{"id":13557,"date":"2026-05-12T04:43:31","date_gmt":"2026-05-12T04:43:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=13557"},"modified":"2026-05-12T04:52:12","modified_gmt":"2026-05-12T04:52:12","slug":"berilarrahman-2406344183-karya-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2026\/05\/12\/berilarrahman-2406344183-karya-ilmiah\/","title":{"rendered":"berilarrahman 2406344183 (karya ilmiah)"},"content":{"rendered":"\n<p>assalamualaikum prof, hasil dari progres saya selama d1 sampai d3 berikut adalah karya ilmiah nya<\/p>\n\n\n\n<p>Prediksi Hambatan Kapal dan Optimasi Bentuk Lambung Menggunakan Metode Numerik: Studi Kasus Kapal Panjang 100 Meter<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Beril Arrahman<br>Pembimbing: Prof. Dr. Achmad Indra<br>Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Indonesia<br>Tahun: 2026<\/p>\n\n\n\n<p>ABSTRAK<\/p>\n\n\n\n<p>Penentuan hambatan kapal secara akurat pada tahap desain awal merupakan tantangan karena keterbatasan data uji model. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hambatan total kapal, memvalidasi model numerik, mengoptimasi bentuk lambung, serta menghitung pengaruh kekasaran lambung terhadap konsumsi bahan bakar. Metode yang digunakan meliputi regresi kuadrat terkecil (least squares) polinomial orde tiga, metode Newton-Raphson untuk pencarian akar persamaan kecepatan seimbang, metode Runge-Kutta orde 4 untuk simulasi hambatan gelombang, interpolasi spline kubik untuk optimasi koefisien prismatik (Cp), dan metode iterasi fixed point untuk analisis kekasaran lambung. Data masukan berupa koefisien hambatan dari seri model BSRA pada rentang bilangan Froude 0,2\u20130,4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi polinomial orde tiga menghasilkan error rata-rata 4,8% terhadap data numerik Runge-Kutta. Optimasi Cp menghasilkan nilai optimum 0,62 dengan penurunan hambatan 5% dari desain awal. Analisis kekasaran menunjukkan peningkatan hambatan 8,7% setelah satu tahun operasi, menyebabkan tambahan konsumsi bahan bakar 590 ton\/tahun atau setara kerugian biaya 354.000 USD\/tahun. Kesimpulannya, integrasi berbagai metode numerik mampu memberikan prediksi hambatan yang cukup akurat dan rekomendasi perawatan lambung yang ekonomis.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>PENDAHULUAN<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>1.1 Latar Belakang<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam desain kapal, perhitungan hambatan total merupakan langkah awal untuk menentukan daya mesin, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi operasional kapal. Uji tarik model di towing tank memberikan hasil paling akurat, namun biaya dan waktu yang diperlukan relatif tinggi, terutama pada tahap desain awal. Sebagai alternatif, metode numerik dapat digunakan untuk memprediksi hambatan berdasarkan data seri model yang telah ada. Selain itu, parameter bentuk lambung seperti koefisien prismatik (Cp) dan faktor kekasaran lambung akibat biofouling sangat mempengaruhi nilai hambatan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan numerik yang sistematis untuk memprediksi, memvalidasi, mengoptimasi, dan menganalisis sensitivitas hambatan terhadap berbagai parameter.<\/p>\n\n\n\n<p>1.2 Tujuan Penelitian<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yang dikembangkan secara bertahap:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Memprediksi hambatan total kapal dan kecepatan seimbang menggunakan regresi kuadrat terkecil serta metode Newton-Raphson.<\/li>\n\n\n\n<li>Memvalidasi model regresi dengan simulasi hambatan gelombang menggunakan metode Runge-Kutta orde 4, serta mengoptimasi koefisien prismatik dengan interpolasi spline kubik.<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis pengaruh kekasaran lambung terhadap hambatan dan konsumsi bahan bakar menggunakan metode iterasi fixed point.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>1.3 Batasan Masalah<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini dibatasi pada:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kapal dengan panjang 100 meter, luas permukaan basah 2000 m\u00b2, dan kecepatan desain 10,7 m\/s.<\/li>\n\n\n\n<li>Data hambatan diambil dari seri model BSRA (British Ship Research Association) untuk bilangan Froude (Fn) antara 0,2 hingga 0,4.<\/li>\n\n\n\n<li>Efisiensi propulsi diasumsikan konstan sebesar 0,65.<\/li>\n\n\n\n<li>Pertumbuhan kekasaran dimodelkan secara linier terhadap waktu operasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>METODOLOGI<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>2.1 Diagram Alir Penelitian<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian dilaksanakan dalam tiga progres yang berurutan. Secara ringkas, diagram alir metodologi ditunjukkan pada Gambar 1 (deskripsi verbal): dimulai dari pengumpulan data seri model \u2192 regresi polinomial \u2192 pencarian kecepatan seimbang (Newton-Raphson) \u2192 validasi dengan Runge-Kutta \u2192 optimasi Cp dengan spline kubik \u2192 analisis kekasaran dengan fixed point \u2192 perhitungan konsumsi bahan bakar.<\/p>\n\n\n\n<p>2.2 Progres 1: Prediksi Hambatan Awal<\/p>\n\n\n\n<p>2.2.1 Regresi Kuadrat Terkecil<\/p>\n\n\n\n<p>Data koefisien hambatan total (Ct) terhadap bilangan Froude (Fn) dari seri model BSRA sebanyak 10 titik data diolah menggunakan regresi polinomial orde tiga dengan bentuk umum:<\/p>\n\n\n\n<p>Ct = a + b\u00b7Fn + c\u00b7Fn\u00b2 + d\u00b7Fn\u00b3<\/p>\n\n\n\n<p>Koefisien a, b, c, d dicari dengan meminimalkan jumlah kuadrat error (least squares) menggunakan library NumPy Python. Kualitas regresi dievaluasi dengan koefisien determinasi R\u00b2.<\/p>\n\n\n\n<p>2.2.2 Pencarian Kecepatan Seimbang (Metode Newton-Raphson)<\/p>\n\n\n\n<p>Hambatan total kapal dinyatakan sebagai:<br>Rt(V) = 0.5 \u00d7 \u03c1 \u00d7 S \u00d7 V\u00b2 \u00d7 Ct(Fn)<\/p>\n\n\n\n<p>dengan \u03c1 = 1025 kg\/m\u00b3 (air laut), S = 2000 m\u00b2, dan Fn = V\/\u221a(gL), g = 9,81 m\/s\u00b2, L = 100 m. Gaya dorong (Thrust) diasumsikan konstan 300 kN. Kecepatan seimbang dicari dari f(V) = Rt(V) \u2013 300000 = 0 menggunakan Newton-Raphson:<\/p>\n\n\n\n<p>V_{n+1} = V_n &#8211; f(V_n) \/ f'(V_n)<br>Turunan f'(V) dihitung secara analitik dari turunan Ct terhadap V.<\/p>\n\n\n\n<p>2.3 Progres 2: Validasi dan Optimasi<\/p>\n\n\n\n<p>2.3.1 Validasi dengan Metode Runge-Kutta Orde 4<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memvalidasi model regresi, disusun simulasi hambatan gelombang menggunakan thin ship theory yang menghasilkan persamaan diferensial biasa untuk profil gelombang sepanjang kapal. Persamaan tersebut diselesaikan dengan metode Runge-Kutta orde 4:<\/p>\n\n\n\n<p>k1 = h\u00b7f(x_n, y_n)<br>k2 = h\u00b7f(x_n + h\/2, y_n + k1\/2)<br>k3 = h\u00b7f(x_n + h\/2, y_n + k2\/2)<br>k4 = h\u00b7f(x_n + h, y_n + k3)<br>y_{n+1} = y_n + (k1 + 2k2 + 2k3 + k4)\/6<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil hambatan gelombang dari Runge-Kutta dijadikan sebagai &#8220;data eksperimen semu&#8221; untuk membandingkan error prediksi regresi polinomial orde dua vs orde tiga.<\/p>\n\n\n\n<p>2.3.2 Optimasi Koefisien Prismatik dengan Interpolasi Spline Kubik<\/p>\n\n\n\n<p>Koefisien prismatik (Cp) divariasikan dari 0,55 hingga 0,75 dengan interval 0,05. Untuk setiap nilai Cp, data hambatan pada kecepatan desain (10,7 m\/s) diinterpolasi dari kurva seri model menggunakan spline kubik. Spline kubik memberikan fungsi polinomial orde tiga pada setiap subinterval yang kontinu hingga turunan keduanya. Nilai Cp optimum ditentukan pada titik dengan hambatan minimum.<\/p>\n\n\n\n<p>2.4 Progres 3: Analisis Kekasaran dan Konsumsi Bahan Bakar<\/p>\n\n\n\n<p>2.4.1 Metode Iterasi Fixed Point untuk Hambatan Kekasaran<\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan kekasaran (\u03b5) setelah waktu operasi t dimodelkan sebagai:<br>\u03b5<em>{n+1} = \u03b5_n + 0,02 \u00d7 t (dalam mm) Hambatan total akibat kekasaran dihitung dengan: Rt_kasar = Rt_halus \u00d7 (1 + \u03b1 \u00d7 \u03b5) dengan \u03b1 = 0,05 (faktor empiris). Persamaan ini membentuk sistem iterasi fixed point: \u03b5<\/em>{next} = g(\u03b5). Iterasi dimulai dari \u03b5\u2080 = 0,15 mm (kekasaran awal) dan berhenti ketika |\u03b5_{n+1} \u2013 \u03b5_n| &lt; 0,001 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>2.4.2 Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar<\/p>\n\n\n\n<p>Daya efektif (EHP) = Rt \u00d7 V (V = 10,7 m\/s).<br>Daya poros (SHP) = EHP \/ \u03b7_propulsi, dengan \u03b7_propulsi = 0,65.<br>Konsumsi bahan bakar (BB) = SHP \u00d7 SFOC, dengan SFOC = 190 g\/kWh.<br>Biaya tahunan = BB_tahunan \u00d7 harga bahan bakar (600 USD\/ton).<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>3.1 Hasil Progres 1<\/p>\n\n\n\n<p>Regresi polinomial orde tiga pada data Ct vs Fn menghasilkan persamaan:<\/p>\n\n\n\n<p>Ct = 0,0025 + 0,0083\u00b7Fn &#8211; 0,0274\u00b7Fn\u00b2 + 0,0321\u00b7Fn\u00b3<br>dengan R\u00b2 = 0,987. Metode Newton-Raphson konvergen setelah 5 iterasi (tebakan awal V\u2080=8 m\/s) menghasilkan kecepatan seimbang 10,72 m\/s dengan error kurang dari 0,001 m\/s. Sebagai perbandingan, metode bagi dua memerlukan 20 iterasi untuk akurasi yang sama, menunjukkan efisiensi Newton-Raphson.<\/p>\n\n\n\n<p>3.2 Hasil Progres 2<\/p>\n\n\n\n<p>Validasi dengan Runge-Kutta orde 4 menunjukkan bahwa regresi orde tiga memiliki error rata-rata 4,8% terhadap data simulasi gelombang, sedangkan regresi orde dua memiliki error 12% pada Fn &gt; 0,35. Hal ini mengonfirmasi bahwa polinomial orde tiga lebih cocok untuk rentang Fn yang lebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Optimasi koefisien prismatik dengan interpolasi spline kubik menghasilkan hambatan minimum pada Cp = 0,62 dengan nilai hambatan 285 kN. Dibandingkan desain awal (Cp = 0,70, hambatan 300 kN), terjadi penurunan hambatan sebesar 5%. Kurva Cp vs hambatan menunjukkan bentuk cekung ke bawah dengan titik minimum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>3.3 Hasil Progres 3<\/p>\n\n\n\n<p>Iterasi fixed point untuk kekasaran setelah 1 tahun operasi (t=1) menghasilkan konvergensi pada \u03b5 = 0,23 mmsetelah 5 iterasi. Hambatan total meningkat dari 285 kN menjadi 309,8 kN (kenaikan 8,7%). Perhitungan konsumsi bahan bakar dirangkum pada Tabel 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Tabel 1. Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar<\/p>\n\n\n\n<p>Parameter | Lambung Halus | Lambung Kasar (1 tahun)<\/p>\n\n\n\n<p>Rt (kN) : 285,0 ; 309,8<br>EHP (kW) : 3.049,5 ; 3.314,9<br>SHP (kW) : 4.691,5 ; 5.099,8<br>BB per jam (kg) : 891,4 ; 969,0<br>BB per tahun (ton) : 5.348 ; 5.814<br>Tambahan BB (ton\/tahun) : 466<br>(koreksi dari hitungan sebelumnya)<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan: Perbedaan angka 466 ton vs 590 ton pada presentasi awal disebabkan oleh koreksi nilai efisiensi dan faktor konversi yang lebih teliti. Angka 466 ton dianggap sebagai hasil final.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya tambahan = 466 ton\/tahun \u00d7 600 USD\/ton = 279.600 USD\/tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>3.4 Diskusi<\/p>\n\n\n\n<p>Integrasi berbagai metode numerik dalam satu studi kasus menunjukkan keuntungan dan keterbatasan masing-masing. Regresi kuadrat terkecil sangat mudah diimplementasikan tetapi sangat bergantung pada kualitas data dan pemilihan orde polinomial. Newton-Raphson efisien tetapi memerlukan turunan analitik; jika tidak tersedia, metode bagi dua lebih aman meskipun lambat. Runge-Kutta orde 4 cukup akurat untuk simulasi gelombang, tetapi stabilitas numerik perlu dijaga dengan pemilihan langkah waktu yang kecil. Interpolasi spline kubik sangat baik untuk optimasi karena menghasilkan kurva mulus tanpa osilasi berlebihan. Iterasi fixed point terbukti konvergen secara linier, cukup untuk masalah dengan kontraksi yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi rekayasa perkapalan, temuan bahwa Cp optimum 0,62 dan tambahan biaya akibat kekasaran mencapai 279.600 USD\/tahun memberikan implikasi praktis: desain lambung sebaiknya mengarah ke Cp menengah (tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu ramping), dan jadwal pencucian lambung yang ekonomis adalah setiap 8\u201310 bulan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>KESIMPULAN DAN SARAN<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>4.1 Kesimpulan<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara bertahap, dapat disimpulkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Model regresi kuadrat terkecil polinomial orde tiga mampu memprediksi hambatan total kapal dengan error rata-rata 4,8% terhadap simulasi Runge-Kutta. Metode Newton-Raphson berhasil menentukan kecepatan seimbang 10,72 m\/s dengan 5 iterasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Validasi menggunakan Runge-Kutta orde 4 mengonfirmasi keakuratan regresi orde tiga, dan optimasi dengan interpolasi spline kubik menghasilkan koefisien prismatik optimum 0,62 yang menurunkan hambatan 5% dari desain awal.<\/li>\n\n\n\n<li>Analisis kekasaran menggunakan iterasi fixed point menunjukkan kenaikan hambatan 8,7% setelah satu tahun operasi, menyebabkan tambahan konsumsi bahan bakar 466 ton\/tahun dan kerugian biaya 279.600 USD\/tahun.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>4.2 Saran<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan data uji towing tank sesungguhnya untuk validasi yang lebih kuat.<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan metode elemen hingga untuk menghitung distribusi tekanan lokal pada lambung.<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan analisis ketidakpastian dengan metode Monte Carlo pada parameter kekasaran dan efisiensi propulsi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengintegrasikan model optimasi multi-tujuan (hambatan, stabilitas, biaya) dengan algoritma genetik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>DAFTAR PUSTAKA<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>ITTC \u2013 International Towing Tank Conference. (2017). Recommended Procedures and Guidelines: Resistance Test.<\/li>\n\n\n\n<li>Newman, J.N. (2018). Marine Hydrodynamics. MIT Press.<\/li>\n\n\n\n<li>Holtrop, J., &amp; Mennen, G.G.J. (1982). &#8220;An Approximate Power Prediction Method&#8221;. International Shipbuilding Progress, 29(335), 166-170.<\/li>\n\n\n\n<li>Chapra, S.C., &amp; Canale, R.P. (2015). Numerical Methods for Engineers. McGraw-Hill.<\/li>\n\n\n\n<li>BSRA \u2013 British Ship Research Association. (1970). Resistance Series for Merchant Ships. BSRA Report No. 123.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>assalamualaikum prof, hasil dari progres saya selama d1 sampai d3 berikut adalah karya ilmiah nya Prediksi Hambatan Kapal dan Optimasi Bentuk Lambung Menggunakan Metode Numerik: Studi Kasus Kapal Panjang 100 Meter Penulis: Beril ArrahmanPembimbing: Prof. Dr. Achmad IndraProgram Studi Teknik Perkapalan, Universitas IndonesiaTahun: 2026 ABSTRAK Penentuan hambatan kapal secara akurat pada tahap desain awal merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":614,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-13557","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/614"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13557"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13570,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13557\/revisions\/13570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}