{"id":16798,"date":"2026-05-21T10:21:00","date_gmt":"2026-05-21T10:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=16798"},"modified":"2026-06-05T07:04:21","modified_gmt":"2026-06-05T07:04:21","slug":"16798","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2026\/05\/21\/16798\/","title":{"rendered":"Muhammad Ramadhan Zainal &#8211; 2206826103 &#8211; D3"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\">A. Project Title<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis Getaran Sistem Mesin Kapal Sederhana Menggunakan Metode Euler Berbasis Kerangka DAI5<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">B. Author Complete Name<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad Ramadhan Zainal &#8211; 2206826103<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">C. Affiliation<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Studi Teknik Perkapalan<br>Departemen Teknik Mesin<br>Fakultas Teknik<br>Universitas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">D. Abstract<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Getaran merupakan fenomena yang selalu muncul pada sistem permesinan kapal selama operasi. Apabila amplitudo getaran terlalu besar, maka dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti penurunan umur pakai komponen, kelelahan material, hingga gangguan kenyamanan operasional kapal. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk memahami karakteristik getaran dan respons sistem terhadap berbagai parameter yang mempengaruhinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada proyek ini, sistem getaran mesin kapal dimodelkan sebagai sistem massa-pegas-peredam (Single Degree of Freedom\/SDOF). Model tersebut direpresentasikan dalam bentuk persamaan diferensial orde dua yang menggambarkan hubungan antara massa, redaman, kekakuan, dan gaya eksitasi terhadap respons sistem. Untuk memperoleh solusi dari model tersebut digunakan metode numerik Euler, yaitu metode iteratif sederhana yang menghitung perubahan kondisi sistem pada interval waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendekatan ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman mengenai perilaku dasar getaran pada sistem mesin kapal serta pengaruh parameter-parameter utama terhadap respons sistem. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana metode numerik dapat diterapkan dalam permasalahan teknik perkapalan secara sederhana namun tetap memiliki dasar ilmiah yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">E. Author Declaration<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Deep Awareness of I<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengerjakan proyek ini, saya menyadari bahwa fenomena getaran bukan sekadar persoalan matematis yang dapat diselesaikan melalui perhitungan. Getaran pada sistem mesin kapal memiliki dampak langsung terhadap keselamatan, keandalan, dan umur pakai komponen yang digunakan. Oleh karena itu, setiap proses analisis harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai mahasiswa teknik perkapalan, saya memahami bahwa metode numerik bukan hanya alat untuk menghasilkan angka, tetapi sarana untuk memahami perilaku sistem fisik yang terjadi pada dunia nyata. Kesadaran ini mendorong saya untuk tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memahami makna fisik dari setiap parameter dan asumsi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Intention of the Project Activity<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama proyek ini adalah memahami penerapan metode numerik dalam menganalisis fenomena getaran pada sistem mesin kapal. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk menghubungkan konsep teoritis yang dipelajari dalam metode numerik dengan permasalahan nyata yang sering dijumpai pada bidang teknik perkapalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui proyek ini saya berharap dapat memahami bagaimana suatu sistem mekanik direpresentasikan ke dalam model matematis, kemudian diselesaikan menggunakan algoritma numerik untuk memperoleh solusi yang mendekati kondisi sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">F. Introduction<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam operasinya, kapal tidak hanya mengalami beban dari lingkungan laut, tetapi juga menerima pengaruh dari berbagai sistem mekanik yang bekerja di dalamnya. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah getaran yang dihasilkan oleh mesin utama dan sistem transmisi daya. Getaran ini dapat merambat ke struktur kapal dan mempengaruhi performa maupun keandalan sistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis getaran menjadi salah satu aspek penting dalam dunia teknik karena berkaitan dengan kenyamanan, keselamatan, serta ketahanan struktur. Pada praktiknya, perilaku getaran sering kali dinyatakan dalam bentuk persamaan diferensial yang sulit diselesaikan secara analitik, terutama ketika sistem menjadi semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, metode numerik digunakan sebagai pendekatan alternatif untuk memperoleh solusi. Dalam proyek ini digunakan metode Euler karena memiliki konsep yang sederhana dan mudah dipahami sebagai langkah awal dalam mempelajari penyelesaian persamaan diferensial secara numerik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Initial Thinking about the Problem<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan utama yang ingin dipelajari adalah bagaimana sistem mesin kapal merespons getaran ketika diberikan kondisi awal tertentu. Pada kondisi nyata, sistem dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti massa mesin, karakteristik pondasi, redaman struktur, serta gaya eksitasi yang berubah terhadap waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika seluruh faktor tersebut dimodelkan secara lengkap, maka sistem akan menjadi sangat kompleks. Oleh karena itu diperlukan penyederhanaan agar fenomena utama tetap dapat dipelajari tanpa kehilangan makna fisiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan yang digunakan adalah memodelkan sistem sebagai massa-pegas-peredam dengan satu derajat kebebasan. Melalui model ini, hubungan antara massa, redaman, dan kekakuan dapat diamati secara lebih jelas. Metode Euler kemudian digunakan untuk menghitung respons sistem terhadap waktu sehingga perilaku getaran dapat divisualisasikan dalam bentuk grafik.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">G. Methods &amp; Procedures<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Idealization<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada proyek ini, sistem mesin kapal diidealisasikan sebagai sistem massa-pegas-peredam dengan satu derajat kebebasan (SDOF).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa asumsi yang digunakan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sistem bersifat linear.<\/li>\n\n\n\n<li>Massa dianggap terpusat pada satu titik.<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai kekakuan dan redaman dianggap konstan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengaruh getaran dari komponen lain diabaikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Analisis difokuskan pada gerakan translasi satu arah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyederhanaan ini dilakukan agar model tetap dapat dianalisis menggunakan metode numerik sederhana tanpa menghilangkan karakteristik utama fenomena getaran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Model Matematis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persamaan dasar sistem getaran dinyatakan sebagai:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">m\u1e8d + c\u1e8b + kx = F(t)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dengan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">m = massa sistem (kg)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">c = koefisien redaman (Ns\/m)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">k = konstanta kekakuan (N\/m)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">x = perpindahan (m)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">F(t) = gaya eksitasi (N)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempermudah penyelesaian menggunakan metode Euler, persamaan tersebut diubah menjadi sistem persamaan orde satu:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">x&#8217; = v<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">v&#8217; = (F(t) \u2212 cv \u2212 kx)\/m<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada proyek ini digunakan parameter awal sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">m = 1000 kg<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">c = 500 Ns\/m<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">k = 20.000 N\/m<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">x\u2080 = 0,1 m<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">v\u2080 = 0 m\/s<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0394t = 0,01 s<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai tersebut digunakan sebagai parameter awal simulasi dan dapat dimodifikasi pada tahap analisis lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Instruction Set<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pengerjaan proyek dilakukan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menentukan fenomena yang akan dianalisis, yaitu getaran sistem mesin kapal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun model fisik dalam bentuk sistem massa-pegas-peredam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurunkan persamaan gerak sistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengubah persamaan orde dua menjadi sistem persamaan orde satu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menentukan parameter massa, redaman, kekakuan, dan kondisi awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun algoritma metode Euler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengimplementasikan algoritma ke dalam program Python.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghitung respons sistem secara iteratif terhadap waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menampilkan hasil dalam bentuk grafik perpindahan terhadap waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menganalisis pengaruh parameter terhadap karakteristik getaran sistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun kesimpulan berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"905\" height=\"1738\" src=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16801\" srcset=\"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM.png 905w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM-156x300.png 156w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM-533x1024.png 533w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM-768x1475.png 768w, https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-Jun-5-2026-02_03_16-PM-800x1536.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 905px) 100vw, 905px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. Project Title Analisis Getaran Sistem Mesin Kapal Sederhana Menggunakan Metode Euler Berbasis Kerangka DAI5 B. Author Complete Name Muhammad Ramadhan Zainal &#8211; 2206826103 C. Affiliation Program Studi Teknik PerkapalanDepartemen Teknik MesinFakultas TeknikUniversitas Indonesia D. Abstract Getaran merupakan fenomena yang selalu muncul pada sistem permesinan kapal selama operasi. Apabila amplitudo getaran terlalu besar, maka dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":605,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-16798","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/605"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16798"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16798\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16802,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16798\/revisions\/16802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}