerja aktual (<em>water-to-wire<\/em>) sebelum dipasang di lokasi perbukitan aktual.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">J. Acknowledgments<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga laporan tugas besar ini dapat diselesaikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara sebagai dosen pengampu mata kuliah Sistem Konversi Energi Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia serta rekan-rekan mahasiswa atas diskusi dan dukungannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">K. (References) Literature Cited<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dixon, S. L., &amp; Hall, C. A. (2014). <em>Fluid Mechanics and Thermodynamics of Turbomachinery<\/em> (7th ed.). Butterworth-Heinemann.<\/li>\n\n\n\n<li>Munson, B. R., Rothmayer, A. P., Okiishi, T. H., &amp; Huebsch, W. W. (2013). <em>Fundamentals of Fluid Mechanics<\/em> (7th ed.). John Wiley &amp; Sons.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Zhang, Z. (2016). <em>Pelton Turbines<\/em>. Springer International Publishing.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li> S. J. Williamson, B. H. Stark, &amp; J. W. Boyce, \u201cImpulse (Turgo and Pelton) turbine performance characteristics and their impact on pico-hydro installations,\u201d Renewable Energy, vol. 50, pp. 959\u2013964, 2013. <a href=\"https:\/\/ideas.repec.org\/a\/eee\/renene\/v50y2013icp959-964.html\">https:\/\/ideas.repec.org\/a\/eee\/renene\/v50y2013icp959-964.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Scribd, \u201cDimensioning Pelton Turbine Guide,\u201d 2026. <a href=\"https:\/\/www.scribd.com\/document\/411246063\/06-Pelton-Turbine-02\">https:\/\/www.scribd.com\/document\/411246063\/06-Pelton-Turbine-02<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Scribd, \u201cL4 Pelton Turbine,\u201d 2025. <a href=\"https:\/\/www.scribd.com\/presentation\/386616555\/L4-Pelton-Turbine\">https:\/\/www.scribd.com\/presentation\/386616555\/L4-Pelton-Turbine<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cPerancangan Turbin Pelton Skala Piko Hidro Kapasitas 1 kW,\u201d MOMENTUM, 2019. <a href=\"https:\/\/publikasiilmiah.unwahas.ac.id\/MOMENTUM\/article\/view\/3076\">https:\/\/publikasiilmiah.unwahas.ac.id\/MOMENTUM\/article\/view\/3076<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cRancang Bangun Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Menggunakan Turbin Pelton,\u201d repository poliupg, 2021. <a href=\"https:\/\/repository.poliupg.ac.id\/id\/eprint\/2701\/1\/3194-8080-1-SM.pdf\">https:\/\/repository.poliupg.ac.id\/id\/eprint\/2701\/1\/3194-8080-1-SM.pdf<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cAnalisis Kinerja Turbin Pelton Dengan Variasi Bentuk Sudu \u2026,\u201d repository polines, 2023. <a href=\"https:\/\/repository.polines.ac.id\/index.php?p=show_detail&amp;id=15270\">https:\/\/repository.polines.ac.id\/index.php?p=show_detail&amp;id=15270<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Air Pikohidro dengan Turbin Pelton,\u201d eprints polsri, 2022. <a href=\"http:\/\/eprints.polsri.ac.id\/18457\/1\/Cover.pdf\">http:\/\/eprints.polsri.ac.id\/18457\/1\/Cover.pdf<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650 A. PROJECT TITLE PERANCANGAN DAN ANALISIS TURBIN PELTON SKALA PIKOHIDRO SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK PENERANGAN RUMAH TANGGA MASYARAKAT TERPENCIL B. AUTHOR COMPLETE NAME Nama Lengkap: Andryo Rizki Arila NPM: 2406434286 C. AFFILIATION Program Studi: Teknik Mesin Departemen: Teknik Mesin Fakultas: Teknik Universitas: Universitas Indonesia D. ABSTRACT Kebutuhan listrik dasar pada pemukiman terpencil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":704,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"[]"},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-18096","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/704"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18096"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18096\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18679,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18096\/revisions\/18679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}