Ventilasi alamiah merupakan pergerakan udara melalui lubang bangunan yang terbuka oleh penggunaan gaya alamiah yang dihasilkan oleh angin dan perbedaan suhu. Kesederhanaan, biaya awal yang murah dan biaya energi yang rendah merupakan faktor utama yang membuat tipe ventilasi ini sering digunakan. Bagaimanapun juga, ventilasi yang tergantung gaya alamiah ini memiliki sifat yang berbeda-beda dan memiliki banyak keterbatasan. Faktor yang berpengaruh adalah cuaca, lokasi geografis, daerah, penghalang angin, persyaratan lingkungan, dan lainnya yang harus diperhatikan dalam perancangan sistem ventilasi alamiah dan pengaturan-pengaturan selanjutnya (Hellickson, 1983). Fungsi ventilasi adalah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan kenyamanan termal. Kebutuhan kesehatan meliputi penyediaan Oksigen untuk pernafasan, pencegahan konsentrasi dari bakteri-bakteri dan peniadaan bau. Kebutuhan kenyamanan termal meliputi pemindahan panas keluar ruangan, membantu penguapan keringat dan pendinginan struktur bangunan (Soegijanto, 1999). Ventilasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tidak tergantung dari keadaan cuaca. Hal ini akan dipengaruhi perancangan lubang ventilasi dimana diperlukan lubang ventilasi yang harus mutlak harus ada untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, dan lubang ventilasi yang bukaanya dapat diatur sesuai kondisi diluar ruangan untuk membantu memenuhi kebutuhan kenyamanan termal. Dalam iklim tropis lembab pada siang hari sering terjadi bahwa laju aliran udara sudah melebihi kebutuhan ventilasi untuk kesehatan, tetapi meskipun demikian tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan termal karena terlalu banyaknya panas yang harus dipindahkan ke luar ruangan (Soegijanto, 1999). Terjadinya aliran udara di dalam bangunan disebabkan karena adanya perbedaan tekanan antara dua tempat pada bangunan tersebut. Perbedaan tekanan ini dapat ditimbulkan antara gaya angin dan gaya termal (Soegijanto, 1999). Gaya termal disebabkan adanya perbedaan suhu di dalam dan di luar ruangan (Hellickson, 1983). Ventilasi yang disebabkan oleh gaya termal disebut ventilasi termal dan yang disebabkan oleh gaya angin disebut ventilasi angin. Dengan adanya dua lubang dengan ketinggian yang berbeda maka akan terjadi aliran udara dari dalam ke luar ruangan melalui lubang yang terletak di atas (Soegijanto, 1999). Pergerakan udara bisa disebabkan masing-masing gaya yang bekerja sendiri atau kombinasi dari keduanya, tergantung pada kondisi atmosfer, rancangan bangunan, dan lokasi (Hellickson, 1983). Pertukaran udara dipengaruhi oleh total bukaaan ventilasi, ventilasi bagian mana yang dibuka, kecepatan angin dan perbedaan antara suhu di dalam dengan di luar greenhouse. Kecepatan dan arah angin menentukan banyaknya ventilasi yang akan dibuka (Mastalerz, 1926).