{"id":13011,"date":"2026-05-06T15:27:39","date_gmt":"2026-05-06T15:27:39","guid":{"rendered":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/?p=13011"},"modified":"2026-05-06T15:43:16","modified_gmt":"2026-05-06T15:43:16","slug":"__trashed-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/2026\/05\/06\/__trashed-6\/","title":{"rendered":"Sidharta_2306161403_D3_Metode Numerik 03"},"content":{"rendered":"\n<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat pagi, siang, sore, dan malam Prof. DAI dan rekan-rekan sekalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Perkenalkan, saya Sidharta (NPM 2306161403). Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan laporan progres minggu ketiga untuk proyek tugas besar saya yang bertopik Analisis Hambatan Kapal dengan Metode Numerik.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_1a1ef2776afc71ca-141\">Melanjutkan penerapan kerangka kerja DAI5, setelah minggu lalu saya menggali akar masalah pada tahap Initial Thinking<sup><\/sup>, fokus saya pada minggu ini bergeser ke tahap keempat, yaitu Idealization<sup><\/sup>. Pada tahap ini, tantangan utamanya adalah menerjemahkan kompleksitas lautan di dunia nyata menjadi model matematis numerik yang siap dihitung oleh komputer. Prinsip utamanya adalah menyederhanakan masalah secara bijak tanpa menghilangkan esensi dari fenomena fisika itu sendiri atau Physical Realism<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemodelan Computational Fluid Dynamics (CFD) yang saya susun minggu ini, saya menetapkan beberapa asumsi dan idealisasi parameter yang krusial secara sadar:<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Simetri Domain (Half-Hull Symmetry). Saya memodelkan lambung kapal hanya pada satu sisi (setengah lambung) dengan kondisi sempadan simetri. Ini menghemat beban komputasi secara signifikan tanpa mendistorsi hasil distribusi tekanan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, Fluida Inkompresibel dan Pendekatan Gelombang. Air laut diasumsikan sebagai fluida inkompresibel. Untuk menangkap fenomena hambatan gelombang, saya mengidealisasikan batas air dan udara menggunakan metode Volume of Fluid (VOF) yang mampu melacak deformasi permukaan secara dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_1a1ef2776afc71ca-142\">Ketiga, Model Turbulensi dan Kondisi Sempadan. Saya menggunakan penyederhanaan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS) dengan skema turbulensi k-omega SST. Skema ini sangat tangguh untuk memprediksi fenomena pemisahan aliran di sekitar lambung. Domain komputasi juga telah ditetapkan, mencakup kecepatan inlet seragam dan kondisi no-slip pada dinding lambung<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai representasi objek uji, saya menggunakan proporsi lambung Barge (Tongkang) GSM dengan panjang keseluruhan 90 meter, lebar 24 meter, dan sarat air 4.5 meter. Pemilihan lambung tipe ini sangat menantang karena koefisien bloknya yang sangat tinggi (0.88) akan memicu turbulensi dan disipasi energi yang masif di area buritan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke iterasi CFD, saya juga telah merumuskan parameter dasar tak berdimensi. Saya menghitung Froude Number dan Reynolds Number pada variasi kecepatan jelajah 4 hingga 12 knot, serta menetapkan koefisien hambatan gesek dasar menggunakan standar empiris kurva korelasi ITTC 1957.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_1a1ef2776afc71ca-143\">Melalui tahap Idealization ini, persamaan Navier-Stokes telah terdefinisi batasan-batasannya dan siap untuk dipecahkan secara iteratif. Langkah saya selanjutnya pada minggu depan adalah masuk ke tahap Instruction-Set<sup><\/sup>, di mana saya akan mengeksekusi komputasi (meshing dan solving) untuk memetakan total gaya hambat secara kuantitatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekian progres yang bisa saya sampaikan minggu ini. Terima kasih Prof. DAI dan teman-teman atas perhatiannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, siang, sore, dan malam Prof. DAI dan rekan-rekan sekalian. Perkenalkan, saya Sidharta (NPM 2306161403). Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan laporan progres minggu ketiga untuk proyek tugas besar saya yang bertopik Analisis Hambatan Kapal dengan Metode Numerik. Melanjutkan penerapan kerangka kerja DAI5, setelah minggu lalu saya menggali akar masalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":621,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-13011","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/621"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13011"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13015,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13011\/revisions\/13015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccitonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}