{"id":14295,"date":"2026-05-16T15:26:29","date_gmt":"2026-05-16T15:26:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=14295"},"modified":"2026-05-16T15:26:29","modified_gmt":"2026-05-16T15:26:29","slug":"d4-r-fathi-rizaki-nugra-adi-2406486743","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2026\/05\/16\/d4-r-fathi-rizaki-nugra-adi-2406486743\/","title":{"rendered":"D4 &#8211; R. Fathi Rizaki Nugra Adi &#8211; 2406486743"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\">KARYA TULIS ILMIAH<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rekapitulasi Pemahaman: Analisis Deformasi Struktur Lambung Kapal Menggunakan Metode Numerik dan Framework DAI5<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Disusun oleh:<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>R. Fathi Rizaki Nugra Adi<\/strong><br><strong>NPM: 2406486743<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">ABSTRAK<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktur lambung kapal merupakan komponen utama yang berperan dalam menjaga kekuatan, stabilitas, dan keselamatan kapal selama beroperasi di laut. Dalam kondisi operasional nyata, struktur kapal menerima berbagai jenis pembebanan seperti tekanan hidrostatik, gelombang laut, distribusi muatan, serta getaran mesin yang dapat menyebabkan deformasi pada struktur. Deformasi yang terjadi secara berlebihan dapat menurunkan performa kapal bahkan menyebabkan kegagalan struktur yang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini bertujuan untuk memahami analisis deformasi struktur lambung kapal menggunakan metode numerik dengan pendekatan framework DAI5 (<em>Deep Awareness of I<\/em>). Metode numerik digunakan untuk membantu proses perhitungan struktur yang kompleks secara lebih efektif dan sistematis dibandingkan metode manual. Sementara itu, framework DAI5 digunakan sebagai pendekatan berpikir engineering yang membantu proses identifikasi masalah, analisis, idealisasi, hingga implementasi solusi teknik secara terarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa metode numerik mampu membantu proses analisis distribusi tegangan dan deformasi struktur kapal secara lebih detail dan efisien. Selain itu, penerapan framework DAI5 membantu membangun pola pikir engineering yang lebih sistematis, reflektif, dan logis dalam memahami hubungan antara beban, perilaku struktur, dan keamanan kapal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kata Kunci:<\/strong> deformasi struktur, lambung kapal, metode numerik, teknik perkapalan, DAI5, analisis struktur.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">BAB I<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">PENDAHULUAN<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1.1 Latar Belakang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan teknologi rekayasa modern mendorong kebutuhan analisis struktur kapal yang semakin akurat dan efisien. Dalam dunia teknik perkapalan, struktur lambung kapal memiliki fungsi utama sebagai penopang keseluruhan sistem kapal sehingga harus mampu menahan berbagai jenis pembebanan selama proses operasional di laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kondisi nyata, lambung kapal menerima pengaruh tekanan air laut, gelombang, distribusi muatan, gaya dinamis, serta getaran mesin yang dapat menyebabkan perubahan bentuk atau deformasi struktur. Jika deformasi terjadi secara berlebihan, maka dapat memengaruhi stabilitas, performa, bahkan keselamatan kapal secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode analisis konvensional sering kali memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan persoalan struktur yang kompleks. Oleh karena itu, metode numerik menjadi solusi penting dalam dunia engineering modern karena mampu membantu proses perhitungan dan simulasi secara lebih sistematis dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kemampuan teknis, seorang engineer juga memerlukan pola pikir analitis dalam memahami hubungan antara teori, simulasi, dan kondisi nyata. Dalam penelitian ini digunakan framework DAI5 (<em>Deep Awareness of I<\/em>) sebagai pendekatan berpikir yang membantu proses identifikasi masalah, pengembangan solusi, dan implementasi analisis teknik secara lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan hal tersebut, analisis deformasi struktur lambung kapal menggunakan metode numerik dan framework DAI5 menjadi topik yang penting untuk dipelajari dalam pengembangan ilmu teknik perkapalan modern.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1.2 Rumusan Masalah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana deformasi struktur lambung kapal dapat dianalisis menggunakan metode numerik?<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi deformasi pada struktur lambung kapal?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana penerapan framework DAI5 dalam proses analisis deformasi struktur kapal?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana metode numerik membantu proses analisis struktur secara lebih efektif dan sistematis?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1.3 Tujuan Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan dari penelitian ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menganalisis deformasi struktur lambung kapal menggunakan metode numerik.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami pengaruh pembebanan terhadap perubahan bentuk struktur kapal.<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan framework DAI5 dalam proses analisis teknik perkapalan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan pola pikir engineering yang sistematis dan logis.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami hubungan antara simulasi numerik dan perilaku struktur kapal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1.4 Manfaat Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat penelitian ini antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A. Manfaat Akademik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberikan pemahaman mengenai penerapan metode numerik dalam analisis struktur kapal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B. Manfaat Teknik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membantu proses evaluasi deformasi struktur kapal secara lebih efektif dan sistematis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C. Manfaat Pengembangan Pola Pikir<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membantu membangun pola pikir engineering berbasis framework DAI5 dalam menyelesaikan masalah teknik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">BAB II<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">TINJAUAN PUSTAKA<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2.1 Struktur Lambung Kapal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktur lambung kapal merupakan bagian utama kapal yang berfungsi menopang seluruh sistem konstruksi kapal. Lambung kapal dirancang agar mampu menahan berbagai gaya eksternal maupun internal selama proses operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembebanan yang bekerja pada struktur kapal meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tekanan hidrostatik<\/li>\n\n\n\n<li>Beban gelombang<\/li>\n\n\n\n<li>Distribusi muatan<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya dinamis<\/li>\n\n\n\n<li>Getaran mesin<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibat pembebanan tersebut, struktur kapal dapat mengalami tegangan dan deformasi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2.2 Deformasi Struktur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deformasi merupakan perubahan bentuk atau dimensi suatu material akibat adanya gaya atau pembebanan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada struktur kapal, deformasi dapat terjadi dalam bentuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lentur (<em>bending<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Tarikan (<em>tension<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Tekanan (<em>compression<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Puntiran (<em>torsion<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika deformasi melampaui batas material, maka dapat menyebabkan kerusakan struktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan antara tegangan dan regangan mengikuti konsep elastisitas material:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\\sigma = E\\varepsilon<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>(\\sigma) = tegangan<\/li>\n\n\n\n<li>(E) = modulus elastisitas<\/li>\n\n\n\n<li>(\\varepsilon) = regangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2.3 Metode Numerik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode numerik merupakan pendekatan matematis yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan teknik secara komputasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam analisis struktur kapal, metode numerik digunakan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghitung distribusi tegangan<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis deformasi<\/li>\n\n\n\n<li>Mensimulasikan pembebanan<\/li>\n\n\n\n<li>Mengevaluasi kekuatan struktur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode numerik memiliki keunggulan dalam menyelesaikan sistem kompleks yang sulit dihitung secara manual.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2.4 Framework DAI5<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Framework DAI5 (<em>Deep Awareness of I<\/em>) merupakan pendekatan berpikir sistematis yang terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Deep Awareness of I<\/li>\n\n\n\n<li>Intention<\/li>\n\n\n\n<li>Initial Thinking<\/li>\n\n\n\n<li>Idealization<\/li>\n\n\n\n<li>Implementation<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Framework ini membantu proses analisis teknik menjadi lebih terarah dan reflektif.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">BAB III<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">METODOLOGI PENELITIAN<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3.1 Pendekatan Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis numerik dan framework DAI5 dalam memahami deformasi struktur lambung kapal.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3.2 Tahapan Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A. Deep Awareness of I<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap ini dilakukan pemahaman mengenai pentingnya analisis deformasi terhadap keamanan dan ketahanan kapal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B. Intention<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menentukan tujuan analisis untuk memahami pengaruh pembebanan terhadap struktur kapal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C. Initial Thinking<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mempelajari teori deformasi, karakteristik material, dan parameter pembebanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">D. Idealization<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyederhanakan sistem struktur kapal menjadi model analisis yang lebih mudah dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">E. Implementation<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan analisis numerik terhadap model struktur dan mengevaluasi hasil deformasi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3.3 Parameter Analisis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa parameter utama yang digunakan dalam analisis meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gaya pembebanan<\/li>\n\n\n\n<li>Modulus elastisitas<\/li>\n\n\n\n<li>Dimensi struktur<\/li>\n\n\n\n<li>Tegangan material<\/li>\n\n\n\n<li>Regangan struktur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">BAB IV<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">HASIL DAN PEMBAHASAN<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4.1 Analisis Deformasi Struktur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil analisis menunjukkan bahwa pembebanan memberikan pengaruh langsung terhadap deformasi struktur lambung kapal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin besar gaya yang bekerja, maka semakin besar pula perubahan bentuk yang terjadi pada struktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan gaya dan deformasi dapat dianalisis menggunakan konsep elastisitas:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ue200genui\ue202{&#8220;math_block_widget_always_prefetch_v2&#8221;:{&#8220;content&#8221;:&#8221;F = kx&#8221;}}\ue201<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>(F) = gaya<\/li>\n\n\n\n<li>(k) = konstanta kekakuan<\/li>\n\n\n\n<li>(x) = deformasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4.2 Pengaruh Pembebanan terhadap Struktur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Distribusi beban yang tidak merata dapat menyebabkan konsentrasi tegangan pada area tertentu sehingga meningkatkan risiko deformasi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor yang memengaruhi deformasi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jenis material<\/li>\n\n\n\n<li>Ketebalan struktur<\/li>\n\n\n\n<li>Distribusi beban<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi lingkungan laut<\/li>\n\n\n\n<li>Getaran dinamis<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4.3 Analisis Berdasarkan Framework DAI5<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Framework DAI5 membantu proses analisis menjadi lebih sistematis karena engineer tidak hanya berfokus pada hasil numerik, tetapi juga memahami proses berpikir dan hubungan fisika di balik fenomena struktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini membantu proses:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Identifikasi masalah<\/li>\n\n\n\n<li>Pengembangan solusi<\/li>\n\n\n\n<li>Evaluasi hasil analisis<\/li>\n\n\n\n<li>Pengambilan keputusan teknik<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">BAB V<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">PENUTUP<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5.1 Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan hasil penelitian dan pembelajaran yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Metode numerik mampu membantu proses analisis deformasi struktur lambung kapal secara lebih efektif dan sistematis.<\/li>\n\n\n\n<li>Deformasi struktur dipengaruhi oleh pembebanan, sifat material, dan distribusi gaya pada struktur kapal.<\/li>\n\n\n\n<li>Framework DAI5 membantu membangun pola pikir engineering yang lebih logis, reflektif, dan terarah.<\/li>\n\n\n\n<li>Analisis deformasi sangat penting dalam menjaga keamanan dan performa kapal selama operasional.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5.2 Saran<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian selanjutnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan simulasi numerik berbasis software engineering yang lebih kompleks.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan analisis deformasi dengan metode elemen hingga (<em>Finite Element Method<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan validasi hasil simulasi menggunakan data eksperimen nyata.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan pendekatan optimasi struktur kapal berbasis analisis numerik modern.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">DAFTAR PUSTAKA<\/h1>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hughes, O. F. <em>Ship Structural Design<\/em>. Society of Naval Architects and Marine Engineers.<\/li>\n\n\n\n<li>Timoshenko, S. P. <em>Strength of Materials<\/em>. McGraw-Hill.<\/li>\n\n\n\n<li>Ferziger, J. H., &amp; Peric, M. <em>Computational Methods for Fluid Dynamics<\/em>. Springer.<\/li>\n\n\n\n<li>Lewis, E. V. <em>Principles of Naval Architecture<\/em>. SNAME.<\/li>\n\n\n\n<li>Gere, J. M. <em>Mechanics of Materials<\/em>. Cengage Learning.<\/li>\n\n\n\n<li>Bathe, K. J. <em>Finite Element Procedures<\/em>. Prentice Hall.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARYA TULIS ILMIAH Rekapitulasi Pemahaman: Analisis Deformasi Struktur Lambung Kapal Menggunakan Metode Numerik dan Framework DAI5 Disusun oleh: R. Fathi Rizaki Nugra AdiNPM: 2406486743 ABSTRAK Struktur lambung kapal merupakan komponen utama yang berperan dalam menjaga kekuatan, stabilitas, dan keselamatan kapal selama beroperasi di laut. Dalam kondisi operasional nyata, struktur kapal menerima berbagai jenis pembebanan seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":633,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-14295","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/633"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14296,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14295\/revisions\/14296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}